Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Dunia

Malawi Gaduh Isu Dukun Santet Hingga Picu Banyak Pembunuhan

REDAKSIBy REDAKSIJuli 27, 20223 Mins Read
Malawi Gaduh Isu Dukun Santet Hingga Picu Banyak Pembunuhan Juli 27, 2022
Malawi dihadapkan dengan kasus pembunuhan dan penyerangan massal yang terjadi gegara rumor praktik ilmu hitam atau santet. (Foto: AP/Thoko Chikondi)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
JAKARTA – Sebuah desa yang sepi dengan hawa tenang di pesisir Danau Malawi ternyata menyembunyikan rahasia kelam terkait ilmu hitam atau santet.
Desa itu adalah Desa Lupembe, yang menjadi saksi tragedi mengerikan pada 26 Desember 2019 lalu. Saat itu, massa yang termakan rumor praktik ilmu hitam membunuh dan menggantung sejumlah anggota sebuah keluarga yang tinggal di sana.
Peristiwa itu hanya satu dari puluhan tragedi brutal pembunuhan yang mengguncang negara Afrika selatan itu selama beberapa tahun terakhir yang dipicu rumor praktik santet atau sihir.
Rentetan tragedi nahas itu pun sampai membuat pemerintah gusar dan mendorong perubahan dramatis pada undang-undang terkait penyebaran rumor terkait praktik sihir.
Praktik ilmu hitam memang masih sangat mengakar di kalangan warga di banyak negara Afrika, terutama di kawasan sub-Sahara.
Reporter AFP berkesempatan meliput desa itu baru-baru ini dan mendengar langsung cerita warga setempat, salah satunya Walinaye Mwanguphiri.
Mwanguphiri merupakan warga Desa Lupembe sekaligus anggota keluarga korban penyerangan.
“Ratusan penduduk desa menyerbu rumah kami dari segala arah dan mulai menyerang saya, saudara laki-laki saya dan orang tua saya,” pria 36 tahun itu.
Mwanguphiri mengatakan ratusan warga desa menyerang rumahnya karena menuduh keluarganya melakukan praktik ilmu hitam hingga membuat anak sepupunya meninggal dunia.
Mwanguphiri mengaku berhasil selamat setelah kabur dari penyerbuan itu. Namun, saudara laki-laki, orang tua, hingga tantenya terbunuh.
Mwanguphiri bercerita serbuan tersebut terjadi kala keluarganya berkumpul di kuburan massal desa untuk mengubur anak laki-laki sepupunya yang meninggal setelah tak lama sakit.
Namun, penduduk desa percaya keluarga Mwanguphiri sengaja membunuh anak sepupunya tersebut dengan sihir hitam atau santet.
Mwanguphiri mengatakan ia berhasil menghindar dari kerumunan dan berlari kabur dari desa itu, meninggalkan orang tua dan saudara laki-lakinya, yang meninggal karena dipukuli massa.
“Saya selamat dalam kesempatan yang kecil,” kata pria itu.
Mwanguphiri juga menuturkan kerumunan warga menghancurkan rumahnya, rumah saudara laki-lakinya, dan rumah tantenya sebelum bubar.
Penegak hukum sempat menangkap sejumlah penduduk desa, tetapi kemudian membebaskan mereka, kata Mwanguphiri.
Sampai saat ini, Mwanguphiri tidak mengetahui apa yang menyebabkan rumor ‘pembunuhan’ tersebut.

Mwanguphiri sendiri baru bisa kembali ke Lupembe setahun setelah insiden itu terjadi. Ia kemudian mengurus kelima anak saudaranya yang kini yatim-piatu.

“Meski sulit bagi kami tinggal di sini setelah apa yang terjadi, kami tak memiliki pilihan lain karena ini adalah satu-satunya rumah yang kami tahu. Kami tak memiliki tempat lain untuk pergi,” katanya.
Keluarga Mwanguphiri merupakan satu dari puluhan korban lain dalam kasus pembunuhan imbas rumor ilmu hitam di Malawi.
Berdasarkan data Pusat Hak Asasi Manusia dan Rehabilitasi (CHRR), sejak 2019, kerumunan warga desa telah membunuh setidaknya 75 orang karena diduga terlibat dengan ilmu hitam.
Tak hanya itu, staf Perserikatan Bangsa-Bangsa di selatan Malawi sempat harus dipulangkan. Setidaknya tujuh orang dibunuh kala rumor terkait vampir muncul di daerah itu.
Bahkan pada pekan lalu, media lokal melaporkan sejumlah warga di Dedza, Malawi tengah, membunuh seorang kepala desa karena diduga menggunakan santet untuk membunuh keponakannya.
Sumber: CNNIndonesia
Baca Juga :  Lebih dari 60 Penerbangan di Jepang Dibatalkan Terkait Ancaman Bom
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Menhan Israel Perintahkan Lanjutkan Penghancuran Terowongan Gaza

Oktober 27, 2025

WHO: Kelaparan di Gaza Tak Berkurang Sejak Gencatan Senjata

Oktober 24, 2025

Israel Serang Houthi Yaman Pakai Drone, 8 Tewas 142 Terluka

September 26, 2025

Sah! Presiden Iran Umumkan Penghentian Kerja Sama dengan Badan Nuklir PBB

Juli 2, 2025

Usai AS Serang Iran, Israel Hancur Lebur Dihujani Rudal Taheran

Juni 22, 2025

Presiden Prabowo Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Vladimir Putin

Juni 20, 2025

Suhu Ekstrem Nyaris 50 Derajat Celcius, Jelang Puncak Haji di Arafah

Juni 2, 2025

Presiden Chile Tuduh Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Jalur Gaza

Mei 22, 2025

AS dan Arab Saudi Teken Penjualan Terbesar Capai Rp 2 Kuadriliun

Mei 14, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.