RILIS.NET, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan tak main-main menyangkut dengan pelayanan medis untuk masyarakat di Aceh Timur. Menurutnya, pelayanan harus cepat jika ada warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Untuk itu, Bupati Al-Farlaky mengatakan, akan mengambil tindakan tegas, bagi setiap petugas medis yang lalai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari memutuskan kontrak (pecat_red), sampai dengan penundaan pangkat bagi dokter PNS.
“Saya tidak ingin ada yang main-main dalam pelayanan kesehatan. Kalau pelayanan buruk, tindakan tegas akan kita ambil. Dokter yang PNS bisa kita tunda kenaikan pangkatnya, sementara yang PPPK bisa tidak diperpanjang lagi. Tapi kalau kinerjanya baik, tentu akan kita berikan reward,” pungkas Al-Farlaky, dalam acara sidak di Puskesmas Peureulak Barat pada Selasa, (7/10/2025).
Bupati berharap, seluruh tenaga medis dan pegawai puskesmas dapat bekerja profesional serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.
Tak hanya ke Puskesmas Peureulak Barat, Bupati Al-Farlaky juga melakukan sidak ke Puskesmas Julok pada Selasa, di sini Bupati turut meminta klarifikasi terkait dengan salah satu konten video yang diupload oleh petugas medis, yang dinilainya tidak tepat dan terkesan mengolok-olok dalam menyambut tamu (pasien).
Sidak ini dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait beredarnya sebuah video di akun media sosial tik-tok Puskesmas Julok yang dinilai kurang pantas dan tidak sejalan dengan arahan pemerintah daerah.
Bupati berharap, agar setiap tenaga kesehatan memberikan pelayanan dengan senyum, sapa, dan sikap profesional kepada pasien.
“Saya kecewa dengan konten seperti itu. Video itu tidak mencerminkan semangat pelayanan yang sedang kita dorong. Pemerintah sedang serius memperbaiki sektor kesehatan, jadi jangan sampai ada kesan seolah-olah perintah saya hanya bahan lelucon,” tegas Bupati Al-Farlaky.
Menurut Al-Farlaky, banyak contoh konten positif yang bisa diangkat oleh tenaga kesehatan, seperti tata cara dan alur pelayanan yang dapat mengedukasi para pasien.
seperti aktivitas bidan desa saat turun ke lapangan, tutorial pelayanan puskesmas, atau edukasi kesehatan bagi masyarakat.
“Yang saya maksud bukan membuat konten untuk lucu-lucuan, tapi bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sapa pasien dengan ramah, layani dengan ikhlas, dan bimbing pasien dengan baik. Itu makna yang saya tekankan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Al-Farlaky juga mengingatkan seluruh pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan agar menjaga etika dan profesionalisme di media sosial. Ia menegaskan, selama masa kepemimpinannya, sistem reward and punishment akan diterapkan secara adil tanpa memandang latar belakang.
“Bekerjalah dengan baik dalam melayani masyarakat. Di bawah kepemimpinan saya, siapa yang berprestasi akan kita promosikan, tidak peduli siapa dan dari latar belakang apa. Tapi kalau ada pelanggaran atau tindakan yang mencoreng pelayanan, sanksi pasti menanti,” pungkasnya.
Bupati berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, dan seluruh tenaga kesehatan di Aceh Timur dapat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial, untuk hal-hal yang edukatif, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah. (rn/md)
Editor: Mahyud

