Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
BENCANA BANJIR

Hasrat Bertemu Rakyat di Simpang Jernih, Bupati Al-Farlaky Terjebak di Lokasi Bencana

REDAKSIBy REDAKSIDesember 15, 20253 Mins Read
Hasrat Bertemu Rakyat di Simpang Jernih, Bupati Al-Farlaky Terjebak di Lokasi Bencana Desember 15, 2025
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky terjebak saat menuju ke Simpang Jernih. Senin (15/12/2025).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

RILIS.NET, ACEH TIMUR – Sebanyak 24 kendaraan roda empat yang membawa rombongan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, berangkat secara konvoi menuju Kecamatan Simpang Jernih. Perjalanan ini dilakukan untuk berjumpa rakyat dalam rangka misi kemanusiaan pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur.

Saat dalam perjalanan yang penuh lumpur, Bupati Al-Farlaky kembali terjebak di kawasan bencana Desa Babo, dan perjalanan dilanjutkan melewati desa sekitar di kecamatan Bandar Pusaka, sampai akhirnya harus bermalam di Desa Batu Bedulang, di kecamatan yang sama.

Simpang Jernih merupakan salah satu wilayah pedalaman yang belum sempat dikunjungi Bupati pascabencana.

Sementara kecamatan pedalaman lainnya yang tergolong sulit dijangkau sebelumnya telah berhasil diterobos dan dikunjungi langsung oleh Bupati Al-Farlaky.

Akses darat menuju Simpang Jernih pascabanjir masih belum sepenuhnya terbuka. Informasi terkait kemungkinan jalur darat baru diterima Bupati pada Minggu, 14 Desember 2025.

Baca Juga :  Polda Aceh Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Simpang Jernih Aceh Timur

Meski belum bisa hadir secara fisik, perhatian pemerintah daerah tetap diberikan. Bantuan cepat tanggap lebih dulu disalurkan ke wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur sungai dengan memanfaatkan kapal motor milik masyarakat setempat. Selain itu, bantuan juga didistribusikan melalui jalur udara menggunakan helikopter.

Pada Senin, sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan Bupati bertolak dari Pendopo Bupati Idi menuju Aceh Tamiang. Perjalanan darat memakan waktu cukup lama karena harus melewati Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Normalnya, perjalanan dari Idi ke Simpang Jernih dapat ditempuh dalam waktu 4–5 jam. Namun, akibat dampak banjir yang juga melanda Langsa dan Tamiang, kondisi jalur darat menjadi terganggu.

Memasuki kawasan Simpang Semadam, rombongan melewati sejumlah gampong, salah satunya Desa Babo yang mengalami dampak paling parah. Jejak banjir di wilayah ini menyisakan pemandangan yang memprihatinkan.

Baca Juga :  Layanan RSUD Langsa Berangsur Beroperasi Kembali

Bekas air terlihat sangat tinggi, bahkan rata-rata melewati atap rumah warga. Hingga saat itu, belum diketahui secara pasti jumlah korban jiwa di desa tersebut.

Rombongan sempat berhenti sejenak di lokasi tersebut sebelum melanjutkan perjalanan. Di sana, unsur Muspika Simpang Jernih menjemput dan kemudian menuntun rombongan secara perlahan menuju titik tujuan.

Namun, pada pukul 20.24 WIB, rombongan terpaksa berhenti di Dusun Serkil, Desa Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka. Kondisi jalan yang terjal, berlumpur, serta gelap membuat perjalanan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Jarak menuju Simpang Jernih diperkirakan masih tersisa sekitar dua hingga tiga kilometer.

“Ya, tadi kami mengalami sedikit insiden karena jalur yang terjal dan berlumpur. Salah satu kendaraan sempat kehilangan fungsi rem dan terjadi benturan ringan dengan mobil di depan. Mengingat kondisi sudah gelap, kami memilih bermalam di sini dan melanjutkan perjalanan besok,” ujar Bupati Al-Farlaky.

Baca Juga :  Bupati Al-Farlaky Sambut Mendagri di Lokop, Paparkan Kondisi Pasca Banjir

Bupati mengungkapkan, target awalnya adalah menerobos tiga desa untuk menemui langsung masyarakat, yakni Batu Sumbang, Batu Kera, Bidari, dan Rantau Panjang. Namun, berdasarkan laporan yang diterima, Desa Rantau Panjang hingga kini masih dalam kondisi terisolir.

“Besok kita targetkan minimal dua desa harus bisa kita tembus. Dari laporan yang masuk, wilayah tersebut merupakan daerah terparah dan banyak rumah warga yang hilang,” kata Bupati.

Meski medan yang dihadapi cukup berat, semangat Bupati untuk bertemu langsung dengan warga terdampak tidak surut.

“Kita tidak mundur. Insya Allah akan kita terobos. Besok kita upayakan masuk menggunakan sepeda motor trail dengan bantuan komunitas trail. Misi kemanusiaan ini tetap kita lanjutkan,” pungkas Al-Farlaky. (rn/ril)

 

Editor: Mahyud

Bermalam Bertemu Rakyat Bupati Hasrat Lokasi Bencana Simpang Jernih
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Bupati Al-Farlaky Dampingi Menkes Resmikan Puskesmas Lokop

Februari 13, 2026

BNPB Salurkan DTH untuk Warga Dampak Banjir di Lhokseumawe

Januari 31, 2026

Bupati Al-Farlaky Minta Provinsi Percepat Pembangunan Ruas Jalan Peureulak – Pinding Blang Kejren

Januari 27, 2026

Bupati Al-Farlaky Resmikan 35 Huntara di Arakundo Simpang Ulim

Januari 24, 2026

Bupati Al-Farlaky Dampingi Mendagri Kunjungi Desa Sahraja di Pedalaman Aceh Timur 

Januari 22, 2026

Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Bencana di Ketambe

Januari 20, 2026

Petani yang Perbaiki Sawah Sendiri Diberi Insentif Rp 100.000 Per Hari di Aceh Utara

Januari 15, 2026

Bupati Al-Farlaky Resmikan Jembatan Bailey di Nurussalam Aceh Timur 

Januari 15, 2026

Bupati Al-Farlaky Pantau Perekaman Adminduk Warga Terdampak Bencana di Ranto Peureulak

Januari 14, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.