Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Berita

Nadiem: Indonesia Telat Buka Sekolah Dibanding Negara Lain

REDAKSIBy REDAKSIAgustus 12, 20202 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
Nadiem: Indonesia Telat Buka Sekolah Dibanding Negara Lain Agustus 12, 2020
Foto: CNN Indonesia / Safir Makki
RILIS.NET, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan Indonesia termasuk telat membuka sekolah dibanding dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara saat pandemi virus corona (Covid-19).

Hal itu Nadiem sampaikan merespons kritik atas kebijakannya mengizinkan pembelajaran tatap muka di sekolah yang berada di zona kuning atau risiko rendah dan hijau alias aman Covid-19.

“Di satu sisi memang bisa dilihat pilihan yang berani (membuka sekolah di tengah pademi). Tapi di sisi lain, kita juga bisa lihat kita telat. Jika kita lihat negara di Asia Tenggara, kita negara terakhir kedua yang membuka kembali sekolah,” kata Nadiem melalui konferensi video dalam diskusi berbahasa Inggris, Rabu (12/8/2020).

Nadiem mengatakan kebanyakan kota besar di Indonesia juga belum melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Ia menilai keputusannya dalam membuka sekolah kembali di tengah pandemi virus corona merupakan langkah yang konservatif Dampak Negatif Lebih lanjut, Nadiem khawatir muncul dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) terhadap pendidikan Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengambil kebijakan membuka sekolah meskipun kasus Covid-19 masih terus bertambah. Menurut Nadiem, dari kasus yang dialami negara lain di masa lalu, banyak studi menemukan dampak signifikan ketika siswa tidak dapat bersekolah tatap muka dalam waktu yang panjang.

Ia menyebut para siswa bisa terkena dampak psikologis, mulai dari stres, kesepian sampai ketegangan dengan orang tua dan keluarga. Untuk itu, Nadiem menilai siswa harus secepatnya kembali ke sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Nadiem memahami kebijakannya menuai banyak kritik. Ia mengakui keputusannya itu berisiko di sisi keamanan dan kesehatan warga sekolah. Menurutnya, kritik akan selalu datang dari setiap kebijakan yang diambil.

“Ketika kami memutuskan PJJ, begitu banyak kritik dari siswa dan orang tua yang tidak mampu membeli kuota. Mereka bilang tolong biarkan kami ke sekolah sesekali. Selalu akan ada dua opini dalam hal ini,” katanya.

Sebelumnya kritik terhadap kebijakan Nadiem membuka sekolah di zona hijau berdatangan dari guru dan organisasi pendidikan. Mereka khawatir pembukaan sekolah akan menjadi klaster baru penyebaran virus corona.

Sumber: CNN Indonesia

Baca Juga :  Terlibat Kecelakaan Pengendara Honda Beat Meninggal Dunia di Aceh Timur
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Bupati Al-Farlaky Laporkan Kerusakan RSUD dan Puskesmas pada Menkes

Desember 27, 2025

WALHI Aceh: Pengerukan Pasir di Jembatan Teupin Mane Langgar UU dan Ancam Keselamatan Warga

Desember 24, 2025

114 Siswa Diktukba Polri Dilantik di SPN Polda Aceh

Desember 24, 2025

Demonstrasi di Banda Aceh, Warga Kibarkan Bendera Putih

Desember 18, 2025

BNPB Minta Data Kerugian Warga yang Terkena Bencana Dipercepat 

Desember 18, 2025

Kapolda Aceh Dampingi Wapres Gibran Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Pidie Jaya

Desember 17, 2025

Layanan RSUD Langsa Berangsur Beroperasi Kembali

Desember 11, 2025

Bupati Al-Farlaky Bawa Relawan Medis , dan Logistik ke Gampong Cek Mbon Peureulak 

Desember 9, 2025

Polda Aceh Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Simpang Jernih Aceh Timur

Desember 6, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.