Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Pendidikan

Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Bantu Warga Membuat Anyaman di Aceh Timur 

REDAKSIBy REDAKSIAgustus 12, 20242 Mins Read
Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Bantu Warga Membuat Anyaman di Aceh Timur  Agustus 12, 2024
Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Bantu Warga Membuat Anyaman di Aceh Timur. (Foto: for rilisnet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

RILIS.NET, ACEH TIMUR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun dari berbagai perguruan tinggi agama Islam se-Sumatera melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur.

Diantara kegiatan pengabdian para mahasiswa melatih anyaman kerajinan tangan dari daun Pandan atau disebut juga dengan daun bengkuang.

“Kegiatan yang dilaksanakan di kampung Sunti untuk anyaman tikar dimulai dengan mengumpulkan daun bengkuang kemudian membersihkan duri-duri dari daunnya, selanjutnya direbus hingga satu jam, dan juga setelah kering baru di warnai dan di anyam,” sebut Zamzami Panglima KKN Kelompok 13, Senin (12/8/2024).

Baca Juga :  Serahkan SPK kepada 2.318 Guru PPPK, Kadisdik: Jadilah Pendidik yang Hebat

Lebih lanjut Zamzami menjelaskan, cara pembuatan anyaman daun bengkuang terlebih dahulu harus dibersihkan durinya, dirapikan ujungnya, maka dilangus (dilunakkan), dan direbus selama setu jam.

“Selanjutnya direndam semalaman, lalu dijemur dan dikeringkan, selanjutnya direbus pewarna sesuai kebutuhan dan direndam lagi selama semalaman, setelah itu baru dianyam menjadi tas ataupun tikar,” terangnya.

Baca Juga :  Prof Ismail Fahmi Jabat Rektor IAIN Langsa

Sementara itu tambahnya, warga Kampung Sunti menjelaskan, jika ada warga Desa Sunti ada anak yang sudah memasuki usia lajang maka, orang tua di sini membuat tikar dari daun bengkuang sebagai tempat hantaran yang berisi nasi, atau apapun sebagai hantaran, baik untuk anak yang laki-laki maupun perempuan.

“Bahkan ada yang baru tamat SMK langsung menikah karena sudah dimabuk cinta, maka keberadaan anyaman daun bengkuang menjadi simbol tradisi di Serbajadi. Dengan membagikan hantaran atau nasi yang dibungkus dengan tikar yang telah dibuat oleh orang tua saat anak-anak memasuki usia lajang,” pungkas Zamzami. []

Baca Juga :  Enam Anak Keluarga Miskin Putus Sekolah, Bupati Rocky jadi Orang Tua Asuh
Aceh Timur Anyaman KKN Melayu
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

5 Guru Aceh Timur Raih Penghargaan Apresiasi GTK 2025

November 5, 2025

Bupati Al-Farlaky: Dapur MBG Harus Jamin Makanan Sehat dan Higinis.

Oktober 27, 2025

Aceh Timur Sabet Dua Karya Budaya Warisan Budaya Tak Benda 2025

Oktober 11, 2025

Dr Dayyan: Kader HMI Harus Menjadikan Tauhid Sebagai Pola Pikir 

Oktober 5, 2025

Anisa Almaghfirah Siswi MAS Alwidyan Alue Lhok Raih Juara 1 pada Ajang OMI Aceh Timur

Oktober 2, 2025

Al-Farlaky Jajaki Kerjasama, Gedung Magnet School Diusulkan Jadi Kampus Baru di Aceh Timur 

September 27, 2025

Sosialisasi di Aceh Timur, DPDA Minta Tak Ada Kekerasan di Lingkungan Dayah 

Juli 23, 2025

Peringati Hardiknas 2025, Wagub Aceh Ajak Semua Pihak Wujudkan Pendidikan Bermutu

Mei 2, 2025

Pusat Riset Ilmu Kepolisian USK Gelar Seminar Nasional Bahas RUU KUHAP

April 17, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.