Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Aceh Timur

Wali Nanggroe: Jaga Kelestarian Hutan dan Satwa

REDAKSIBy REDAKSIJanuari 23, 20203 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
Wali Nanggroe: Jaga Kelestarian Hutan dan Satwa Januari 23, 2020
Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar  bersama Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H. M Thaib  saat meninjau normalisasi sungai di desa Titi Baro kecamatan Idi Rayeuk, Kamis (23/1/2020)

rilisNET, Aceh Timur – Wali Nanggroe Aceh, Tgk. H. Malik Mahmud Al-Haytar meminta semua elemen untuk terus menjaga kelestarian hutan dan satwa, hal itu perlu dilakukan dalam upaya penyelematan hutan dari aksi pembalakan liar dan perburuan satwa- satwa yang ada di hutan Aceh.

“Aceh salahsatu daerah di Indonesia yang masih memiliki hutan yang bagus. Kita masih memiliki satwa yang perlu dilindungi seperti badak, harimau, gajah dan satwa lainya. Maka kita mengharapkan semua elemen merawat kelestarian alam yang melimpah ini,” ujar Malik Mahmud disela- sela kunjungan ke Aceh Timur, Kamis 23 Januari 2020.

Baca Juga :  Menpan RB: Status Tenaga Honorer Selesai 2023

Dalam kunjungan itu, Malik Mahmud menilai upaya Bupati Aceh Timur dalam merawat kelesetarian hutan dan menjaga satwa sangat serius. Bahkan Wali Nanggroe mendukung penuh serta menyambut baik rencana Pembangunan dan Pengelolaan Suaka Badak Sumatera di Kabupaten Aceh Timur.

“Upaya penyelamatan hutan dan satwa ini sangat kita dukung. Apalagi keberadaan satwa badak ini hampir punah. Maka pembangunan penangkaran adalah upaya untuk menyelematkan badak itu sendiri,” Imbuh Wali Nanggroe seraya mengharapkan semua elemen terus berkampanye menjaga hutan dan satwa di Aceh.

Disisi lain , Wali Nanggroe mengaku salut dengan pembangunan yang telah dipacu oleh pemerintah kabupaten Aceh Timur saat ini, namun dihadapan bupati Rocky ia menekankan untuk lebih meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kekayaan satu negeri itu bagaimana ekonomi masyarakat itu tumbuh dan hebat. Ekonomi masyarakat baik maka majulah Negara itu, maka konsep- konsep inilah yang perlu kita terapkan untuk membangun Aceh,” tandas Malik Mahmud.


Sementara itu Bupati Aceh Timur. H. hasballah Bin H.M. Thaib, SH berkomitmen akan lebih serius menjaga satwa dan kelestarian hutan untuk itu ia mengharapkan agar masyarakat untuk menjaga kawasan hutan dan habitat yang ada didalamnya, baik gajah, harimau, orangutan atau berbagai jenis satwa lainnya.

Baca Juga :  Tanam Ubi di Lahan Koperasi, Bupati Rocky: Lahan Tidur di Aceh Timur Harus Dimanfaatkan

Upaya serius pemerintah dalam menyelesaikan persoalan lingkungan bahkan dilakukan,seperti permasalahan konflik gajah dengan manusia yang kerab terjadi di Aceh Timur. Pemerintah daerah telah mengambil sikap dengan membangun tempat penangkaran gajah atau Conservation Response Unit (CRU) di Serbajadi.

“Ini adalah keseriusan kita dalam upaya menyelematkan satwa di hutan Aceh Timur. Kita terus berkomitmen menjaga kelestarian alam yang akan kita wariskan nanti untuk anak cucu kita,” imbuh Bupati Rocky seraya berharap dukungan semua pihak agar Pembangunan dan Pengelolaan Suaka Badak Sumatera di Kabupaten Aceh Timur segera terwujud.

Baca Juga :  Muswil DPW PA Langsa Toke Su-um Terpilih Secara Aklamasi

Sebelumnya rombongan wali Nanggroe tiba di Aceh Timur pada Rabu 22 Januari 2020 . Kedatangan wali nanggro disambut langsung oleh bupati Aceh Timur di hotel Royal Idi. Selanjutnya, Kamis Pagi, bupati yang turur didampingi Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat, S,STP, M.AP mengelar diskusi yang salahsatunya membahas persoalan hutan dan satwa.

Hadir juga dalam diskusi itu dari Forum Konservasi Leuser (FKL). Setelah diskusi, Wali Nangroe juga meninjau langsung pembangunan pusat perkantoran pemerintahan kabupaten Aceh Timur, kemudian sebelum makan sian, wali nangroe juga menyempatkan diri mengujungi situs sejarah Rumoh busoe di desa Keede Blang Kecamatan Idi Rayeuk.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Sempat Tertunda, Musrenbang Desa di Kecamatan Ranto Peureulak Tuntas

Januari 29, 2026

Bupati Al-Farlaky Tunai Janji, Resmikan Jembatan Peureulak dan Aspal Jalan Dua Jalur

Januari 29, 2026

Bupati Al-Farlaky Minta Provinsi Percepat Pembangunan Ruas Jalan Peureulak – Pinding Blang Kejren

Januari 27, 2026

Bupati Al-Farlaky Lantik 4.816 PPPK Paruh Waktu 

Januari 23, 2026

Bupati Al-Farlaky Dampingi Mendagri Kunjungi Desa Sahraja di Pedalaman Aceh Timur 

Januari 22, 2026

Petani yang Perbaiki Sawah Sendiri Diberi Insentif Rp 100.000 Per Hari di Aceh Utara

Januari 15, 2026

Bupati Al-Farlaky Pantau Perekaman Adminduk Warga Terdampak Bencana di Ranto Peureulak

Januari 14, 2026

Bupati Al-Farlaky Kirim Logistik untuk Korban Banjir Susulan di Aceh Timur 

Januari 10, 2026

Bupati Al-Farlaky Kembali Jelajah Jalur Sungai Temui Warga di Pedalaman Simpang Jernih 

Januari 5, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.