Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Dunia

Geger Dubes AS Jadi Mata-mata Kuba Selama 4 Dekade!

REDAKSIBy REDAKSIMaret 1, 20242 Mins Read
Geger Dubes AS Jadi Mata-mata Kuba Selama 4 Dekade! Maret 1, 2024
Mantan Dubes AS untuk Bolivia, Victor Manuel Rocha (kanan), berjabat tangan dengan Presiden Bolivia Hugo Banzer dalam foto tahun 2000 (dok. File photo DM/JP/HB Acquire Licensing Rights)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

MIAMI – Seorang mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Bolivia mengaku bersalah atas dakwaan menjadi mata-mata Kuba selama empat dekade. Mantan Dubes AS yang ditangkap sejak tahun lalu dan diadili di Miami ini mengubah pendiriannya yang sebelumnya bersikeras menyatakan dirinya tidak bersalah.

Seperti dilansir AFP, Jumat (1/3/2024), Victor Manuel Rocha (73) ditangkap sejak Desember tahun lalu, dalam apa yang disebut oleh para pejabat Washington sebagai “salah satu penyusupan dengan jangkauan tertinggi dan paling lama terhadap pemerintah Amerika Serikat yang dilakukan oleh agen asing.

Dua pekan lalu, Rocha mengaku tidak bersalah atas dakwaan berkonspirasi untuk bertindak sebagai agen pemerintah asing. Namun pada Kamis (29/2) waktu setempat, dia mengatakan kepada hakim Beth Bloom dalam konferensi pra-sidang bahwa dirinya ingin mengubah pembelaannya.

Baca Juga :  Perang Dekat Kiev Masih Terjadi, Warga Sempat Lihat Jet Rusia Tembakkan Rudal

Tanggal 12 April ditetapkan oleh pengadilan Miami bagi Rocha untuk secara resmi mengakui bersalah atas dakwaan yang dijeratkan dan dijatuhi hukuman.

Rocha yang merupakan warga negara AS yang dinaturalisasi dari Kolombia, menurut otoritas berwenang AS, diduga mulai membantu Havana sebagai agen rahasia Direktorat Jenderal Intelijen Kuba (DGI) tahun 1981 silam, dan aktivitas spionasenya berlanjut hingga dia ditangkap.

Jaksa Agung AS Merrick Garland, saat mengumumkan penangkapan Rocha tahun lalu, mengungkapkan bahwa mantan Dubes AS itu “berulang kali menyebut Amerika Serikat sebagai musuh” dan “berulang kali membanggakan soal betapa penting upaya yang dilakukannya”.

Baca Juga :  Pentagon Ungkap 400 Penampakan UFO Saat Rapat dengan DPR AS

Rocha bergabung dengan Departemen Luar Negeri AS sejak tahun 1981 dan kariernya melejit sebagai diplomat karier, yang sempat menjabat di pos-pos diplomatik AS di Havana, Buenos Aires, Mexico City, Republik Dominika dan Washington.

Dia bertugas di Dewan Keamanan Nasional pada tahun 1994-1995 pada era pemerintahan Presiden AS Bill Clinton, dan menjabat Duta Besar AS untuk Bolovia periode tahun 2000-2002 di bawah pemerintahan Clinton dan George W Bush. Dia juga sempat menjadi penasihat komando militer AS yang bertanggung jawab atas Kuba.

Aduan pidana terhadap Rocha membeberkan bagaimana, dalam sejumlah pertemuan dengan agen FBI yang menyamar mulai November 2022, dia “berperilaku seperti agen Kuba” dengan memuji mendiang Fidel Castro dan “menggunakan istilah ‘kami’ untuk menggambarkan dirinya dan Kuba”.

Baca Juga :  Wamenlu Amerika Apresiasi Indonesia Dukung Resolusi PBB Tentang Ukraina

Dia juga mengakui melakukan perjalanan ke Havana tahun 2016 atau 2017 untuk bertemu agen DGI yang menjadi penghubungnya dan meminta agen FBI yang menyamar itu untuk “menyampaikan salah hangat saya kepada Direccion”.

Selain Rocha, sejumlah warga AS lainnya juga ditangkap karena membocorkan rahasia kepada Kuba, antara lain Walter Kendall Myers dan Gwendolyn Myers yang didakwa tahun 2009 atas tuduhan menjadi mata-mata Kuba selama hampir 30 tahun. []

 

Sumber: detik

Dubes AS jadi Mata-mata Geger Kuba Mata-mata
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Menhan Israel Perintahkan Lanjutkan Penghancuran Terowongan Gaza

Oktober 27, 2025

WHO: Kelaparan di Gaza Tak Berkurang Sejak Gencatan Senjata

Oktober 24, 2025

Israel Serang Houthi Yaman Pakai Drone, 8 Tewas 142 Terluka

September 26, 2025

Sah! Presiden Iran Umumkan Penghentian Kerja Sama dengan Badan Nuklir PBB

Juli 2, 2025

Usai AS Serang Iran, Israel Hancur Lebur Dihujani Rudal Taheran

Juni 22, 2025

Presiden Prabowo Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Vladimir Putin

Juni 20, 2025

Suhu Ekstrem Nyaris 50 Derajat Celcius, Jelang Puncak Haji di Arafah

Juni 2, 2025

Presiden Chile Tuduh Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Jalur Gaza

Mei 22, 2025

AS dan Arab Saudi Teken Penjualan Terbesar Capai Rp 2 Kuadriliun

Mei 14, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.