Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Daerah

Pembangunan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Langsa Diduga Langgar Aturan

REDAKSIBy REDAKSIDesember 27, 20223 Mins Read
Pembangunan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Langsa Diduga Langgar Aturan Desember 27, 2022
Hutan Manggrove Kota Langsa (Foto: acehtourism.travel)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

RILIS.NET, LANGSA – Pembangunan di kawasan hutan mangrove oleh Pemerintahan Kota (Pemko) Langsa yang pengelolaannya diserahkan kepada PT Pekola sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diduga melanggar aturan.

Aturan yang dilanggar dalam pembangunan yaitu Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1999 tentang analisis dampak lingkungan (AMDAL). Kemudian Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 2012 tentang izin lingkungan.

Selain itu, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 05 tahun 2012 tentang jenis rencana usaha dan atau kegiatan yang wajib dilengkapi AMDAL, serta Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik .

Perlu diketahui bahwa pembangunan tempat wisata di kawasan hutan mangrove Kuala Langsa seperti Tower Manggrove, Jalan Setapak, Jembatan dan lainnya hingga kini belum memiliki izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Informasi yang dihimpun RILIS.NET menyebutkan, izin AMDAL baru diusulkan oleh Pemko Langsa pada pertengahan tahun 2022 melalui tender proyek berjudul Penyusunan Dokumen AMDAL Kawasan Hutan Mangrove dengan nilai 900 juta rupiah di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disparpora).

Baca Juga :  5 Hari Terombang Ambing di Laut, Warga Thailand Diselamatkan Nelayan Aceh Timur

Berdasarkan data, kontrak pekerjaan proyek tersebut dimenangkan oleh PT Alam Lestari Konsultan dengan Pagu Rp. 898.816.950, walaupun hingga berakhir masa kontrak, izin AMDAL diduga belum juga didapatkan.

“Seharusnya Pemko Langsa sebelum membangun kawasan hutan mangrove harus sudah mengantongi izin AMDAL, karena sesuai Nomor Induk Berusaha (NIB) yang ada, dokumen AMDAL seharusnya disusun oleh pemrakarsa atau pelaksana kegiatan yaitu PT Pekola,” ujar sumber RILIS.NET yang juga orang di lingkaran Pemko Langsa, Selasa (27/12/2022).

Pada kenyataannya saat ini dana penyusunan tersebut diduga ada di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan mengapa pembuatan dokumen tersebut dibiayai oleh Disparpora untuk PT Pekola.

Baca Juga :  Wagub Sapa Sopir Truk Pelat Luar Aceh di Puncak Geurutee, Beri Jajan Makan Siang

Sementara itu Direktur PT Pekola, Muhammad Nur yang di hubungi media ini menyampaikan bahwa, kaitan pembangunan kawasan manggrove Langsa bukan wewenang Pekola sehingga pihaknya tidak berhak untuk menanggapinya itu.

“Silahkan hubungi pihak yang membangun atau Dinas terkait saja,” ucap M Nur yang akrab disapa Cek Nu.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Langsa Dr Iqbal MPd saat dijumpai wartawan RILIS.NET diruang kerjanya pada selasa (27/12) mengatakan, bahwa memang pembangunan kawasan hutan mangrove yang dijadikan tempat wisata tersebut belum memiliki izin lingkungan atau AMDAL.

Menurut Dr Iqbal, bahwa dasar pelaksanaan pembangunan dikawasan hutan Manggrove oleh Pemko Langsa pada tahap awal adalah sesuai dengan surat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLH Hut) Provinsi Aceh nomor 660/2550 – I tanggal 14 Mei 2018.

Baca Juga :  Kumpul Rp 6 Juta Lebih Donasi, KAHMI Aceh Timur Santuni Yatim

“Dalam arahan dan saran dari DLH Hut Aceh yang sifatnya penting tersebut, maka Pemerintahan Kota Langsa harus melengkapi dokumen upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL) berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Permen LH RI) nomor 05 tahun 2012 pasal 3 ayat 4,” sebut Iqbal.

Walaupun pembangunan di kawasan mangrove dilaksanakan berdasar pada kelengkapan dokumen UKL/UPL sesuai saran DLH Hut Aceh, tetap saja pihak Pemko Langsa terus mengurus izin AMDAL yang saat ini sudah sampai pada tahap Rencana Kerja (RK) I dan terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup sebagai dalam pengurusan dokumen AMDAL, tambah Iqbal. (rn/skm)

 

Penulis: Sukma MT               

Editor: Mahyuddin

Hutan Manggrove Langsa Langgar Aturan Langsa Manggrove Pembangunan Objek Wisata
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Brigjen Pol Latif Usman Dilantik Sebagai Wakapolda Aceh

Oktober 21, 2026

Polda Aceh Kerahkan 1.820 Personel untuk Amankan Mudzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi

Oktober 9, 2026

Terpidana Korupsi Aset PT KAI di Aceh Timur Dibekuk di Binjai

Oktober 9, 2026

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi, TNI-Polri dan Pemda Aceh Siapkan Pengamanan

Oktober 8, 2026

Kapolda Aceh Hadiri Sertijab Sejumlah PJU di Mabes Polri 

Oktober 3, 2026

Bupati Al-Farlaky Sambut 13 Nelayan Aceh Timur di Pendopo

September 20, 2026

Aceh Raih Peringkat 4 MTQ Tingkat Nasional

September 19, 2026

Walikota Langsa Lantik 11 Pejabat Eselon ll Termasuk Sekda

September 13, 2026

Pisah Sambut Kapolres Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky Harap Sinergi dan Kamtibmas Terjaga

September 13, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.