Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
BENCANA BANJIR

Bupati Al-Farlaky Resmikan Jembatan Bailey di Nurussalam Aceh Timur 

REDAKSIBy REDAKSIJanuari 15, 20263 Mins Read
Bupati Al-Farlaky Resmikan Jembatan Bailey di Nurussalam Aceh Timur  Januari 15, 2026
Foto: Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi meresmikan jembatan Bailey di Baroh Bugeng, kecamatan Nurussalam, Aceh Timur. Kamis (15/1/2026).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

RILIS.NET, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi meresmikan jembatan Bailey di Gampong Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Kamis (15/1/2026).

Jembatan tersebut menjadi akses penghubung antara Gampong Baroh Bugeng dan Peulawi yang sebelumnya putus dan rusak parah akibat terjangan banjir.

Jembatan Bailey yang diresmikan memiliki panjang 13 meter dan lebar 4 meter. Bupati Al-Farlaky berharap keberadaan jembatan ini dapat kembali menunjang aktivitas masyarakat serta memperlancar roda perekonomian warga, mengingat kawasan tersebut merupakan wilayah terdampak banjir di Kecamatan Nurussalam yang dikenal masyarakat lokal dengan sebutan Bagok.

Hadir dalam peresmian itu yakni unsur Muspika Kecamatan Nurussalam, dan perangkat Gampong.

“Jembatan ini panjangnya 13 meter dan lebarnya 4 meter. Kita harap dengan terbangunnya jembatan ini, masyarakat bisa kembali beraktivitas sehari-hari, termasuk memperlancar roda ekonomi warga,” ujar Bupati Al-Farlaky kepada awak media di lokasi peresmian.

Baca Juga :  Bupati Al-Farlaky Disambut Tangis Haru Warga Simpang Jernih 

Bupati menjelaskan, pembangunan jembatan Bailey tersebut merupakan bagian dari program pemasangan sekitar delapan unit jembatan Bailey yang ditangani oleh Kementerian Pertahanan dan dikerjakan oleh personel TNI dari Jakarta.

Saat ini, pembangunan jembatan Bailey difokuskan di dua lokasi di Kecamatan Nurussalam, yakni di Baroh Bugeng dan Gampong Seneubok Rambong, yang keduanya menghubungkan antar Gampong terdampak banjir.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga telah mengusulkan pembangunan jembatan di sejumlah lokasi lainnya, termasuk jembatan gantung di kawasan Simpang Jernih yang menghubungkan Gampong Batu Sumbang dengan Pantai Kera. Usulan tersebut juga melibatkan dukungan dari Kementerian Pertahanan dan TNI.

Baca Juga :  Bupati Al-Farlaky Laporkan Kerusakan RSUD dan Puskesmas pada Menkes

Namun demikian, Al-Farlaky mengakui tidak semua lokasi memungkinkan untuk dibangun jembatan Bailey karena kondisi konstruksi tanah.

Untuk wilayah tertentu, solusi alternatif yang digunakan adalah pembangunan Aramco, yakni gorong-gorong baja berukuran besar yang ditanam di dalam tanah agar aliran air tetap lancar dan kemudian ditimbun.

“Salah satu Aramco yang sudah kita bangun berada di kawasan Gunung Putus Penaron yang menghubungkan Penaron dengan Lokop,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini terus melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi jembatan yang kondisinya kritis.

Pihaknya kembali mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan agar pembangunan infrastruktur darurat dapat segera dilakukan oleh TNI di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Al-Farlaky juga memaparkan progres pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir.

Baca Juga :  JASA: Katua HMI Langsa Jangan Jadi Penjilat Walikota 

Ia menyebutkan bahwa pembangunan Huntara terus dikejar dan dalam waktu dekat akan meresmikan salah satu Huntara di Desa Pante Rambung, Kecamatan Pante Bidari, yang dikerjakan oleh BNPB.

“Untuk beberapa lokasi lainnya, saat ini masih dalam proses penggarapan lahan karena lahannya milik perorangan, swasta, maupun HGU. Proses administrasi sudah kita kebut dan pembangunannya akan segera dilakukan,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, pembangunan Huntara di wilayah Lokop, Simpang Jernih, Simpang Ulim, dan Pante Bidari telah mencapai progres hampir 80 persen.

“Bahkan, di beberapa titik hunian sementara tersebut sudah siap dan dapat segera digunakan oleh masyarakat terdampak banjir,” demikian tutup Bupati Al-Farlaky. (*)

Bupati Al-Farlaky Jembatan Bailey Resmikan
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

BNPB Salurkan DTH untuk Warga Dampak Banjir di Lhokseumawe

Januari 31, 2026

Bupati Al-Farlaky Minta Provinsi Percepat Pembangunan Ruas Jalan Peureulak – Pinding Blang Kejren

Januari 27, 2026

Bupati Al-Farlaky Resmikan 35 Huntara di Arakundo Simpang Ulim

Januari 24, 2026

Bupati Al-Farlaky Dampingi Mendagri Kunjungi Desa Sahraja di Pedalaman Aceh Timur 

Januari 22, 2026

Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Bencana di Ketambe

Januari 20, 2026

Petani yang Perbaiki Sawah Sendiri Diberi Insentif Rp 100.000 Per Hari di Aceh Utara

Januari 15, 2026

Bupati Al-Farlaky Pantau Perekaman Adminduk Warga Terdampak Bencana di Ranto Peureulak

Januari 14, 2026

Mualem: Rp 80 Miliar Kita Alokasikan Dana Bencana, tapi Itu Kurang

Januari 12, 2026

Bupati Al-Farlaky Kirim Logistik untuk Korban Banjir Susulan di Aceh Timur 

Januari 10, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.