RILIS.NET, ACEH TIMUR – Banjir dahsyat Setinggi Tiang listrik menghanyutkan seluruh pemukiman yang ada di Dusun Saragala, Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, di pedalaman Aceh Timur.
Pantauan RILIS.NET di lokasi pada Kamis, 11 Desember 2025, sisa sejumlah pelepah pisang masih tersangkut di atas kabel tiang listrik yang ada di sana.
Warga desa Sahraja, Riski Saputra mengaku, banjir dalam tempo singkat terus meninggi hingga menghanyutkan semua rumah warga. “Semua rumah di sisi habis tidak ada yang tersisa, di dusun Saragala desa Sahraja paling parah,” kata Riski, yang mengaku rumahnya turut dibawah bencana dahsyat ini. Kamis (11/12/2025).
Meskipun disapu banjir besar, nanum sambung Rizki warga di sana tidak ada yang korban jiwa, walau semua harta benda tidak ada yang dapat di selamatkan. Semua warga di sana terpaksa berjibaku dengan menggunakan rakit batang pisang dan mengayuh ke atas perbukitan. Warga Desa Sahraja saat ini mengungsi di tiga titik lokasi.
Sebelumnya mencapai desa Sahraja di kawasan paling ujung dan terpencil ini, terlebih dahulu kita menjumpai desa Sijudo yang juga berada di kecamatan yang sama.
Di Sijudo ini juga terdapat tiga lokasi pengungsian, salah satunya di SMP negeri 4 Pante Bidari. Jumlah kepala keluarga (KK), di Sijudo ini sebanyak 27 KK, mereka mayoritas adalah petani.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengantarkan bantuan berupa logistik dan Obat-obatan ke lokasi ini, selain itu ada tenda, susu untuk bayi, dan juga pakaian kepada para pengungsi.
Bupati meminta para aparatur desa terutama Keuchik, harus pro aktif, jika ada bantuan yang dianggap kurang ataupun tidak memadai, diminta agar bergerak menuju kecamatan maupun ke pendopo Idi.
Bupati Al-Farlaky mengatakan, kalau dia tidak mau mendengar ada warga Aceh Timur yang kelaparan, untuk itu sambungnya, ia terus bergerak setiap hari mengunjungi setiap lokasi yang dianggap terpencil, untuk memastikan agar warga mendapatkan bantuan, baik logistik dan juga obat-obatan serta kebutuhan sehari-hari lainnya.
“Saya turun ke lokasi untuk memastikan bahwa rakyat saya semuanya harus mendapatkan bantuan, dan ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai pemimpin karena nantinya di akhirat juga akan ditanya tanggung jawab saya sebagai pemimpin,” ujar Bupati Al-Farlaky di depan para pengungsi.
Sebelumnya, Al-Farlaky mengatakan ke desa Sijudo dan Sahraja juga telah disalurkan bantuan melalui perangkat desa, yang saat itu mendatangi pendopo. “Kedepan agar tetap berkoordinasi dengan Camat dan harus punya inisiatif, jika tidak diantar datangi ke sana kemudian bawa pulang bantuan. Keuchik harus proaktif,” tuturnya. (rn/my)
Editor: Mahyud

