RILIS.NET, ACEH TIMUR – Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peureulak yang membelah sejumlah desa di kawasan ini memang kelihatan tampak tenang, namun siapa sangka Sungai yang menjadi vital bagi Perumda Tirta Peusada (BUMD) Aceh Timur ini terkesan angker dan kerap menelan korban.
Ada banyak kasus hilangnya nyawa manusia di sungai berair tawar ini, mulai dari hilang akibat tenggelam sampai ada yang dimakan oleh predator penghuni sungai seperti buaya.
Informasi yang dihimpun RILIS.NET pada Sabtu, 20 September 2025 menyebutkan, seorang remaja yang masih sekolah SMP asal Desa Blang Balok, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur kembali menjadi korban di sungai Peureulak ini.
Dia dilaporkan tenggelam di sungai itu saat bermain. Korban bernama Zulfan (14), korban dilaporkan tenggelam pada Sabtu (20/9/2025), sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat ini petugas dari dari TNI-Polri serta BPBD dan RAPI dan masyarakat sekitar turut melakukan pencarian terhadap korban, namun sampai saat ini belum ditemukan.
“Memperoleh informasi adanya warga tenggelam di Sungai Peureulak, kami bersama anggota langsung menuju ke lokasi kejadian bersama anggota Koramil 04/PLK serta berkordinasi dengan BPBD Kabupaten Aceh Timur,” ungkap AKP Muslim.
Disebutkan, kejadian bermula saat Zulfan yang merupakan seorang pelajar, bermain bersama tiga orang temannya di sungai setelah pulang sekolah, sekitar pukul 14.15 WIB.
Mereka berenang dengan cara melompat dari perahu penangkap ikan yang sedang bersandar di pinggir sungai.
“Namun, pada pukul 15.20 WIB, ketiga teman Zulfan memutuskan untuk menyudahi permainan dan naik kembali ke perahu. Saat itu, mereka menyadari Zulfan tidak terlihat lagi. Setelah berusaha mencari di sekitar perahu, mereka melaporkan hilangnya Zulfan kepada warga setempat,” ungkap Kapolsek.
Setelah dilakukan penyisiran pada sungai tersebut hingga menjelang Maghrib, korban belum ditemukan ditambah upaya pencarian terhambat karena kondisi air sungai yang masih pasang.
“Untuk sementara pencarian dihentikan pada pukul 18.40 WIB dan dilanjutkan selepas Sholat Isya akan tetapi hingga pukul 23.00 WIB belum juga ditemukan dan pencarian akan kembali dilakukan esok hari.” Terang Kapolsek Peureulak AKP Muslim Siregar.
Sebelumnya, pada Juni 2025 Lalu, seorang warga bernama Iskandar (32) meninggal dunia, setelah diterkam buaya saat mencari kerang di aliran sungai Peureulak kawasan Desa Leubok Pempeng.
Tak hanya itu, pada Juni 2024 lalu sungai Peureulak juga menelan korban yakni, M Yunus (68) warga Desa Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, ditemukan tewas diduga usai diterkam buaya di Sungai Peureulak.
Kapolsek Ranto Peureulak Iptu Andi Ananta Grilya Utama saat itu menyebutkan, korban awalnya pamit dengan istrinya Dimyam (64) pada Kamis pagi, untuk mandi di sungai belakang rumah mereka, namun tak kunjung pulang.
Usai dilakukan pencarian jasad korban kemudian ditemukan terapung dan diduga dimangsa buaya yang menghuni sungai Peureulak.
Korban lainnya adalah Rifky (22), dilaporkan tenggelam saat sedang mencari kerang di Krung atau Sungai Peureulak, Desa Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.
Rifky merupakan warga Desa Alue Dua, Kecamatan Ranto Peureulak. Kejadian tragis ini terjadi pada Kamis, 25 Juli 2024 sekitar pukul 12.30 WIB.
Peristiwa hilangnya warga di sungai Peureulak memang kerap terjadi, baik itu tenggelam atau pun yang diterkam buaya. Namun untuk korban remaja SMP asal desa Blang Balok ini belum dapat di simpulkan, karena masih dalam pencarian petugas dan warga sekitar, warga sejauh ini terus melakukan pencarian dan berharap agar korban ditemukan dengan selamat. (rn/my)
Editor: Mahyud

