Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Ekonomi

Harga Bitcoin Anjlok, Tapi 1 Keping Masih Bisa Beli 1 Avanza

REDAKSIBy REDAKSIJuni 15, 20222 Mins Read
Harga Bitcoin Anjlok, Tapi 1 Keping Masih Bisa Beli 1 Avanza Juni 15, 2022
Foto: Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

JAKARTA – Mata uang kripto Bitcoin dilaporkan sempat anjlok di bawah US$ 21 ribu (Rp 309 juta) per keping pada perdagangan Selasa, (14/6/2022). Hal ini terjadi saat investor ramai-ramai menjual mata uang kripto itu akibat risiko volatilitas yang tinggi. Harga itu setara harga mobil baru Toyota Avanza di Indonesia.

Mengutip data CoinDesk, Cryptocurrency terbesar di dunia itu turun sekitar 7% dan diperdagangkan pada US$ 22.531,22 sekitar pukul 05:13 pagi waktu Pantai Timur Amerika. Ini merupakan salah satu nilai perdagangan terendah mata uang itu sejak 2020.
Selain itu, data dari CoinMarketCap pada Senin kemarin menunjukkan kapitalisasi pasar untuk cryptocurrency tergelincir di bawah US$ 1 triliun. Tak hanya itu, investasi sekitar US$ 200 miliar dalam mata uang kripto juga telah hilang sejak Sabtu.
“Semuanya terbakar sekarang, baik itu ekuitas, baik itu aset crypto atau apa pun,” kata Nirmal Ranga, kepala perdagangan dan analisis teknis di pertukaran crypto ZebPay.
“Apa yang Anda lihat di pasar adalah … ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan. Secara teknis, pasar terlihat oversold dan harus ada dasar yang akan kita capai dalam bitcoin di masa mendatang,” tambahnya dalam sesi “Street Signs Asia” CNBC International.
Gelombang arus penjualan di pasar kripto sendiri dimotori oleh beberapa alasan. Aksi jual terjadi karena investor merotasi aset paling berisiko akibat potensi hambatan ekonomi makro dan kenaikan suku bunga.
Selain itu, Celcius, merupakan salah satu platform pinjaman kripto yang popular, tengah mengalami krisis likuiditas. Celcius menjadi popular karena menawarkan kepada pengguna hasil hingga 18,63% dari simpanan mereka.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga :  Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748

November 2, 2026

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis

Oktober 23, 2026

Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh

Oktober 8, 2026

Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif Hingga Kuartal III 2026

Oktober 6, 2026

PT ATEM Jalin Kemitraan dengan Medco E&P Malaka di Blok A Aceh Timur

Oktober 1, 2026

Bank Aceh Sosialisasikan Internet Banking Corporate kepada Satuan Pendidikan di Bireuen

September 22, 2026

Bank Aceh Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Kelembagaan dengan Polda Aceh

September 17, 2026

Dirut Bank Aceh Bekali Ribuan Mahasiswa Baru USK Melek Finansial, Waspadai Judol dan Pinjol 

Agustus 12, 2026

HUT ke-53 Bank Aceh, Momentum Memperkuat Amanah, Menumbuhkan Keberkahan Bagi Aceh

Agustus 6, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.