RILIS.NET, ACEH TIMUR – Korban jiwa akibat banjir yang melanda di seluruh kawasan di kabupaten Aceh Timur diperkirakan mencapai 30 orang lebih. Adapun korban yang banyak meninggal dunia salah satunya di kecamatan Pante Bidari.
Namun pihak pemerintah setempat maupun institusi lainnya tidak dapat mendapatkan informasi yang utuh terkait korban jiwa, akibat keterlambatan akses informasi, dikarenakan sejumlah kawasan masih terisolir dan belum mendapatkan bantuan, seperti di Lokop, Serbajadi maupun di kecamatan Simpang Jernih. Minggu (30/11/2025).
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky dalam konferensi pers dengan sejumlah media pada Minggu malam, di komplek Pendopo, Idi Rayeuk, tempat yang dijadikan posko penanganan banjir di kabupaten Aceh Timur.
“Kita perkirakan korban jiwa mencapai 30 orang lebih, tadi juga dua korban telah dievakuasi, serta di Peureulak Barat juga telah ditemukan yang sebelumnya hilang terseret arus saat menyelamatkan korban lainnya,” kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky.
Menurutnya, data korban jiwa yang masuk ke BPBD masih bersifat sementara, secara pasti belum diketahui akibat akses ke lokasi yang masih terputus.
Tak hanya itu, Bupati Al-Farlaky juga mengatakan rumah sakit milik daerah RSUD SAAS di Peureulak juga Lumpuh tergenang banjir, akibatnya sejumlah alat medis dan obat-obatan juga tergenang banjir, sedangkan satu unit rumah sakit lainnya yakni, RSUD dr Zubir Mahmud juga mengalami kendala akibat padamnya listrik.
“Warga di pedalaman seperti Lokop Serbajadi dan di Kecamatan Simpang Jernih belum mendapatkan bantuan sama sekali, akibat jalur darat yang belum dapat dilalui, satu-satunya untuk menyalurkan bantuan yaitu melalui jalur udara,” tambahnya.
Banjir juga menyebabkan akses Internet tidak berfungsi, salah satu akses komunikasi yang digunakan yakni melalui jaringan Starlink.
Bupati juga menambahkan, sejumlah bantuan yang disalurkan sebelumnya berasal dari pedagang lokal seperti beras, sedangkan bahan pokok lainnya masih sangat sukar didapatkan.
Bupati juga meminta kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi agar dapat membantu proses penyaluran bantuan, yang saat ini pengungsi diperkirakan berada di sejumlah lokasi di perbukitan.
Di kawasan Lokop, Serbajadi ini empat desa dilaporkan hilang disapu banjir bandang dan juga tanah longsor. Jembatan yang ada di kawasan ini juga rusak parah akibat dihantam banjir bandang. Selain itu, di sejumlah badan jalan juga terputus akibat longsor serta dipenuhi tumpukan material lumpur dan kayu. (rn/my)
Editor: Mahyudi

