Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Aceh Timur

Miris Nasib Buruh Harian Lepas, Semua Anaknya Tak Sekolah

REDAKSIBy REDAKSISeptember 7, 20193 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
Miris Nasib Buruh Harian Lepas, Semua Anaknya Tak Sekolah September 7, 2019
Yati Bersama Anak – anaknya.

rilisNET, Aceh Timur – Sangat menyedihkan nasib salah satu keluarga pasangan Ayong (Nama panggilan) dan Yati ini, yang tinggal disebuah rumah sederhana di areal HGU milik PT. Bumi Flora, Afdeling 4 Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur. Anak – anak Yati tidak sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Yati berkisah, suaminya Ayong hanya bekerja sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) di PT. Bumi Flora sejak tahun 2003 lalu, dan sampai saat ini masih berstatus BHL. Yati mengaku telah dikaruniai 10 orang anak, 6 diantaranya dalah laki – laki, yang sulung berusia 16 tahun, sedangkan yang bungsu baru berumur 1 tahun.

Namun, diantara sekian banyak anak Yati yang telah memasuki usia sekolah semuanya tidak mendapatkan pendidikan formal maupun informal seperti anak – anak pada umumnya, itu terjadi akibat keterbatasan ekonomi, ia mengaku penghasilan suaminya sebagai buruh hanya cukup sekedar untuk makan.

Baca Juga :  Abu Paya Pasi Peusijuk Pj Bupati Aceh Timur, Kapolres serta Dandim

Pasangan kurang mampu ini mulanya berasal dari Aceh Tamiang, sejak belasan tahun yang lalu hijrah, dan mereka mengadu nasib ke Aceh Timur,  namun kini mereka mengaku telah tercatat sebagai warga Desa Blang Rambong, Kecamatan Banda Alam,  Kabupaten Aceh Timur.

“Yang bekerja Ayah mereka, anak-anak yang sudah besar juga ikut bekerja membantu ayahnya,”  Kata Yati sambil menunjukkan anak-anaknya yang sedang berkumpul. Sabtu (7/9/2019).

Saat ditanya, apakah pihak perusahaan ada memperhatikan terhadap pendidikan anak-anaknya, Yati hanya terdiam, tampak dengan wajah yang sedih ia memberi isyarat sambil menggeleng – gelengkan kepala.

Yati juga tidak begitu lugas menceritakan kisah hidupannya, entah apa yang diakhawatirkan. Ia berharap agar sang suami yang menceritakan lebih detail,  sementara suaminya saat itu sedang bekerja dikebun.

Baca Juga :  Tahfidz Qur'an - AOC Terima Wakaf Kipas Angin dari Keluarga Serda Fifin Arpianto

Sementara itu, Azhari selaku Kepala bagian Tata Usaha (KTU) di perusahaan perkebunan milik PT.  Bumi Flora mengatakan, saat ini perusahaan tersebut memiliki karyawan tetap sebanyak 68 orang, sedangkan yang lain merupakan Buruh Harian Lepas (BHL) .

Dikatakan dia, bahwa sistem di bekerja PT. Bumi Flora, yang bekerja dibidang produksi itu adalah sistem borong, mereka tidak ada terikat dengan perusahaan.

“Kalau bagian produksi, sistem bekerjanya itu borong, mereka tidak diangkat menjadi karyawan tetap. Berapa kilo hasil yang dipanen segitu yang di bayar,” kata Azhari.

Dia juga mengatakan bahwa perusahaan hanya mampu menyediakan pendidikan ditingkat usia dini (PAUD), “jika anak – anak para karyawan tetap yang sudah masuk sekolah ditingkat SD, SMP maupun SMA, mereka kita sarankan ke sekolah – sekolah terdekat.” Katanya.

Baca Juga :  BUMG Maju Bersama Kecamatan Lhoksukon Dilaunching Wabup Aceh Utara Fauzi Yusuf.

Nasib memang berbeda, seharusnya anak – anak diusia sekolah itu mesti mendapatkan pendidikan yang cukup sebagai hak warga negara, sekalipun yang hidupnya melarat sebagai buruh seperti keluarga Yati, namun apa hendak dikata, dia hanya mampu meratapi nasib, dengan terpaksa harus merelakan buah hatinya untuk tidak bersekolah.

Apakah mungkin hanya anak – anak ibu Yati dari keluarga kurang mampu ini saja yang bernasib malang, bisa jadi masih ada dikeluarga yang tidak mampu lainnya bernasib serupa, namun kisah hidupnya belum muncul kepermukaan seperti yang dialami oleh semua anak – anak  Ibu Yati yang tidak bersekolah akibat terhimpit ekonomi.

Sumber: modusaceh

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Pemkab Aceh Timur Raih Opini WTP Ke- 12 Berturut-turut 

Agustus 4, 2026

Bupati Al-Farlaky Paparkan Potensi Tikar dan Tenun Aceh Timur pada Menteri Ekonomi Kreatif

Agustus 3, 2026

GaWAT Gelar FGD, Hadirkan Bupati Al-Farlaky dan 150 Wartawan di Aceh Timur 

Juli 29, 2026

118 Anak Dikhitan Gratis oleh Bupati Aceh Timur

Juli 27, 2026

Bupati Al-Farlaky Buka Pintu Maaf untuk Dun Belanda yang Menghujatnya

Juli 25, 2026

Bupati Al-Farlaky Tekankan Disiplin ASN dan Kebersihan di RSUD dr Zubir Mahmud

Juli 24, 2026

Karhutla Meluas di Tiga Kecamatan di Aceh Barat Seluas 9 Ha

Juli 21, 2026

Bupati Al-Farlaky Terbitkan Teguran Keras, Pelaku Usaha Dilarang Buang Sampah Sembarangan

Juli 17, 2026

Bupati Al-Farlaky Lantik T Reza Rizki Sebagai Pj Sekda Aceh Timur

Juli 15, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.