Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Aceh Timur

Program SRS Lanjut, Simpang Jernih Akan Jadi Lokasi Destinasi Wisata Baru di Aceh Timur

REDAKSIBy REDAKSISeptember 9, 20213 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program SRS Lanjut, Simpang Jernih Akan Jadi Lokasi Destinasi Wisata Baru di Aceh Timur September 9, 2021
RILIS.NET, Aceh Timur – Program Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang telah ditetapkan di Kabupaten Aceh Timur terus berlanjut, pembangunan tempat penangkaran Badak Sumatera itupun rencananya akan segera dimulai pada tahun ini. Jika itu siap dibangun kedepan kawasan Simpang Jernih ini diyakini akan jadi lokasi destinasi wisata baru di Kabupaten Aceh Timur.

Pembangunan suaka badak ini bagian dari rencana aksi darurat penyelematan badak sumatera dari kantong popolasi yang sudah tidak Sintas (Tidak Viable), dan populasi serta habitatnya sudah terisolasi, di kawasan hutan Aceh.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berdasarkan Surat Nomor: 600/10/2020 tanggal 30 Maret 2020, memberikan dukungan pembangunan SRS dengan lahan seluas 7.302 hektar.

Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH mendukung penuh pembangunan SRS sebagai upaya penyelamatan badak sumatera, yang populasinya di alam tidak lebih dari 80 individu.

Jika tempat penangkaran Badak yang ketiga di Indonesia ini selesai dibangun di kawasan Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur maka, diyakini akan terciptanya multiplier effect di bidang pariwisata.

Rocky sapaan akrab Bupati Aceh Timur ini juga meyakini, selain menjadi kawasan lindung untuk kelestarian alam dan satwa, lokasi penangkaran badak ini nantinya juga menjadi destinasi wisata konservasi baru di Aceh Timur.

“Ini merupakan prospek yang sangat bagus bagi ekonomi masyarakat yang ada di Simpang Jernih. Satwa kita bisa terjaga dengan baik, ekonomi masyarakat juga ikut terbangun dan akan tercipta multiplier effect dibidang pariwisata,” sebut Rocky.

Rocky turut mengajak masyarakat sekitar untuk mendukung, membantu dalam mewujudkan kehadiran suaka badak Sumatera ini di Aceh Timur, yang hanya ada tiga lokasi di Indonesia, setelah Kalimatan Timur dan Lampung.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Asisten, para kepala OPD terkait, Forum Konservasi Lauser (FKL), Camat Simpang Jernih, Keuchik (kades) Rantau Panjang dan perwakilan masyarakat, pada Kamis (9/9/2021), di Aula Sekdakab Aceh Timur, Bupati Rocky turut memaparkan kemajuan yang telah dicapai oleh daerah lainnya yang terdapat lokasi penangkaran badak Sumatera.

“Dengan adanya tempat penangkaran ini Simpang Jernih Kedepan akan jauh lebih maju, seperti di daerah lainya yang ada pembangunan tempat penangkaran badak. Akses jalan akan lebih bagus, begitu juga hutan rakyat akan tetap terjaga. Begitu juga dengan adanya lokasi ini nantinya juga akan menunjang disegi pariwisata akan bisa lebih maju,” tandas Rocky.

Menurutnya Pemerintah Aceh Timur bukan hanya bertekat untuk menyelamatkan satwa yang dilindungi, namun juga akan membangun perekonomian rakyat di kawasan ini, selain itu juga menyelamatkan hutan Aceh Timur agar tidak ada yang merusak alam dikawasan itu.

“Potensi alam di Simpang Jernih sangat luar biasa, ada air terjun, hutan dan alamnya sangat asri selain itu air sungainya juga jernih dengan ikan jurung yang bernilai tinggi, maka kita harus selamatkan itu semua,” pungkasnya.

Kalau ada pihak ketiga yang dapat menghambat kemajuan di Simpang Jernih Rocky akan menghadapinya, menurut Bupati mantan Kombatan GAM ini, Simpang Jernih dengan semua potensi besar yang dimilikinya harus bisa menjadi kawasan wisata yang maju dimasa mendatang.

“Kita ingin ingin bangun akses jalan yang bagus, ekonomi masyarakat juga harus bangkit, sektor pariwisata dapat tumbuh kedepan dengan adanya program SRS ini,” harap Bupati Aceh Timur. (rn/red)
Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Sapi Bali, Polda Aceh Tetapkan 9 Tersangka
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Camat Mahyuddin Lobi Kementrian Pertanian Minta Bangun Embung di Aceh Timur

Oktober 31, 2026

Tindak Lanjut Arahan Bupati, Camat Ranto Peureulak Minta Keuchik Salurkan BLT Ekstrem

Oktober 27, 2026

Bupati Al-Farlaky Ajak Mahasiswa Bangun Jejaring yang Kuat

Oktober 24, 2026

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Ulama Aceh di Dayah Keude Dua

Oktober 18, 2026

Kunker ke Pulo Blang, Bunda PAUD Kecamatan Ranto Peureulak Bagi-bagi Masker 

Oktober 17, 2026

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Terima Penghargaan ILMA 2026, Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

Oktober 16, 2026

Merasa Iba, Camat Ranto Peureulak Hadiahkan Sepatu Baru untuk PNS

Oktober 16, 2026

Respon Komplain Pelanggan, Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM

Oktober 14, 2026

BMKG Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumut

Oktober 10, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.