RILIS.NET, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky kembali menyalurkan bantuan logistik, untuk para pengungsi di kecamatan Simpang Ulim dan juga Pante Bidari, Aceh Timur. Sabtu (13/12/2025).
Selain mengantar bantuan untuk para pengungsi, Al-Farlaky juga mendatangi lokasi salah satu jalan desa yang terputus, akibat diterjang banjir beberapa waktu yang lalu.
Desa yang dituju Bupati diantaranya Gampong Arakundo, di kecamatan Simpang Ulim. Di sini Bupati Al-Farlaky harus berjalan kaki melewati bekas badan jalan, yang telah berubah menyerupai sungai.
Desa Arakundo ini berada di bantaran daerah aliran sungai (DAS), Arakundo. Saat terjadi banjir tanggul dipinggiran sungai juga jebol hingga menghantam bangunan di sekelilingnya.
“Ada beberapa tanggul itu jebol akibat banjir, sehingga air meluap ke rumah warga, kerusakan hampir mencapai 80 persen. Banyak rumah warga yang rusak, sehingga terpaksa mengungsi ke badan jalan,” kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky.
Masyarakat di lokasi sambung Al-Farlaky, sangat membutuhkan tenda kemudian susu untuk anak-anak dan juga bahan untuk makanan lainnya. Sedangkan badan jalan di kawasan seputaran Gampong Arakundo longsor, juga pipa PDAM banyak yang rusak, sebutnya.
“Nanti dalam satu atau dua hari akan kita turunkan escavator untuk memperbaiki badan jalan yang longsor, minimal sepeda motor bisa dilintasi,” tambah Bupati Aceh Timur saat diwawancarai oleh wartawan, di lokasi. Sabtu (13/12/2025).

Usai meninjau lokasi badan jalan dan rumah warga, Iskandar Al-Farlaky juga menyerahkan bantuan berupa beras, tenda susu untuk bayi, kelambu, serta bahan logistik lainnya yang dibutuhkan oleh pengungsi.
Beranjak dari kecamatan Simpang Ulim, Bupati Al-Farlaky dan timnya langsung mengunjungi kembali kecamatan Pante Bidari. Di sini ada sejumlah desa yang juga diterjang banjir setinggi dada orang dewasa.
Di desa Matang Perlak dan Grong-grong nampak sejumlah pengungsi, dan yang paling parah yakni di Gampong Grong-grong. Ratusan pengungsi tampak berjejeran di badan jalan desa, mereka juga tinggal dalam tenda di tepian jalan yang terputus, dan menyerupai sungai.
“Badan jalan desa ini terputus hingga menyerupai sungai, akibat diterjang banjir beberapa waktu yang lalu. Rumah warga juga banyak yang rusak dan terpaksa mengungsi,” ungkap perangkat desa yang turut didampingi oleh camat Pante Bidari.
Bupati Al-Farlaky yang datang ke lokasi langsung bertemu dengan warga yang mengungsi di kiri dan kanan badan jalan. Mereka berceritakan banyak hal terkait dengan bencana yang telah memporak-poranda rumah milik mereka.
Dilokasi ini Bupati Aceh Timur menyapa sejumlah pengungsi, dia mengantarkan berbagai macam kebutuhan untuk pengungsi sehari-hari. Selain beras, mie instan, telor dan pakaian, Bupati Al-Farlaky juga membawa tenda serta pakaian sampai dengan kebutuhan susu untuk bayi. “Di sini ada yang minum susu, kami juga bawa susu, ambil di sana,” ucap Bupati Al-Farlaky, sambil mengintruksikan kepada seorang anak yang sedang berada di samping ibunya.
Selain itu, Al-Farlaky juga meminta agar warga di Gampong Grong-grong tetap bersabar dengan musibah yang sedang menimpa. Kepada aparatur desa, Bupati juga meminta agar tidak lupa mendata semua kerusakan yang dialami oleh warga. (*)
Editor: Mahyud

