RILIS.NET, BANDA ACEH – Ratusan warga Peureulak Aceh Timur menghadiri acara Halal Bihalal, Ikatan Keluarga Peureulak Raya (IKAPA), yang digelar di komplek pendopo Gubernur, Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (16/4/2026).
Selain dihadiri oleh para sesepuh masyarakat asal Peureulak, dan Alumni Asrama IKAPA, serta ratusan warga asal peureulak lainnya, turut juga dihadiri oleh pengurus Yayasan IKAPA serta ketua PKK Aceh Timur. Hadir juga kepala OPD dan juga Camat bersama para tamu dan undangan lainnya.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi dalam pidatonya, turut mengulas kisah berdirinya asrama IKAPA, yang saat itu baru saja dibangun dengan cara swakelola dan bergotongroyong. Mulai dari material kayu yang didatangkan dari Peureulak, dan juga kisah para senior dan sejumlah mantan aktivis asal Peureulak yang saat itu menimba ilmu di Banda Aceh, dihadapkan pada masa masa sulit saat konflik masih membara, bahkan ada yang dijadikan sebagai DPO.
Menurut Bupati Al-Farlaky, tak sedikit juga para alumni di IKAPA yang saat ini telah menduduki sejumlah posisi strategis dan mampu berpidato dan beradaptasi berkat adanya tempaan mental dan pertemuan-pertemuan yang sering digalakkan seusai shalat magrib pada saat itu.
“Saya minta agar rutinitas pengajian dan pertemuan sesuai shalat magrib nantinya kembali digelar di mushallah yang ada di Asrama,” kata Bupati Al-Farlaky saat menyampaikan arahannya.
Terkait sejumlah bangunan yang masih belum selesai, dan turut dilaporkan oleh pengurus IKAPA. Bupati Al-Farlaky mengaku akan kembali mewujudkan asrama tambahan yang belum rampung, begitupun dengan Mushalla yang akan dibangun di bagian tengah, serta akan ada penambahan ruang singgah ataupun losmen yang diperuntukan bagi para warga Peureulak yang akan menginap.
“Selain kembali merampungkan sejumlah bangunan, juga akan kita bantu ambulan yang dapat mengantar warga yang sakit ke seluruh kawasan yang diinginkan dalam kota Banda Aceh,” ujar Al-Farlaky.
Tak hanya itu, sebagai tokoh yang dilahirkan dari rahim IKAPA, Al-Farlaky turut meminta kepada segenap masyarakat Peureulak untuk tetap merapatkan barisan dan memperkokoh persatuan dan kekuatan, bahwa bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang mengintai ruang untuk diserang dengan berbagai pembusukan.
Menurut Bupati Al-Farlaky, tidak semua orang akan menyukai keberhasilan yang akan diraihnya dalam memimpin Aceh Timur, justru bagi pembenci akan mencari celah kesalahan untuk diumbarkan di ruang publik.
“Kenapa kdang ada orang yang tidak senang terhadap kita, tentu ada capaian ataupun posisi yang kita miliki, namun posisi itu tidak dimilikinya. Begitu juga ada orang yang terkadang dia tidak memiliki seperti yang kita miliki, maka akan timbul iri dan kedengkian, dan itu hal yang biasa,” tegasnya.
Untuk itu para Alumni diminta untuk terus berkarya, serta tetap solid dan kuat, sehingga gaung persatuan masyarakat peureulak bisa dinampakan di tingkat provinsi, bahwa masyarakat Peureulak itu kokoh, kuat dan mampu tampil di kota Banda Aceh ini.
Pada kegiatan itu, juga turut dipilih ketua Yayasan IKAPA yang baru, yang diberikan kepercayaan kepada Mastur Yahya. Usai terpilih secara aklamasi, Mastur Yahya juga turut dikukuhkan oleh Bupati Al-Farlaky dalam pertemuan Akbar Halal Bihalal ini.
Sebelumnya, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky juga turut menyantuni sejumlah anak yatim yang hadir dalam acara ini. Usai Halal Bihalal dan makan bersama, para warga dari Bumi Nurul A’la ini mengakhiri dengan diskusi ringan dan foto bersama dengan penuh keakraban. (rn/my)

