Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Ragam

Ahmad Doli Kurnia: Jika HMI Mati Maka KAHMI Dipastikan Juga Akan Mati

REDAKSIBy REDAKSISeptember 26, 20225 Mins Read
Ahmad Doli Kurnia: Jika HMI Mati Maka KAHMI Dipastikan Juga Akan Mati September 26, 2022
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

RILIS.NET, BANDA ACEH – Presidium Pusat Korps Alumni HMI (KAHMI) Dr H Ahmad Doli Kurnia Tandjung SSi MT mengatakan, Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus tetap hidup dan mengalir seperti layaknya mata air yang jernih, dan dapat membawa keberkahan bagi ummat dan bangsa. Namun menurut politisi nasional ini, jika HMI itu mati maka, KAHMI dapat dipastikan juga akan mati.

“Kita harus sadar betul bahwa KAHMI ini ada karena adanya HMI, tidak mungkin KAHMI itu lahar tanpa adanya HMI. Nah, kalau kita bangga dengan KAHMI dan harus tetap menjaga eksistensi HMI, karena kalau HMI mati maka dapat dipastikan KAHMI juga akan mati,” kata Ahmad Doli Kurnia Tanjong, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Majelis Wilayah KAHMI Ke VI di Amel Convention Hall Banda Aceh, Minggu (25/9/2022), malam.

Oleh sebab itu, jika HMI diumpamakan sebagai sumber mata air, tambah Ahmad Doli Kurnia Tanjung, maka kemurnian sumber mata air harus dijaga dengan baik mulai dari hulu sampai ke hilir, agar tetap murni dan tidak boleh dikotori.

Sebelumnya, Presidium Majelis Wilayah KAHMI Aceh Zulfikar Lindan pada sambutannya menuturkan, Muswil KAHMI Aceh sebenarnya ajang silaturahmi para mantan kader HMI yang ada di Aceh, untuk itu ia berharap agar kekompakan harus tetap dijaga.

“Potensi yang paling besar yang harus dimiliki adalah kekompakan. Dengan ada kekompakan adanya rasa sayang, dengan ada kekompakan adanya rasa cinta, dan dengan adanya kekompakan itu juga maka, gedung KAHMI juga telah berhasil kita bangun,” ujar Zulfikar Lindan.

Baca Juga :  Sedang Ikut Tes CPNS, Rumah Sekdes di Aceh Timur Ludes Terbakar

Bang Jol, sapaan akrab Zulfikar Lindan ini juga meminta kepada keluarga besar KAHMI yang ada di Aceh ini untuk tetap memupuk rasa persaudaraan, dan persatuan. “Jangan sampai kita terpecah belah sesama Alumni,” harap Zulfikar.

Begitupun, gedung KAHMI Aceh yang telah selesai dibangun beberapa waktu lalu itu, Zulfikar meminta agar dapat dirawat dengan baik sebagai tempat berproses berbagai kegiatan intelektual yang dilaksanakan oleh KAHMI maupun HMI.

Sementara itu Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten l Sekda Aceh Iskandar AP MSi mengatakan, pengkaderan adalah simbol pembinaan dan keberlanjutan organisasi.

Menurutnya, tidak ada satupun organisasi yang kuat tanpa memiliki sistem pengkaderan yang baik. “Dalam hal pengkaderan ini, tak bisa disangkal lagi bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah salah satu yang terbaik,” sebutnya.

“Terbukti, sejak berdiri tahun 1947, HMI tetap mampu menunjukkan jati diri sebagai organisas mahasiswa yang selalu diperhitungkan di negeri ini,” kata Iskandar.

Ia menambahkan, Loyalitas anggota HMI terhadap organisasinya tidak perlu diragukan lagi. Meski sudah tidak lagi merjadi anggota HMI, para alumni HMI itu masih aktif membangun kebersamaan dalam sebuah wadah yang disebut Korps Alumni HMI atau disingkat KAHMI.

Baca Juga :  Dihadiri Wali Nanggroe, Acara Resepsi Ambia Putra Panglima GAM Ishak Daud Meriah
Ahmad Doli Kurnia: Jika HMI Mati Maka KAHMI Dipastikan Juga Akan Mati September 26, 2022
Muswil KAHMI Aceh Ke VI, Banda Aceh (25/9/2022)

Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang pernah aktif di dalam HMI tidak akan pernah lekang termakan zaman, tidak pernah surut oleh usia, dan tidak pernah pudar oleh pergantian rezim.

