Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Dunia

Kedubes Iran Beberkan Kondisi Terkini Iran, Pengganti Khamenei-Korban

REDAKSIBy REDAKSIMaret 9, 20263 Mins Read
Kedubes Iran Beberkan Kondisi Terkini Iran, Pengganti Khamenei-Korban Maret 9, 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

JAKARTA – Majelis Pakar Kepemimpinan (Majelis Khobregan Kepemimpinan) secara resmi menetapkan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran. Penunjukan ini dilakukan menyusul gugurnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu.

Dalam pernyataan pers resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta yang diterima Senin (9/3/2026), disebutkan bahwa Mojtaba Khamenei terpilih dengan perolehan lebih dari 85% suara anggota Majelis Pakar. Pemilihan ini merujuk pada Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran untuk masa jabatan delapan tahun.

Dengan adanya pengganti Khamenei, Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ini tetap berjalan kokoh. Sesaat setelah penunjukan tersebut, Iran langsung mengaktifkan langkah militer strategis di bawah komando baru.

Baca Juga :  AS dan Arab Saudi Teken Penjualan Terbesar Capai Rp 2 Kuadriliun

Iran juga mengatakan sudah melancarkan tahap ke-30 operasi baru di bawah kepemimpin Mojtaba. “Dalam konteks ini, pagi ini tahap ke-30 dari ‘Operasi Janji Setia 4’ (Va’deh Sadegh-4) dilaksanakan di bawah komando kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei terhadap wilayah-wilayah zionis Israel,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Korban

Dalam rilis tersebut, Iran memaparkan dampak signifikan dari serangan AS dan Israel selama sepuluh hari terakhir. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tewas.

Selain itu, 9.669 target sipil dilaporkan hancur. Ini mencakup 7.943 unit rumah tinggal, pusat medis, sekolah, hingga infrastruktur energi.

Serangan terhadap aset maritim Iran di perairan internasional juga disorot. Pihak Kedubes mengungkapkan bahwa kapal perang “Dena” yang tidak bersenjata diserang saat dalam perjalanan menuju India atas undangan resmi Angkatan Laut India.

Baca Juga :  Israel Akan Izinkan Umat Muslim Akses Al-Aqsa di Bulan Ramadhan

“Tanpa peringatan apa pun, kapal tersebut menjadi sasaran serangan di perairan internasional, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Tindakan Amerika ini bukan hanya merupakan sebuah kejahatan yang mengerikan, tetapi juga memperluas lingkup perang melampaui wilayah pesisir Iran serta mengancam keamanan pelayaran internasional,” tegas Kedubes Iran dalam rilisnya.

Iran Tutup Diplomasi ke AS

Dalam pernyataan sama, Iran menyatakan telah menutup pintu negosiasi dengan Washington. Kedubes Iran menyebut Amerika telah tiga kali melakukan pengkhianatan diplomasi.

Iran mencatat ini dimulai dari penarikan sepihak dari JCPOA pada 2018, serangan pada Juni 2025, hingga serangan terbaru pada 28 Februari 2026 yang terjadi tepat setelah putaran kedua perundingan. Atas dasar tersebut, Teheran menegaskan hak legalnya untuk mempertahankan integritas teritorial sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB.

Baca Juga :  Anggota Parlemen Turki Meninggal Usain Pidato Bela Palestina

“Republik Islam Iran menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk menghadapi agresi kriminal ini hingga agresi tersebut dihentikan, atau hingga Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB,” tutup pernyataan tersebut.

Kedutaan Besar Iran di Indonesia juga mengutuk keras serangan terhadap fasilitas publik seperti pesawat penumpang dan fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm. Negara itu menyerukan dunia internasional untuk mengidentifikasi para agresor. (*)

 

Sumber: cnbc

Iran Kedubes Khamenei Kondisi Terkini Pengganti
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Perundingan AS-Iran Jumat Dibatalkan, Risiko Eskalasi Meningkat

Februari 6, 2026

Menhan Israel Perintahkan Lanjutkan Penghancuran Terowongan Gaza

Oktober 27, 2025

WHO: Kelaparan di Gaza Tak Berkurang Sejak Gencatan Senjata

Oktober 24, 2025

Israel Serang Houthi Yaman Pakai Drone, 8 Tewas 142 Terluka

September 26, 2025

Sah! Presiden Iran Umumkan Penghentian Kerja Sama dengan Badan Nuklir PBB

Juli 2, 2025

Usai AS Serang Iran, Israel Hancur Lebur Dihujani Rudal Taheran

Juni 22, 2025

Presiden Prabowo Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Vladimir Putin

Juni 20, 2025

Suhu Ekstrem Nyaris 50 Derajat Celcius, Jelang Puncak Haji di Arafah

Juni 2, 2025

Presiden Chile Tuduh Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Jalur Gaza

Mei 22, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.