Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Berita

WHO: Kematian COVID-19 Global Bisa Capai 2 Juta Sebelum Vaksin Merata

REDAKSIBy REDAKSISeptember 26, 20202 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
WHO: Kematian COVID-19 Global Bisa Capai 2 Juta Sebelum Vaksin Merata September 26, 2020
Ilustrasi WHO/Antara

RILIS.NET – Jumlah kematian COVID-19 global bisa mencapai 2 juta sebelum vaksin ampuh digunakan secara merata atau bahkan bisa lebih tinggi angkanya jika tidak ada tindakan bersama untuk mengekang pandemi, menurut pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat.

“Jika kita tidak melakukan itu semua, (2 juta kematian) tidak hanya dibayangkan, tetapi sangat mungkin terjadi,” kata Mike Ryan,  ketua program kedaruratan badan PBB tersebut saat konferensi pers pada Jumat.


Jumlah kematian akibat COVID-19 selama sembilan bulan sejak virus ditemukan di China hampir mencapai 1 juta.


“Kita tidak keluar dari hutan mana pun, kita tidak keluar dari hutan di Afrika,” kata Ryan.


Menurutnya, kaum muda seharusnya tidak disalahkan dalam lonjakan infeksi baru-baru ini meski muncul kekhawatiran bahwa mereka mendorong penyebaran virus setelah pembatasan dan penguncian di seluruh dunia dilonggarkan.


Sebaliknya, pertemuan orang dengan segala usia di ruangan tertutup mendorong epidemi, katanya.


WHO masih berdiskusi dengan China mengenai kemungkinan keterlibatannya dalam skema pembiayaan COVAX, yang dibentuk untuk menjamin akses global vaksin COVID-19 secara cepat dan merata, sepekan setelah batas waktu untuk bergabung dengan skema tersebut berakhir.


“Kami sedang berdiskusi dengan China mengenai peran yang mungkin mereka mainkan saat kami mengalami progres,” kata Bruce Aylward, penasihat senior WHO sekaligus ketua program ACT-Accelerator untuk mendukung vaksin, obat serta diagnostik melawan COVID-19.


Ia memastikan bahwa Taiwan menandatangani skema tersebut, bahkan meski pihaknya bukanlah anggota WHO, sehingga menambah total partisipan menjadi 159.


Pembicaraan dengan China juga membahas kemungkinan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut memasok vaksin untuk skema COVAX, katanya.


WHO pada Jumat menerbitkan draf kriteria penilaian penggunaan darurat vaksin COVID-19 guna membantu mendampingi produsen obat saat uji klinis vaksin sudah dalam tahap lanjutan, kata asisten dirjen WHO, Mariangela Simao.


Sebelumnya pada Jumat pejabat kesehatan China menyebutkan WHO memberinya dukungan untuk mulai memberikan vaksin COVID-19 eksperimental kepada masyarakat bahkan saat uji klinis masih berlangsung.



Sumber: Reuters/Antara

Baca Juga :  Pasca Pertemuan dengan Menteri Kelautan, Rocky Tinjau Lokasi untuk Tambak Udang Nasional
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Bupati Al-Farlaky Laporkan Kerusakan RSUD dan Puskesmas pada Menkes

Desember 27, 2025

WALHI Aceh: Pengerukan Pasir di Jembatan Teupin Mane Langgar UU dan Ancam Keselamatan Warga

Desember 24, 2025

114 Siswa Diktukba Polri Dilantik di SPN Polda Aceh

Desember 24, 2025

Demonstrasi di Banda Aceh, Warga Kibarkan Bendera Putih

Desember 18, 2025

BNPB Minta Data Kerugian Warga yang Terkena Bencana Dipercepat 

Desember 18, 2025

Kapolda Aceh Dampingi Wapres Gibran Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Pidie Jaya

Desember 17, 2025

Layanan RSUD Langsa Berangsur Beroperasi Kembali

Desember 11, 2025

Bupati Al-Farlaky Bawa Relawan Medis , dan Logistik ke Gampong Cek Mbon Peureulak 

Desember 9, 2025

Polda Aceh Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Simpang Jernih Aceh Timur

Desember 6, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.