Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Aceh Timur

Waduk Alue Nibong, Objek Wisata Peninggalan Belanda Mulai Berseri di Aceh Timur

REDAKSIBy REDAKSISeptember 15, 20193 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
Waduk Alue Nibong, Objek Wisata Peninggalan Belanda Mulai Berseri di Aceh Timur September 15, 2019
Waduk Peninggalan Belanda di Gampong Alue Nibong, Peureulak, Aceh Timur yang kini dijadikan objek wisata baru. (rilisNET).

rilisNET, Aceh Timur – Di Desa Alue Nibong Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, terdapat sebuah waduk peninggalan masa kolonial Belanda, sampai saat ini masih difungsikan oleh warga sekitar untuk dapat mengairi sawah petani.

Letaknya tak berapa jauh dari jalan lintas Medan – Banda Aceh, terpaut lebih kurang satu kilo meter ke arah barat dari Simpang Alue Nibong Peureulak, akses menuju kesana sudah teraspal hanya beberapa puluh meter saja tampak jalanan yang berbatu. Diapit oleh persawahan warga membuat suasana ke arah waduk tampak begitu asri.

Waduk Alue Nibong, Objek Wisata Peninggalan Belanda Mulai Berseri di Aceh Timur September 15, 2019
Waduk Peninggalan Belanda di Alue Nibong Peureulak, Foto: Mahyuddin

Dulu waduk ini hanya diperuntukan oleh warga untuk mengairi sawah, siapa sangka melalui ide kreatif warga setempat yang dimotori oleh Keuchik Jamal ini, membuat suasana waduk ini mulai menampakkan keindahannya. Tak jarang sejumlah wargapun mulai berdatangan ingin menikmati suasana waduk yang tenang.

“Waduk ini fungsinya  untuk mengairi sawah, namun di lihat cocok dengan lingkungan sekitar waduk, maka setelah duduk pakat antar perangkat desa dan dengan dukungan masyarakat, dikembangkan waduk ini sebagai objek wisata,” Kata Mustafa (42) warga setempat.

Suasana alam sekitar waduk relatif tenang, diapit perkebunan durian warga membuat cuaca disekitar waduk tampak rindang karena terhalang sinar matahari di ufuk barat. Disisi timur waduk terdapat hamparan hijaunya sawah milik warga, suasananyapun kian ramai saat petani saling bersahutan dipematang sawah.

Baca Juga :  Korban Banjir Aceh Timur Mulai Terserang Penyakit Gatal, Demam dan Flu
Waduk Alue Nibong, Objek Wisata Peninggalan Belanda Mulai Berseri di Aceh Timur September 15, 2019
Persawahan Yang Subur di Sekitar Waduk. 

“Asiknya ini kalau pas musim duren, mungkin kita bisa makan langsung dibawah pohon yang berdekatan dengan waduk ini,” kata Dyana salah seorang pengunjung kepada penulis sambil menunjuk kebun durian milik warga sekitar.

Memang sekitar waduk sepintas tampak biasa saja, hanya ornamen bangunan waduk yang telah dipoles bagaikan warna pelangi, ditengahnya terdapat jembatan panjang yang telah dibuat melalui program inovasi desa yang bersumber dari Dana Desa, jembatan panjang yang membelah waduk lebih kurang 200 meter itu sengaja dicat warna warni hingga tampak indah dan memanjang.

Baca Juga :  Mahfud MD: DKI dan Aceh Tak Ada Pilkada Justru Angka Infeksi Corona Tinggi
Waduk Alue Nibong, Objek Wisata Peninggalan Belanda Mulai Berseri di Aceh Timur September 15, 2019
Jembatan Yang Dibangun Ditengah – tengah Waduk. Foto: Mahyuddin/Pak Geuchik.

Namun siapa sangka suatu saat nanti waduk ini akan dipenuhi oleh para wisatawan yang ingin menikmati suasana alam. Hal ini bukan tidak mungkin objek wisata ini akan bertambah maju seiring berjalannya waktu. Potensi alam sekitar yang menghasilkan buah durian segar bisa menjadi aikon objek wisata ini dimasa yang akan datang. Misalnya, menikmati durian langsung dibawah pohonnya yang mengelilingi waduk, disana akan muncul warung warung milik warga yang nantinya dapat menunjang perekonomian masyarakat sekitar. Kalau itu terus dikembangkan yakinlah wisatawan akan terus berdatangan untuk menikmati objek wisata yang satu ini. Apalagi bila tiba musim durian yang langsung bisa dimakan sambil nyantai ditepi waduk yang indah ini.

Mustafa yang ditemui wartawan media ini disekitar waduk, Minggu (15/9/2019) sore, mengatakan, saat ini setelah mulai dikembangkan banyak orang yang mendatangi lokasi, apalagi saat sore hari tiba diakhir pekan. Dia sangat berharap agar pihak terkait bisa cepat mengoptimalkan pembangunannya agar semakin dikenal dan bisa menjadi lahan pendapatan bagi warga sekitar.

“Ini sudah mulai dikembangkan, Insya Allah kalau lebih dioptimalkan nantinya akan menjadi objek wisata yang sangat menjanjikan untuk masa depan di wilayah Peureulak khususnya dan Aceh Timur pada umumnya,” Harap Mustafa.

Baca Juga :  Pertemuan Forum Keuchik dengan EO, P3MD Mengkau Tak Diikut Sertakan
Waduk Alue Nibong, Objek Wisata Peninggalan Belanda Mulai Berseri di Aceh Timur September 15, 2019
Waduk Alue Nibong, Foto: Mahyuddin.

Tak terasa beberapa lama kami disana, waktupun kian berlalu dan arah jarum jam menunjukan pukul 5.30 WIB. Mataharipun berlahan mulai tenggelam diufuk barat, tak lama kamipun beranjak pulang, disekitar waduk masih tersisa beberapa pengunjung yang ingin berselfi ria dengan keluarga, kami yakin, andapun akan meninggalkan kesan tersendiri bila berkunjung ditempat yang satu ini.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Sempat Tertunda, Musrenbang Desa di Kecamatan Ranto Peureulak Tuntas

Januari 29, 2026

Bupati Al-Farlaky Tunai Janji, Resmikan Jembatan Peureulak dan Aspal Jalan Dua Jalur

Januari 29, 2026

Bupati Al-Farlaky Minta Provinsi Percepat Pembangunan Ruas Jalan Peureulak – Pinding Blang Kejren

Januari 27, 2026

Bupati Al-Farlaky Lantik 4.816 PPPK Paruh Waktu 

Januari 23, 2026

Bupati Al-Farlaky Dampingi Mendagri Kunjungi Desa Sahraja di Pedalaman Aceh Timur 

Januari 22, 2026

Bupati Al-Farlaky Pantau Perekaman Adminduk Warga Terdampak Bencana di Ranto Peureulak

Januari 14, 2026

Bupati Al-Farlaky Kirim Logistik untuk Korban Banjir Susulan di Aceh Timur 

Januari 10, 2026

Bupati Al-Farlaky Kembali Jelajah Jalur Sungai Temui Warga di Pedalaman Simpang Jernih 

Januari 5, 2026

Agar Lancar Layanan Publik, Bupati Al-Farlaky Bentuk Satgas Pemulihan Administrasi

Januari 4, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.