Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Ekonomi

Apa Untungnya Rp 1.000 Diganti Rp 1? Begini Penjelasan BI!

REDAKSIBy REDAKSIAgustus 25, 20222 Mins Read
Apa Untungnya Rp 1.000 Diganti Rp 1? Begini Penjelasan BI! Agustus 25, 2022
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memastikan upaya redenominasi akan memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia. Salah satu yang paling nyata adalah efisiensi.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dalam konferensi pers, Rabu (24/8/2022).

“Redenominasi dari sisi ekonominya ada banyak manfaat, dari redenominasi terutama masalah efisiensi,” ujarnya.

“Dengan nol tiga (dikurangi) efisiensi ekonomi akan meningkat. Berapa efek dari digit dari teknologi, penggunaan teknologi perbankan dan pembayaran sangat efektif,” terang Perry.

Baca Juga :  Sempat Diskors Gegara Corona, Uji Calon Anggota KPU-Bawaslu di DPR Dilanjut

Dengan jumlah nol yang kini sangat banyak, aktivitas transaksi menjadi sangat lambat. “Tanpa nol tiga, penyelesaian transaksi akan lebih cepat,” paparnya.

Wacana redenominasi sudah bergulir cukup lama. RUU Redenominasi Rupiah sebenarnya telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77/PMK.01/2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2020-2024. Namun, hingga saat ini, tidak ada progresnya.

Baca Juga :  Tiga Gempa Guncang Banten Dalam 32 Menit

Hal yang senada diungkapkan oleh Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas, Telisa Falianty menjelaskan tujuan redenominasi adalah untuk menciptakan efisiensi dalam perekonomian. Ini bukan hal aneh, sebab banyak negara sudah mempraktikan langkah tersebut beberapa waktu silam.

“Redenominasi itu utamanya untuk mencapai efisiensi agar ekonomi menjadi lebih baik, perhitungan juga lebih mudah dan memberikan efek psikologis tentang nilai mata uang yang kuat,” jelasnya dalam program Profit, CNBC Indonesia.

Efisiensi paling jelas terlihat dalam pencatatan keuangan. Dalam hal paling sederhana, ketika masyarakat ingin berbelanja. Barang yang harganya ratusan juga bisa dipersingkat menjadi ratusan ribu. Seperti halnya dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga :  Bank Aceh Bagikan Dividen Tahun 2024 sebesar Rp 300 Miliar

“Kalau semakin banyak 0 itu menunjukkan mata uang tersebut relatif lemah. karena 0 nya banyak. Jadi untuk membeli mobil kita harus mengeluarkan Rp 500 juta. kan 0 nya banyak, tapi kalau US$ kan cukup beberapa ribu,” ujar Telisa.

 

 

 

Sumber: CNBC Indonesia 

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Bank Aceh Kembali Dipercaya Sebagai Penyalur BSPS Tahun 2026

Maret 13, 2026

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

Maret 2, 2026

Bank Aceh Hadirkan ‘Gampong Ramadhan in Action 2026’ di Masjid Raya Baiturrahman ​

Maret 1, 2026

Prabowo Bagikan Daging Sapi Senilai Rp 72 M Buat Warga Aceh

Februari 18, 2026

Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoax

Januari 20, 2026

Bank Aceh Kembali Raih Predikat WTP untuk Laporan Keuangan Tahun 2025

Januari 13, 2026

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Logistik dan Layanan Kesehatan bagi Korban Banjir Aceh

Januari 8, 2026

Waspada Phishing ‘CoreTax’, Bank Aceh Imbau Nasabah Lindungi Data Pribadi 

Desember 30, 2025

Nelayan Aceh Timur Terima Bantuan Perahu Motor, Jaring, Fiber dan Cool Box 

Desember 26, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.