Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Ekonomi

Aceh Tamiang Pacu Rehabilitasi dan Optimalisasi Sawah Pascabencana

REDAKSIBy REDAKSIJuni 27, 20263 Mins Read
Aceh Tamiang Pacu Rehabilitasi dan Optimalisasi Sawah Pascabencana Juni 27, 2026
Ilustrasi - Pekerja menggunakan alat berat saat membersihkan dan merehabilitasi lahan pertanian yang sempat tertimbun lumpur bencana banjir di Desa Mideun Jok, Samalanga, Bireuen, Aceh, Sabtu (2/5/2026). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

ACEH TAMIANG – Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Aceh Tamiang mencatat hingga hari ini seluas 702,45 hektare persawahan yang rusak akibat bencana telah selesai direhabilitasi pada program pemulihan tahapan pertama.

“Progres fisik untuk rehabilitasi sawah saat ini telah mencapai 702,45 hektare atau 90 persen lebih dari total target awal 712 hektare,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanakbun Aceh Tamiang, Irwan Hadi, di Aceh Tamiang, Sabtu.

Selain rehabilitasi sawah, untuk kegiatan prioritas lainnya yaitu optimalisasi lahan (oplah) juga terus digenjot, dan hingga saat ini realisasinya sudah mencapai 1.032,46 hektare, dari total target keseluruhan seluas 1.961 hektare.

Ia menegaskan, pemerintah terus memacu realisasi proyek rehabilitasi sawah terdampak bencana dan program optimalisasi lahan, ditargetkan rampung dan siap tanam pada Juli 2026.

Baca Juga :  Medco E&P Malaka Dukung Petani Aceh Timur Dengan Ribuan Bibit Buah Unggul

“Capaian ini telah disampaikan secara resmi dan berkala kepada Kementerian Pertanian (Kementan RI) serta Satuan Tugas (Satgas) Perluasan Areal Tanam dan Produktivitas Lahan,” ujarnya.

Meskipun target tanam pada Juli, lanjut Irwan, di lapangan saat ini masih terkendala pasokan air akibat curah hujan yang masih sangat rendah.

“Kendala utama menuju proses tanam adalah kesulitan air karena faktor kekeringan. Saat ini baru sebagian kecil petani yang memiliki sumber air besar yang sudah mulai menanam,” katanya.

Selain faktor cuaca, Irwan menyebutkan target penyelesaian yang sempat diproyeksikan pada pertengahan Juni juga terkendala keterbatasan alat berat jenis buldozer, karena daerah lain seperti Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Timur juga sedang melaksanakan program serupa secara bersamaan.

Baca Juga :  Ketua DPRK dan  PN Idi Walkout Saat Temu Ramah dengan Pj Bupati Baru

Sebagai informasi, proyek rehabilitasi lahan rusak sedang tahap pertama dengan total anggaran lebih dari Rp9,6 miliar untuk Aceh Tamiang ini difokuskan pada tiga kecamatan, yakni Manyak Payed, Bendahara, dan Karang Baru, dengan pengerjaan di Desa Medang Ara, Paya Awe, Matang Tepa dan Alur Bemban.

Proyek rehabilitasi ini, tambah dia, menggunakan mekanisme swakelola tipe 2 yang melibatkan kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan TNI AD dari Kodim 0117/Aceh Tamiang sebagai pelaksana konstruksi fisik, sementara perencanaan teknis digarap oleh Universitas Malikussaleh (Unimal).

Baca Juga :  Kendala Memutuskan Mata Rantai Covid-19 di Aceh Timur

Fasilitas rehabilitasi mencakup pengerukan (stripping) lumpur tebal, perapian pematang, normalisasi parit saluran tersier, perbaikan pintu air, hingga pembuatan sumur bor baru untuk mendukung pengairan di daerah rawan kekeringan.

Melihat tingginya kebutuhan petani, Distanakbun Aceh Tamiang kini tengah memproses usulan tambahan untuk rehabilitasi lahan seluas 1.500 hektare lagi, dengan alokasi anggaran Rp13,5 juta per hektare di seluruh wilayah Aceh Tamiang, dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Karang Baru, Sekerak dan Rantau.

“Hari ini kami masih dalam tahap poligonisasi atau pemetaan terhadap lahan-lahan yang diusulkan tersebut agar penanganan tepat sasaran sesuai kondisi kerusakan di lapangan,” demikian Irwan Hadi. (*)

 

Sumber: Antara

Aceh Tamiang Optimalkan Rehabilitasi Sawah
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Proses Pelantikan DPW PA Aceh Timur Kisruh

Juni 25, 2026

Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam  Pertama Asia Tenggara di Peureulak

Juni 17, 2026

Mantan Gubernur Aceh, Bapak Pembangunan Abu Doto Tutup Usia

Juni 13, 2026

Bupati Al-Farlaky Terima Penghargaan Dari KIA

Juni 10, 2026

Operator dan Keuchik di Ranto Peureulak Ikuti Pelatihan SIKEUDES Online Versi 2.0.8

Mei 20, 2026

Bank Aceh Syariah x PosSaku: Kolaborasi Digital yang Siap Naikan Level UMKM Aceh

Mei 20, 2026

Bupati Al-Farlaky Dukung Langkah Mualem Cabut Pergub JKA

Mei 18, 2026

Gubernur Mualem: Pergub JKA Dicabut Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa

Mei 18, 2026

Kabid Humas Polda Aceh Bantah Isu Bupati Al-Farlaky Ditetapkan Tersangka

Mei 17, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.