Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Aceh Timur

Gajah Jantan Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Aceh Timur

REDAKSIBy REDAKSIJuli 12, 20212 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gajah Jantan Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Aceh Timur Juli 12, 2021

RILIS.NET, Aceh Timur – Seekor gajah jantan ditemukan telah mati dengan kondisi tanpa kepala, pada Senin (11//2021) sore di Afdeling V PT Bumi Flora, Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Gajah mati itu diduga sengaja dibunuh untuk diambil gadingnya, dugaan ini diperkuat dengan kondisi tubuh gajah putus tanpa kepala.

Sejumlah anggota dari Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, pada Senin (12/7/2021) pagi melakukan nekropsi (pemeriksaan kematian) terhadap gajah jantan yang ditemukan telah mati.

Baca Juga :  Bebaskan Warga dari Afganistan, Rusia Latihan Militer di Perbatasan

Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur turut memasang garis polisi di sekitar lokasi gajah mati ini.

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko, S.I.P.,S.I.K bersama anggotanya turut melakukan penyisiran dalam radius 100 meter dari lokasi. Hal ini untuk mengetahui apakah ada benda-benda yang mencurigakan.

Gajah Jantan Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Aceh Timur Juli 12, 2021

“Nekropsi ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apa penyebab kematian gajah yang mati dengan melakukan pembedahan untuk mengambil hati, jantung, usus, limpa, lidah dan cairan usus dan kotoran gajah yang mati tersebut. Sempel yang diambil akan dibawah ke Laboratorium guna diteliti apa penyebab kematian gajah yang diperkirakan berumur 15 tahun tersebut,” sebut Dwi Arys Purwoko.

Baca Juga :  Warga Simpang Jernih Kesasar di Hutan Saat Cari Bunga untuk Istrinya

Untuk hasil lab itu sendiri sambungnya, sekitar satu bulan ke depan baru bisa diketahui secara pasti apa penyebab kematian satwa yang dilindungi ini.

Sementara itu dengan tegas Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.I.K, M.H jmengimbau kepada masyarakat untuk tidak membunuh atau meracuni satwa dilindungi tersebut, selain melanggar hukum juga akan merusak habitat alam, Terang Kapolres. (rn/aqb)

Baca Juga :  Kasus Covid-19 India Lampaui 24 juta, Saat Varian Virus Menyebar ke Dunia
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Camat Mahyuddin Lobi Kementrian Pertanian Minta Bangun Embung di Aceh Timur

Oktober 31, 2026

Tindak Lanjut Arahan Bupati, Camat Ranto Peureulak Minta Keuchik Salurkan BLT Ekstrem

Oktober 27, 2026

Bupati Al-Farlaky Ajak Mahasiswa Bangun Jejaring yang Kuat

Oktober 24, 2026

Brigjen Pol Latif Usman Dilantik Sebagai Wakapolda Aceh

Oktober 21, 2026

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Ulama Aceh di Dayah Keude Dua

Oktober 18, 2026

Kunker ke Pulo Blang, Bunda PAUD Kecamatan Ranto Peureulak Bagi-bagi MaskerĀ 

Oktober 17, 2026

Respon Komplain Pelanggan, Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM

Oktober 14, 2026

Polda Aceh Kerahkan 1.820 Personel untuk Amankan Mudzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi

Oktober 9, 2026

Terpidana Korupsi Aset PT KAI di Aceh Timur Dibekuk di Binjai

Oktober 9, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.