RILIS.NET, ACEH TIMUR – Upaya melakukan pengawasan dan pencegahan stunting, sebanyak 23 operator di kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur mendalami sistem Electronic Human Development Worker (EHDW), yaitu sistem atau aplikasi berbasis web dan seluler yang dikembangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).
Operator EHDW ini diberikan pemahaman lanjutan tentang cara melakukan pendataan dan pengawasan serta pencegahan terhadap kasus stunting.
Pelatihan tersebut dianggap sangat penting untuk membantu Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam mencatat, memantau, dan melaporkan upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Selain itu, peserta juga diharapkan agar mampu menargetkan kelompok prioritas seperti rumah tangga dengan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), calon pengantin, pasangan usia subur, remaja putri, dan anak usia 0–59 bulan, serta melakukan pengawasan layanan pencegahan stunting, agar program konvergensi di desa tepat sasaran. Kegiatan ini di pusatkan di kecamatan Ranto Peureulak, pada Rabu (30/9/2026).

Para peserta EHDW diberikan pemahaman langsung oleh Pic Stunting kabupaten Aceh Timur, Hendra Saputra, dan juga dari DPMG Zulkifli, yang turut dipandu oleh koordinator Pendamping Desa Kecamatan Ranto Peureulak Mashitah.
Tim Ahli Pendamping Desa yang juga Pic Stunting kabupaten Aceh Hendra Saputra mengatakan, kegiatan tersebut sangat penting bagi operator EHDW untuk melakukan pengawasan stunting. “Operator EHDW harus dipadukan dengan operator desa agar dapat mengupdate data, dan pendamping desa harus melakukan verifikasi data,” sebut Hendra.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu dihadiri oleh Camat Ranto Peureulak Mahyuddin, Ketua Forum Keuchik Zul fahmi, perwakilan dari Koramil Ranto Peureulak, Polsek, serta sejumlah tamu dan para undangan lainnya. (*)

