Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Ragam

Digaji Nyaris 100 Juta, Kenapa Warga Negara Ini Susah Kaya?

REDAKSIBy REDAKSIJuli 30, 20222 Mins Read
Digaji Nyaris 100 Juta, Kenapa Warga Negara Ini Susah Kaya? Juli 30, 2022
Foto: worldtravelguide.net
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

JAKARTA – Memiliki gaji tinggi dengan besaran puluhan juta menjadi impian semua orang. Sebab, gaji besar dapat menjadi kaya raya, sejahtera, dan dapat memenuhi semua kebutuhan dan keinginan.

Namun demikian, tidak bagi warga Swiss, tingginya gaji tidak berbanding lurus dengan kekayaan. Di negara Swiss, rata-rata penduduknya mendapatkan gaji Rp 85 juta per bulan. Tapi mereka sangat sulit kaya raya. Lantas mengapa hal ini bisa terjadi?

Baca Juga :  KNPI Langsa Gelar Takshow Inspiratif dan Bukber

Ternyata, penyebab utamanya karena biaya hidup di Swiss teramat tinggi, sehingga gaji besar pun terasa pas-pasan. Swiss sendiri sejak dulu terkenal sebagai salah satu negara dengan biaya hidup paling mahal di dunia. Pada 2020, tiga kota di Swiss yang paling mahal adalah Bern, Zurich, dan Geneva.

Salah satu biaya paling besar yang dikeluarkan penduduk Swiss adalah untuk sewa rumah. Semua ukuran rumah di Swiss diukur sesuai takaran layak kemanusiaan. Menurut Internations.org, harga rata-rata sewa rumah di Swiss adalah 2.000 CHF atau sekitar Rp 30 juta per bulan untuk apartemen satu kamar tidur. Adapun rata-rata biaya hidup di negara tersebut yakni 1.500 CHF atau sekitar Rp22 juta.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Wisata Pantai di Aceh Timur Padat Pengunjung

Sebagai gambaran, harga 12 butir telur sekitar Rp 107 ribu, dan setengah kilo daging ayam sekitar Rp 200 ribu.

Bagi penduduk yang masuk kategori keluarga sejahtera, mereka juga diharuskan membayar asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan dana pensiun untuk jaminan hari tua. Produktivitas para warga Swiss didasarkan pada gaji. Semakin tinggi gajinya, kelak dana pensiun yang didapatkan pun akan tinggi. (*)

Baca Juga :  Disbudpar Aceh Gali Potensi Desa Wisata Melalui 3A

 

Sumber: CNBC Indonesia 

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Hadiri Musda JMSI Aceh, Sekda Aceh Minta Media Beri Kritikan Konstruktif

November 19, 2025

Aceh Timur Raih Peringkat Enam pada MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya

November 8, 2025

Lismawani Al-Farlaky Dinobatkan Ketua Dekranasda Teraktif Se-Aceh

November 8, 2025

Kapolda Aceh Buka Lomba Kopi Saring HUT ke-80 Brimob

November 2, 2025

Bupati Al-Farlaky Ajak Insan Pers Bersinergi Membangun Aceh Timur

Oktober 28, 2025

Insan Pers Aceh Timur Menggelar Maulid Akbar dan Santuni Anak Yatim

Oktober 28, 2025

Bupati Al-Farlaky Sambangi Anak Yatim yang Tempati Rumah dari Anyaman Bambu 

Oktober 24, 2025

Mualem Hadiri Haul ke-5 Abu Paloh Gadeng di Aceh Utara

Oktober 23, 2025

Ainun Gadis Yatim Aceh Timur yang Lihai Sebagai Barista Kopi

Oktober 23, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.