“Tak mengherankan, jika gerak dan langkah KAHMI kerap mendapat perhatian banyak pihak, apalagi anggotanya tersebar di berbagai bidang, dan tak sedikit yang memiliki posisi penting dan terhormat di masyarakat, yang suara dan pendapatnya diperhitungkan oleh rakyat dan pemerintah,” pungkasnya.

Menjadi anggota KAHMI tambah Iskandar, berarti memiliki jaringan persahabatan yang kuat dan unik. KAHMI adalah wadah tempat berbagi pengetahuan, dari senior kepada junior.

Ia juga menyebutkan, sebuah melting pot dari sekian banyak potensi, yang sanggup menciptakan iklim sehat bagi semakin bertumbuhnya bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Salah satu anggota KAHMI yang secara signifikan mengangkat dunia keilmuan Islam dimata dunia, sebut Iskandar, baru saja meninggalkan kita semua.

“Beliau adalah Profesor Azyumardi Azra, anak bangsa yang mendapat gelar ksatria dari Kerajaan Inggris Raya karena sumbangannya yang sangat berharga pada ilmu pengetahuan. Semangat Sir Azyumard Azra menyebarkan Ilmu sungguh patut diteladani, pada tahun 2002, beliau memperoleh penghargaan dari Penerbit Mizan, Bandung, sebagai Penulis Paling Produktif.

Dalam tahun 1999 saja, ia meluncurkan enam buku tulisannya, atau rata-rata satu buku dalam dua bulan.

Baca Juga :  Ratusan Pengungsi Rohingya Kembali Mendarat di Aceh Timur

‘Ini adalah contoh luar biasa bagi para anggota KAHMI. Zaman boleh semakin maju, gawai boleh semakin canggih, namun membaca masih tetap menjadi kegiatan inteletual manusia yang paling dihormati. Karena itu, sebagai anggota dari sebuah perhimpunan kaum intelektual, sungguh tepat rasanya bila anggota KAHMI menjadi motor utama dari gerakar gemar menulis dan gemar membaca buku.

Menurutnya, pelaksaan Musyawarah Wilayah KAHMI ini adalah momen untuk memperkuat organisasi melalui pemilihan pengurus baru.

“Untuk itu, atas nama Pemerintah Aceh saya mengucapkan selamat bermusyawarah kepada segenap keluarga besar KAHMI Aceh. Semoga proses musyawarah ini berlangsung lancar, dan keberadaan KAHMI bisa lebih diperkuat di Aceh, sehingga tercipta organisasi yang kuat dan tangguh, yang mampu mendorong terjadinya perubahan yang semakin baik di daerah kita,” ujar Pj Gubernur Aceh dalam pidatonya yang dibacakan oleh Iskandar.

Acara Muswil Majelis Wilayah, Korps Alumni HMI Aceh yang Ke IV ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, yang dimulai sejak Minggu 25 – 26 September 2022. Dalam acara ini selain dihadiri oleh tokoh nasional seperti Ahmad Doli Kurnia Tandjung, M Nasir Djamil, Teuku Taufikul Hadi, juga turut dihadiri oleh ratusan tokoh Aceh lainnya yang tergabung dalam wadah Korps Alumni HMI (KAHMI) Aceh. (rn/red)

Penulis: Mahyuddin 

Ahmad Doli Kurnia Tandjung Banda Aceh HMI KAHMI Muswil KAHMI Aceh
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Sempat Tertunda, Musrenbang Desa di Kecamatan Ranto Peureulak Tuntas

Januari 29, 2026

Petani yang Perbaiki Sawah Sendiri Diberi Insentif Rp 100.000 Per Hari di Aceh Utara

Januari 15, 2026

Agar Lancar Layanan Publik, Bupati Al-Farlaky Bentuk Satgas Pemulihan Administrasi

Januari 4, 2026

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Menginap dan Makan di Lokasi Pengungsi

Januari 1, 2026

Bupati Al-Farlaky Laporkan Kerusakan RSUD dan Puskesmas pada Menkes

Desember 27, 2025

Nelayan Aceh Timur Terima Bantuan Perahu Motor, Jaring, Fiber dan Cool Box 

Desember 26, 2025

Masyarakat Geumpang Pidie Antar Bantuan ke Aceh Timur, Al-Farlaky Ucapkan Terimakasih

Desember 26, 2025

Bupati Al-Farlaky Kembali Antar Bantuan ke Pengungsi, Camat Diminta Percepat Data

Desember 24, 2025

WALHI Aceh: Pengerukan Pasir di Jembatan Teupin Mane Langgar UU dan Ancam Keselamatan Warga

Desember 24, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.