Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Hukum

Aipda Rosita Rahayu, Sosok Polwan dalam Misi Perdamaian RI dan GAM 

REDAKSIBy REDAKSISeptember 24, 20253 Mins Read
Aipda Rosita Rahayu, Sosok Polwan dalam Misi Perdamaian RI dan GAM  September 24, 2025
Aipda Rosita Rahayu, Polwan dari jajaran Polda Aceh. (FOTO: Ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

RILIS.NET, BANDA ACEH – Perjanjian damai antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menjadi titik awal bagi Aceh untuk merangkai kembali harapan setelah lebih dari tiga dekade dilanda konflik. Kesepakatan bersejarah di Helsinki itu menjadi titik balik perjalanan Aceh.

Namun, damai tersebut tidak serta-merta mudah dijaga. Dibutuhkan keberanian, ketulusan, dan sosok-sosok yang rela hadir di tengah masyarakat untuk menjembatani masa lalu dengan masa depan.

Banyak sosok yang perannya sangat berarti, tetapi tidak dikenal publik, salah satunya adalah Aipda Rosita Rahayu. Ia menjadi satu-satunya polisi wanita (Polwan) dari Polda Aceh yang dipercaya bergabung dalam Aceh Monitoring Mission (AMM), sebuah misi internasional yang dibentuk untuk memantau pelaksanaan perjanjian damai Helsinki 2005.

Rosita yang saat itu masih berpangkat Brigadir Dua (Bripda) bertugas di bidang Intelkam. Ia sempat ditempatkan di wilayah-wilayah rawan bekas titik panas konflik seperti Pidie, Lhokseumawe, dan Aceh Timur. Hampir setiap hari, ia menyusuri desa demi desa, berdialog dengan masyarakat, dan memastikan butir-butir perjanjian damai berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Polisi Amankan Satu Unit Ekskavator di Lokasi Tambang Ilegal di Beutong

“Waktu itu, rasa takut kami kubur dalam-dalam. Yang penting Aceh damai, masyarakat aman,” kenang Polwan yang akrab disapa Oci itu, dalam sebuah wawancara internal.

Oci bekerja di bawah komando Kombes Pol. Arief Wicaksono saat ini menjabat Ketua Harian Kompolnas dan Iptu Muhayat Effendi yang kini menjabat Wakapolres Aceh Utara. Baginya, tugas di lapangan bukan sekadar kewajiban institusi, melainkan panggilan kemanusiaan. Menurutnya, pendekatan yang tenang dan humanis menjadi kunci dalam meredakan ketegangan yang masih membekas di masyarakat akar rumput.

Sebagai satu-satunya Polwan dalam tim, peran Rosita lebih dari sekadar pengawasan. Ia menjadi jembatan yang menumbuhkan kembali rasa percaya antara masyarakat dan negara. Ia membuktikan bahwa perempuan juga mampu mengambil peran strategis dalam misi-misi penting.

Baca Juga :  Edan! ABG di Kudus Nekat Perkosa Nenek-nenek

Kini, hampir dua dekade berlalu, Polwan kelahiran 1984 itu tetap setia mengabdi di Polri. Saat ini ia bertugas di Bidang Humas Polda Aceh, tetap membawa semangat yang sama dengan menjembatani, menyampaikan informasi yang akurat, dan membangun komunikasi yang sehat antara institusi dengan masyarakat.

Atas kiprahnya itu, Aipda Rosita Rahayu mendapatkan piagam penghargaan dari Kompolnas. Penghargaan atas jasanya dalam perdamaian Aceh itu diserahkan langsung oleh Ketua Harian Kompolnas Drs. Arief Wicaksono di Aula Machdum Sakti Polda Aceh pada Selasa, 23 September 2025.

Bagi mereka yang pernah mengenalnya di masa transisi, Rosita Rahayu adalah wajah Polri yang humanis. Sosok sederhana yang hadir bukan dengan senjata, tetapi dengan keberanian untuk mendengarkan dan merangkul masyarakat.

Baca Juga :  Simpan Sabu di Bawah Pohon Mangga, Seorang Petani di Pidie Ditangkap

Aipda Rosita Rahayu bukan hanya saksi perjalanan damai Aceh, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Dari jejaknya, kita belajar bahwa kekuatan tidak selalu lahir dari senjata, melainkan dari ketulusan hati untuk hadir, mendengar, dan menjembatani.

Selain Aipda Rosita, penghargaan tersebut juga diberikan kepada Kompol Muhayat Effendie, AKP Maijoni, dan AKP Aziz. Sementara dari kalangan sipil, penerima penghargaan adalah Ir. Muklis dan Fatma Baiduri, keduanya Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Provinsi Aceh.

Piagam penghargaan tersebut diberikan Kompolnas sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata baik kepada personel Polri maupun aparatur sipil dalam mendukung implementasi MoU Helsinki yang menjadi tonggak perdamaian di Provinsi Aceh. (rn/ril)

Misi Perdamaian Polwan RI dan GAM
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Hadiri Musda Golkar, Al-Farlaky Buka Pintu Kolaborasi untuk Pembangunan Aceh Timur

Oktober 26, 2026

Brigjen Pol Latif Usman Dilantik Sebagai Wakapolda Aceh

Oktober 21, 2026

Polda Aceh Kerahkan 1.820 Personel untuk Amankan Mudzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi

Oktober 9, 2026

Terpidana Korupsi Aset PT KAI di Aceh Timur Dibekuk di Binjai

Oktober 9, 2026

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi, TNI-Polri dan Pemda Aceh Siapkan Pengamanan

Oktober 8, 2026

Kapolda Aceh Hadiri Sertijab Sejumlah PJU di Mabes Polri 

Oktober 3, 2026

Bupati Al-Farlaky Sambut 13 Nelayan Aceh Timur di Pendopo

September 20, 2026

Aceh Raih Peringkat 4 MTQ Tingkat Nasional

September 19, 2026

Walikota Langsa Lantik 11 Pejabat Eselon ll Termasuk Sekda

September 13, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.