Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Peristiwa

Awas, Fenomena El Nino di Indonesia Diprediksi Terjadi pada Agustus

REDAKSIBy REDAKSIMei 4, 20232 Mins Read
Awas, Fenomena El Nino di Indonesia Diprediksi Terjadi pada Agustus Mei 4, 2023
Pakar Unair Ungkap Bahaya El Nino di Indonesia. (Foto: REUTERS/Nacho Doce)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

JAKARTA – Fenomena El Nino disinyalir akan tiba di Indonesia pada Agustus mendatang. Dikatakan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, bahwa El Nino dapat berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan hingga kekeringan yang cukup luas di beberapa daerah.

Fenomena El Nino akan menyebabkan kekeringan ekstrim di wilayah Amerika tengah, Afrika bagian Selatan, hingga Asia Timur termasuk Indonesia.

Organisasi pangan dan pertanian dunia atau FAO pun meminta agar negara-negara dapat mengantisipasi risiko yang akan muncul.

Melihat fenomena tersebut, Pengamat Lingkungan Universitas Airlangga (Unair), Wahid Dianbudiyanto ST MSc, menuturkan bahwa El Nino merupakan fenomena saat air laut di samudera pasifik lebih panas dari pada suhu biasanya.

Baca Juga :  Polri: Layanan Medis Korban Kanjuruhan Rutin Hingga Pulih Total

Tambahnya, El Nino merupakan bagian dari fenomena yang lebih besar yaitu El-Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan bagian lainnya adalah La Nina.

“Jika hal itu merupakan peristiwa memanasnya suhu air di luar batas kewajaran di kawasan Samudera Pasifik, maka La Nina merupakan peristiwa pendinginan air di luar batas kewajaran di area tersebut,” jelasnya dalam situs Unair dikutip Rabu (3/5/2023).

Apa Penyebab El Nino?

Penyebab terjadinya El Nino dan La Nina adalah karena terjadinya Southern Oscillation, yaitu perubahan tekanan udara pada laut tropis Samudera Pasifik. Saat air laut di sisi tropis samudera pasifik memanas, maka tekanan atmosfer di atasnya menurun.

Baca Juga :  Penunjukan Plt Direktur PDAM Tirta Peusada Aceh Timur Diduga Cacat Hukum

“Saat inilah terjadi perubahan pola tiupan angin yang dapat menyebabkan perubahan pola iklim, yang cenderung menghasilkan iklim yang cukup ekstrim,” ujar Dosen Teknik Lingkungan Unair tersebut.

Perubahan pola tersebutlah yang akhirnya meningkatkan potensi dampak El Nino dan La Nina di Indonesia. Permukaan air yang lebih hangat dapat meningkatkan kemungkinan hujan lebih tinggi.

“Hal ini berdampak pada meningkatnya intensitas hujan di Amerika Selatan seperti Peru dan Ekuador. Dilain sisi, Indonesia dan Australia mendapatkankan kekeringan dari peristiwa tersebut,” tambahnya.

Bahaya El Nino di Indonesia

Berdasarkan catatan, Indonesia sempat mengalami salah satu El Nino terparah pada 2015. Melansir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara terjadi defisit air hingga 20 miliar meter kubik. Lahan pertanian seluas 111 ribu hektar juga mengalami kekeringan.

Baca Juga :  Terkait Bau Busuk, Ketua DPRK Aceh Timur akan Panggil PT Medco 

Menurut Wahid, kala itu Indonesia belum siap menghadapi El Nino. Ia mengingatkan pemerintah untuk meminimalisir dampak yang akan timbul, antara lain melaksanakan adaptasi dengan berkolaborasi, melakukan edukasi dan kampanye, dan teknologi modifikasi hujan.

“Bisa kampanye untuk menyimpan sebanyak-banyaknya air pada reservoir-reservoir yang ada. Delapan tahun lalu, Indonesia kurang siap sehingga dampaknya cukup berat,” tuturnya. (rn/rd)

 

 

Sumber: detik

Agustus El Nino Fenomena El Nino Indonesia
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

WALHI Aceh: Pengerukan Pasir di Jembatan Teupin Mane Langgar UU dan Ancam Keselamatan Warga

Desember 24, 2025

Bupati Aceh Timur Perintahkan Camat Akuratkan Data Korban Bencana

Desember 18, 2025

Bupati Al-Farlaky Disambut Tangis Haru Warga Simpang Jernih 

Desember 16, 2025

Jalan Desa Terputus, Bupati Al-Farlaky Salur Logistik ke Desa Arakundo dan Gampong Grong-grong

Desember 13, 2025

Sambangi Pengungsi di Bawah Jembatan Idi, Al-Farlaky: Jangan Ada yang Bilang Lapar

Desember 7, 2025

Bupati Al-Farlaky Terobos Lumpur Antar Logistik ke Peunaron dan Lokop

Desember 2, 2025

Korban Banjir Aceh Timur Mulai Terserang Penyakit Gatal, Demam dan Flu

Desember 2, 2025

Warga Lokop Aceh Timur Hampir Sepekan Kelaparan, Bantuan Hanya Bisa Via Udara

Desember 1, 2025

Ribuan Korban Terisolir, Desa Sahraja dan Sijudo di Aceh Timur Belum Dapat Diakses

Desember 1, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.