Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Berita

Warga OKI Terus Buru Harta Karun, Alur Sejarah Sriwijaya Terancam Putus

REDAKSIBy REDAKSIOktober 8, 20192 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
Warga OKI Terus Buru Harta Karun, Alur Sejarah Sriwijaya Terancam Putus Oktober 8, 2019
Warga buru Harta Karun. ©2019 Merdeka.com/Irwanto
Perburuan harta karun di lahan gambut yang dilakukan warga Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akan berdampak pada sejarah Kerajaan Sriwijaya. Alur peradaban masa lalu rentan terputus lantaran buktinya sudah punah.
Arkeolog Badan Arkeologi Sumsel Retno Purwanti mengungkapkan, saat ini peneliti tengah merangkai alur sejarah Sriwijaya di Sumsel yang diyakini menjadi pusat kerajaan. Perburuan peninggalannya oleh warga akan menyulitkan pendataan.
“Akan rentan konteks sejarah hilang jika terus diburu, kita kesulitan mencari bukti, apalagi sekarang tengah dirangkai alur sejarah Kerajaan Sriwijaya di Sumsel,” ungkap Retno, Senin (7/10).
Menurutnya, dalam peraturan perundang-undangan pemerintah tidak mesti memiliki benda peninggalan yang bisa ditetapkan cagar budaya. Namun pemilik perorangan diimbau melaporkan penemuan barang-barang tersebut agar dilakukan penelitian.
Warga OKI Terus Buru Harta Karun, Alur Sejarah Sriwijaya Terancam Putus Oktober 8, 2019

©2019 Merdeka.com/Irwanto

“Kalau dilaporkan bisa didaftar, nanti bisa kita data dan diteliti, berasal dari mana barang-barang itu,” ujarnya.
Retno menyayangkan sikap pemerintah setempat yang dinilai tidak segera mengambil kebijakan dalam mengatasi fenomena perburuan harta karun. Padahal, kegiatan itu sudah berlangsung sejak 15 tahun lalu sehingga sudah banyak barang yang ditemukan tak lagi diketahui keberadaannya.
“Mestinya kepala desa melapor ke Dinas Kebudayaan, tapi tidak dilakukan. Mungkin kurang paham sejarah. Berbeda dengan orang Jambi, kesadaran mereka sangat tinggi, makanya museum di sana banyak isinya karena diserahkan ke penemu,” kata dia.
Diketahui, warga Kecamatan Tulung Selapan dan Cengal, Kabupaten OKI, sibuk berburu harta karun di lahan gambut, yang telah dilakukan sejak 15 tahun lalu. Barang yang ditemukan seperti lempengan berbahan emas, perunggu, dan barang-barang lain yang disinyalir peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Baca Juga :  Vironika Koman Ditetapkan Tersangka Kasus Provokasi Mahasiswa Papua

(Merdeka.com).

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Terima Penghargaan ILMA 2026, Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

Oktober 16, 2026

Merasa Iba, Camat Ranto Peureulak Hadiahkan Sepatu Baru untuk PNS

Oktober 16, 2026

BMKG Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumut

Oktober 10, 2026

Bupati Al-Farlaky Perjuangkan Pengembangan Kawasan Monisa Peureulak ke Kementerian Kebudayaan

Agustus 20, 2026

Bupati Al-Farlaky Paparkan Potensi Tikar dan Tenun Aceh Timur pada Menteri Ekonomi Kreatif

Agustus 3, 2026

Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam  Pertama Asia Tenggara di Peureulak

Juni 17, 2026

Open House di Kediaman Bupati Al-Farlaky Dipadati Ribuan Warga

Mei 27, 2026

Akademisi IAIN Langsa Apresiasi Bupati Al-Farlaky Tanggung Biaya Pengobatan Warga Miskin

Mei 15, 2026

Mantan Sekda Aceh Timur T Syahril Kukuhkan Forum Komunikasi Peureulak 70

Mei 9, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.