Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Dunia

Bukan LCS, Ada Pangkalan Militer Baru China Lagi di Dekat RI

REDAKSIBy REDAKSIMaret 1, 20232 Mins Read
Bukan LCS, Ada Pangkalan Militer Baru China Lagi di Dekat RI Maret 1, 2023
Foto: Pesisir di sekitar Sihanoukville, Kamboja, menunjukkan perkembangan signifikan dari pangkalan angkatan laut yang didanai China yang akan membantu Beijing. (Tangkapan Layar Google Earth)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

JAKARTA – China baru-baru ini dilaporkan telah membuat sebuah pangkalan militer baru di Asia Tenggara. Ini bukan terkait pangkalan militer yang berdiri di Kepulauan Sparty, Laut China Selatan (LCS).

Pangkalan militer baru terletak persis di negara tetangga RI, Kamboja. Beberapa foto satelit memperlihatkan bagaimana kondisi pangkalan yang diketahui berada di Provinsi Sihanoukville di Teluk Thailand itu.

Dalam laporan Radio Free Asia dikutip Rabu (1/3/2023), gambar satelit baru-baru ini yang diambil dari daerah pesisir di sekitar wilayah itu. Ditunjukkan bagaimana perkembangan signifikan telah terjadi dalam pembangunan pangkalan militer Angkatan Laut Ream.

Ini dibandingkan dengan gambar Google Earth dari 1 Juli 2022, ketika proyek pengembangan baru saja dimulai. Pangkalan angkatan laut sekarang memiliki dua dermaga baru.

Baca Juga :  Usai AS Serang Iran, Israel Hancur Lebur Dihujani Rudal Taheran

“Sejumlah struktur baru telah dibangun di tengah pangkalan, salah satunya menyerupai pabrik semen untuk menyediakan keseluruhan proyek,” menurut Rekan Senior Program Pertahanan di Pusat Keamanan Amerika Baru, Tom Shugart.

Meski begitu, dua dermaga baru tampaknya bersifat sementara. Itu diyakini untuk mengangkut bahan dan peralatan konstruksi dan bukan dermaga angkatan laut untuk kapal perang.

“Hanya dalam enam bulan, dua area besar telah dibuka untuk pembangunan fasilitas di tengah dan tenggara, yang terakhir seluas sekitar 66 hektar. Area yang dibersihkan di tengah sekitar 28 hektar, atau lebih dari 15% dari total luas lahan Ream,” menurut Inisiatif Transparansi Maritim Asia di Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS).

Baca Juga :  Kamp Pengungsi Tepi Barat Diserang Israel, 13 Warga Sipil Meninggal Dunia

Sebenarnya, Wall Street Journal pernah melaporkan pada 2019 bahwa Kamboja dan Beijing telah menandatangani kesepakatan rahasia. Perjanjian dilaporkan untuk mengizinkan militer China menggunakan sebagian dari pangkalan militer.

Kamboja sebenarnya telah berulang kali membantahnya. Negara itu mengatakan bahwa akses militer eksklusif pada negara asing akan bertentangan dengan konstitusi negara.

Namun, pada Juni tahun lalu, kedua negara memulai proyek untuk mengembangkan Pangkalan Angkatan Laut Ream, di Sihanoukville. Ini menggunakan dana China.

Sementara itu, berdirinya pangkalan udara tersebut menuai kekhawatiran dari beberapa pihak. Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) memaparkan kepada bahwa pangkalan ini memungkinkan Beijing memperluas patroli melintasi LCS menuju Selat Taiwan dan sekitarnya.

Baca Juga :  Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas Dibunuh di Iran

Selain itu, analis juga mempertanyakan hubungan antara pangkalan angkatan laut dan Bandara Internasional Dara Sakor. Bandara ini terletak 60 kilometer jauhnya dari pangkalan Ream dan diperkirakan akan segera memulai operasi komersial.

Bandara ini dibangun oleh perusahaan China, Union Group, dengan dana dari Beijing dan merupakan rumah bagi landasan pacu terpanjang di Kamboja. Para pejabat AS dilaporkan mengemukakan kekhawatiran bahwa bandara tersebut berpotensi digunakan oleh Angkatan Udara China.*

 

 

Sumber: CNN Indonesia 

China Dekat RI Pangkalan Militer Baru
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Menhan Israel Perintahkan Lanjutkan Penghancuran Terowongan Gaza

Oktober 27, 2025

WHO: Kelaparan di Gaza Tak Berkurang Sejak Gencatan Senjata

Oktober 24, 2025

Israel Serang Houthi Yaman Pakai Drone, 8 Tewas 142 Terluka

September 26, 2025

Sah! Presiden Iran Umumkan Penghentian Kerja Sama dengan Badan Nuklir PBB

Juli 2, 2025

Usai AS Serang Iran, Israel Hancur Lebur Dihujani Rudal Taheran

Juni 22, 2025

Presiden Prabowo Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Vladimir Putin

Juni 20, 2025

Suhu Ekstrem Nyaris 50 Derajat Celcius, Jelang Puncak Haji di Arafah

Juni 2, 2025

Presiden Chile Tuduh Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Jalur Gaza

Mei 22, 2025

AS dan Arab Saudi Teken Penjualan Terbesar Capai Rp 2 Kuadriliun

Mei 14, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.