RILIS.NET, ACEH TIMUR – Sejumlah korban banjir di kecamatan Peunaron, Aceh Timur saat ini nasibnya semakin memprihatinkan, selain kekurangan stok makanan, sejumlah warga sudah mulai diserang penyakit gatal, demam, batuk dan flu.
Selain itu, masyarakat di pedalaman Aceh Timur juga mengkonsumsi air banjir dan sungai yang ada di sana, akibat tidak tersedianya air bersih.
Informasi ini diperoleh RILIS.NET dari Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky pada Selasa, 2 Desember 2025. “Informasi ini berdasarkan laporan hasil rapat Muspika, Keuchik serta KPA dari Peunaron,” kata Bupati Al-Farlaky. Selasa (2/12/2025).
Dari hasil laporan Muspika di kecamatan Peunaron, masyarakat juga tidak memiliki stok beras maupun bahan baku lainnya. Tak hanya itu, stok BBM juga tidak ada, sehingga warga kesulitan untuk bergerak.
Berbagai upaya penanganan juga turut dilakukan oleh pihak Muspika Peunaron, mereka juga mendirikan posko bencana serta dibuatnya dapur umum, walaupun mengaku tidak ada stok bahan makanan yang dapat dimasak.
“Selain itu, posko kesehatan juga turut didirikan. Sedangkan BBM dan gas LPG kosong total. Mobilisasi warga berkurang 90 persen,’ sambung Bupati Al-Farlaky.
“Bantuan juga sudah mulai digalang oleh Muspika, bahkan 5 goni pakaian untuk warga dan anak-anak sudah mulai di bawa ke Lokop,” sambung Al-Farlaky.
Dari amatan RILIS.NET di lokasi, Bupati Al-Farlaky juga telah memanggil semua kepala OPD dan juga Camat, untuk melakukan upaya-upaya penanganan kepada korban.
Mereka para pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Timur ini dibariskan di depan pendopo Idi Rayeuk, meski dalam kondisi sedang diguyur hujan lebat.
Bupati Al-Farlaky pada Selasa, 12 Desember, hari ini kembali bergerak untuk menerobos ke lokasi yang masih terperangkap, untuk mengantarkan bantuan logistik.
Bantuan helikopter juga turut disampaikan kepada BNPB posko perwakilan untuk Aceh Timur, transportasi udara ini sangat dibutuhkan untuk mengantarkan logistik ke kawasan Lokop, Serbajadi maupun Simpang Jernih, yang dianggap masih dalam kondisi darurat.
Hari ini, Selasa 2 Desember 2025, Bupati Aceh Timur kembali menyusuri pedalaman Aceh Timur seperti kecamatan Peunaron, tim yang dibentuk juga menuju ke lokasi kecamatan pedalaman Pante Bidari, yang di pimpin oleh Dandim Aceh Timur dan Danyon Peudawa.
Sedangkan ke kecamatan Banda Aceh dan Idi Tunong ada Kapolres beserta Wakil Bupati untuk mengantarkan bantuan logistik kepada para pengungsi.
“Hari ini kami akan menembus empat kecamatan, yang paling urgen kita menembus adalah Peunaron dan kecamatan Lokop. Peunaron akan saya pimpin, kemudian untuk Sahraja dan Sijudo Pante Bidari pak Dandim sudah bergerak bersama dengan tim SAR. Ada dua titik lokasi yang belum teridentifikasi sebelumnya, Alhamdulillah sudah teridentifikasi bahwa mereka masih hidup, dan memerlukan bantuan saat ini,” pungkas Al-Farlaky. (rn/my)
Editor: Mahyud

