Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Banda Aceh

Mantan KPA dan Rekanan Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Jembatan Jetty Aceh Besar

REDAKSIBy REDAKSIJuni 23, 20212 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mantan KPA dan Rekanan Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Jembatan Jetty Aceh Besar Juni 23, 2021
Ilustrasi

Banda Aceh – Kejaksaan Negeri Aceh Besar dikabarkan telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Jetty Kuala Krueng Pudeng yang saat ini sudah masuk tahap penyidikan.


Menurut informasi, sejumlah pihak yang diperiksa itu terdiri dari mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) M Zuardi serta PPTK pada Dinas Pengairan Aceh.

Selain itu penyidik juga telah memeriksa Direktur dan tenaga teknis CV Batel Design Engineering atas nama Abdul Syafi, Sumardi serta pihak rekanan pelaksana Yusri Lamno. Kajari Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya melalui Kasi Intelijen Deddi Maryadi mengatakan dalam kasus ini penyidik telah memanggil lebih dari 20 orang saksi dimintai keterangan.

“Benar, baik KPA, PPTK serta pihak rekanan telah diperiksa. Mereka dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi tahap penyidikan. Namun belum ditetapkan tersangka,” kata Deddi Maryadi, Rabu (23/6/2021).

Deddi juga menyebutkan saat ini tim penyidik dari Kejari Aceh Besar masih menunggu hasil audit kerugian negara dari pihak BPKP Aceh terhadap pekerjaan dermaga Krueng Pudeng dari pagu anggaran 2019 di Dinas Pengairan Aceh sebesar Rp17,4 miliar.

“Ekspos bersama BPKP Aceh telah dilakukan, namun ada yang belum lengkap. Secepatnya penyidik akan melengkapi sesuai petunjuk tim auditor,” sebut Deddi.

Kasus dugaan korupsi jembatan telah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup. Penyidik menemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dalam pelaksanaan.


Sumber: ajnn
Baca Juga :  Sindikat Judi Online yang Dikendalikan WNA Dibongkar, Perputaran Uang Capai Rp685 M
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Brigjen Pol Latif Usman Dilantik Sebagai Wakapolda Aceh

Oktober 21, 2026

Polda Aceh Kerahkan 1.820 Personel untuk Amankan Mudzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi

Oktober 9, 2026

Terpidana Korupsi Aset PT KAI di Aceh Timur Dibekuk di Binjai

Oktober 9, 2026

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi, TNI-Polri dan Pemda Aceh Siapkan Pengamanan

Oktober 8, 2026

Kapolda Aceh Hadiri Sertijab Sejumlah PJU di Mabes Polri 

Oktober 3, 2026

Pisah Sambut Kapolres Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky Harap Sinergi dan Kamtibmas Terjaga

September 13, 2026

Pendiri MFF Syndicate Puji Ketegasan Kapolda Aceh Perangi Narkoba dari Hulu hingga ke Internal

Agustus 13, 2026

Kombes Andi Kirana Diperiksa oleh Divpropam Mabes Polri

Agustus 6, 2026

Bejat, Ayah Tiri di Langsa Lama Diduga Setubuhi Anak Disabilitas Diringkus Polisi

Juli 16, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.