RILIS.NET, ACEH TIMUR – Kepada para pedagang di swalayan, toko dan pasar tradisional maupun pedagang eceran di kaki lima, diminta untuk tidak menaikkan harga barang yang mencekik leher masyarakat, bila kedapatan tindakan tegas akan diterapkan oleh penegak hukum.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat meninjau pusat kota Idi Rayeuk, Jumat (5/12/2025), pagi.
Saat melakukan sidak ke sejumlah pasar di Kota Idi Rayeuk, Bupati Al-Farlaky turut didampingi oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, serta Dandim 0104 Letkol Inf Novi Widiyanto dan pejabat OPD terkait lainnya.
Langkah tegas ini dilakukan Al-Farlaky karena banyaknya keluhan masyarakat, terkait ulah pedagang yang melambungkan harga barang, dan kebutuhan pokok, seperti telor, beras, cabai, serta kebutuhan masyarakat lainnya, yang dijual dengan harga tidak wajar.
Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan setempat yang diperoleh dari hasil sidak oleh rombongan Bupati Aceh Timur ini pada Jumat, diketahui harga beras premium 1 zak Rp230.000, gula Rp18.000, minyak kita Rp18.000, telor ayam Rp75.000, dan kentang Rp15.000.
Selain itu, cabe merah ada yang menjual Rp90.000, tomat Rp16.000, dan cabe kecil Rp70.000. Harga tersebut dianggap tinggi dan dapat menyulitkan masyarakat ataupun pembeli.
“Sebelumnya kita juga udah keluar surat edaran agar para pedagang tidak menaikkan harga di atas harga HET (harga eceran tertinggi). Jika kedapatan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky.
Bupati Al-Farlaky juga meminta agar warga tidak perlu takut untuk menyampaikan laporan, jika ada pedagang yang memainkan harga barang kebutuhan pokok dipersilahkan memberikan laporan ke nomor hotline pengaduan 0823 82016253.
“Silahkan laporkan kalau kedapatan ke nomor hotline pengaduan, dan nama pelapor akan dirahasiakan,” sebutnya.

Kepada pedagang di pasar kota Idi Rayeuk Bupati Al-Farlaky berharap agar tidak ada pedagang yang menaikan harga dengan tidak wajar, mengingat kondisi masyarakat yang saat ini sedang mengalami musibah bencana.
Sementara itu, salah seorang pembeli mengaku harga kebutuhan pokok sudah mulai diturunkan kembali oleh pedagang, itu disebabkan setelah adanya surat edaran Bupati. “Ini sudah mulai ada perubahan pak setelah adanya berita surat edaran,” kata salah seorang warga kota Idi Rayeuk.
Tidak hanya di kota Idi, rombongan dari Forkopimda yang dipimpin oleh Bupati Aceh Timur ini juga bergerak ke kota Peureulak untuk melakukan sidak, langkah ini dilakukan agar harga barang tidak melambung tinggi.
“Sampah-sampah nanti akan kita bersihkan di pusat kota, agar pedagang kembali nyaman. Terutama di pusat kota-kota seperti Idi, Peureulak, Lhok Nibong, Simpang Ulim, Sungai Raya dan kawasan lainnya yang dipenuhi sampah,” tandasnya. (rn/my)
Editor: Mahyud

