Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Aceh Timur

Tersandung Kasus Korupsi Pembangunan Gedung, Mantan PPK di Kantor BPN Aceh Timur Ditahan

REDAKSIBy REDAKSIDesember 16, 20203 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tersandung Kasus Korupsi Pembangunan Gedung, Mantan PPK di Kantor BPN Aceh Timur Ditahan Desember 16, 2020
Thirarisani saat diantarkan ke Lapas Kelas ll B Langsa (Foto: Ist)

RILIS.NET, Aceh Timur – Thirarisani, SP (34), mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di kantor Badan Pertanahan (BPN) Aceh Timur, dieksekusi oleh tim dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur ke Lapas Kelas ll B Langsa.

Dia ditahan pada Selasa kemarin, atas kasus korupsi pembangunan gedung BPN Aceh Timur pada tahun Anggaran 2014 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sebesar Rp 5,8 ratus juta rupiah.

Tim eksekusi dari Kejari Aceh Timur, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Hafrizal, SH, MH dan Kasubsi Penyidikan pada Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Aceh Timur Wahyudi, SH. Mereka melakukan eksekusi  berdasarkan surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur No. Print-1272/L.1.22/Fu.1/12/2020 tanggal 08 Desember 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas, SH, MH kepada media ini mengatakan, Thirarisani dieksekusi didasari oleh  putusan Mahkamah Agung Nomor. 586 K/Pid.Sus/2019 tanggal 10 April 2019.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara Ke-75, Polres Aceh Timur Gelar Vaksinasi Massal

“Terpidana sangat koperatif dan bersedia untuk dilakukan eksekusi, kemudian tim Jaksa eksekutor dengan pengamanan dari Kepolisian Resort Aceh Timur menuju lokasi rumah terpidana Thirarisani, yang berada di Dusun Pocut Baren, Desa Serambi Indah Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Sesampainya di lokasi, tim kemudian langsung berhasil membawa terdakwa menuju Lapas Kls II B langsa dengan didampingi oleh suaminya,” sebut Abun Hasbulloh Syambas, Rabu (16/12/2020).

Ia juga menambahkan, penahanan mantan PPK ini karena dianggap ikut terlibat dalam kasus pembangunan kantor BPN tahun 2014, dan telah menguntungkan orang lain Nazaruddin atau korporasi CV. Delpa dan Co sebesar Rp. 5,8 ratus juta rupiah lebih.

Penuntut umum pada Kejari Aceh Timur dalam dakwaannya menyatakan terdakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Terpilih Secara Aklamasi, Firman Dandi Pimpin KONI Aceh Timur

Subsidiar, Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Subsidiair Pasal 9 juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP,” tambah Abun.

Thirarisani dipidana penjara selama 4 tahun 6 bulan, dikurangi seluruhnya selama terdakwa berada dalam tahanan, dan membayar denda sebesar Rp 250 juta rupiah subsidair 4 bulan kurungan.

Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Banda Aceh Nomor 54//Pid.Sus-TPK/2017/Pn Bna tanggal 23 Maret 2018 dalam putusannya

Menyatakan terdakwa Thirarisani S.P Binti T. Hayatul Kamal, terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 1 tahun dan denda sebesar Rp50 juta rupiah subsidair satu bulan kurungan.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Timur Gelar Pisah Sambut Kajari

Atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Banda Aceh itu, maka Penuntut Umum pada Kejari Aceh Timur dan Terdakwa mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Kemudian, putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor 7/Pid.Sus/Tipikor/2018/PT BNA tanggal 28 Mei 2018, dalam amar putusannya menerima permohonan banding yang diajukan penuntut umum dan terdakwa, kemudian menguatkan putusan Pengadilan Tipikor PN Banda Aceh Nomor 54//Pid.Sus-TPK/2017/Pn Bna tanggal 23 Maret 2018.

Atas putusan banding tersebut Penuntut Umum pada Kejari Aceh Timur lalu mengajukan upaya hukum Kasasi kepada Mahkamah Agung (MA), dan diputus dengan putusan  Nomor. 586 K/Pid.Sus/2019 tanggal 10 April 2019 dengan amar putusan menolak permohonan Kasasi Penuntut Umum pada Kejari Aceh Timur. (redaksi)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Pemkab Aceh Timur Raih Opini WTP Ke- 12 Berturut-turut 

Agustus 4, 2026

Bupati Al-Farlaky Paparkan Potensi Tikar dan Tenun Aceh Timur pada Menteri Ekonomi Kreatif

Agustus 3, 2026

118 Anak Dikhitan Gratis oleh Bupati Aceh Timur

Juli 27, 2026

Bupati Al-Farlaky Buka Pintu Maaf untuk Dun Belanda yang Menghujatnya

Juli 25, 2026

Bupati Al-Farlaky Tekankan Disiplin ASN dan Kebersihan di RSUD dr Zubir Mahmud

Juli 24, 2026

Bupati Al-Farlaky Terbitkan Teguran Keras, Pelaku Usaha Dilarang Buang Sampah Sembarangan

Juli 17, 2026

Bejat, Ayah Tiri di Langsa Lama Diduga Setubuhi Anak Disabilitas Diringkus Polisi

Juli 16, 2026

Bupati Al-Farlaky Lantik T Reza Rizki Sebagai Pj Sekda Aceh Timur

Juli 15, 2026

Ruddi Setiawan Ditunjuk Sebagai Kapolda Aceh yang Baru

Juni 26, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.