RILIS.NET, ACEH TIMUR – Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) desa, untuk tahun 2026 di kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur akhirnya tuntas digelar, setelah sempat tertunda dilaksanakan pada akhir 2025 tahun lalu.
Musrenbang desa yang digelar itu bertujuan untuk menyusun program kerja pemerintah Desa untuk tahun 2026, serta menyusun Rencana Kerja Pemerintahan Gampong (RKPG), untuk satu tahun mendatang.
“Kita roadshow ke 23 desa yang ada di kecamatan Ranto Peureulak, ini kita lakukan agar desa dapat menghasilkan program prioritas, ditengah keterbatasan anggaran desa, karena adanya pergeseran kepada KDMP. Sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat desa dalam kegiatan Musrenbangdes tersebut,” kata Plh Camat Ranto Peureulak Mahyuddin SPd MAP, Kamis (29/1/2026).
Menurut Mahyuddin, saat menghadiri Musrenbangdes banyak aspirasi maupun permasalahan yang dihadapi oleh desa, termasuk kendala dalam menentukan program pembangunan yang dianggap sangat penting bagi masyarakat. Itu tidak dapat direalisasikan dalam waktu cepat, mengingat adanya pengurangan dana desa pada tahun 2026 ini.
Meski demikian sambung Mahyuddin, dalam Musrenbangdes ia turut mengarah, agar apa saja yang menjadi prioritas untuk tetap disampaikan, sehingga hal itu bisa disampaikan nantinya saat Musrenbang di tingkat kecamatan.
Mahyuddin juga mengingat sejumlah program prioritas pemerintah daerah, yang telah diatur dalam peraturan bupati Aceh Timur (Perbup), agar tidak tertinggal, mengingat hal itu juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti dana bantuan untuk fardhu kifayah, gaji ketua pemuda, serta pemasangan listrik bagi warga yang tidak mampu, serta sejumlah program lainnya yang dianggap penting.
“Selain yang telah diatur dalam perbup, kita juga meminta agar Musrenbang desa menghasilkan program prioritas masyarakat desa, yang dianggap terpenting diantara yang penting, dan nantinya disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa pada tahun ini, makanya perlu bermusyawarah ditingkat desa,” sebut Mahyuddin. (*)

