Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Berita

Apa yang Terjadi Jika Bom Nuklir Benar-benar Meledak? Begini Menurut Ilmuwan

REDAKSIBy REDAKSIMaret 13, 20223 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Apa yang Terjadi Jika Bom Nuklir Benar-benar Meledak? Begini Menurut Ilmuwan Maret 13, 2022
Dampak jika bom nuklir meledak. Foto: Junko Kimura/Getty Images

Jakarta – Apabila bom nuklir benar-benar meledak, maka efeknya bergantung pada seberapa banyak senjata yang dijatuhkan. Disebutkan dalam Live Science, menurut Federasi Ilmuwan Amerika, Rusia dan Amerika Serikat mempunyai 90 persen senjata nuklir di dunia.

Rusia mempunyai 1.588 senjata dengan jangkauan setidaknya 3.427 mil atau 5.500 kilometer, juga pangkalan pemboman yang menampung pesawat dengan kapasitas menjatuhkan muatan nuklir.
Sementara, Amerika Serikat memiliki 1.644 buah senjata. Kedua negara ini mempunyai nyaris 5.000 bom aktif di antara mereka.
Maka dari itu, perang nuklir dengan skala penuh bisa saja berpotensi menyebabkan kepunahan yang juga diikuti musim dingin nuklir atau yang disebut dengan pendinginan global.
1. Jatuhnya Korban dalam Radius Tertentu
Sebenarnya ada banyak tipe dan ukuran senjata nuklir, akan tetapi versi modern dari mereka berfungsi melalui memicu reaksi fisi. Apa yang dimaksud fisi adalah pemisahan inti atom berat menjadi yang lebih ringan, hal ini merupakan proses pelepasan neutron.
Dampak jika terjadi ledakan fisi ini terkadang disebut pula sebagai bom atom, yang jenis serupanya pernah menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki dengan kekuatan antara 15 dan 20 kiloton TNT.
Sementara, banyak senjata modern lebih berbahaya dari bom Hiroshima dan Nagasaki. Menurut laporan bertajuk ‘Preventive Defense Project’ yang dipublikasikan Harvard Kennedy School, senjata nuklir berkekuatan 10 kiloton bisa menewaskan 50 persen masyarakat yang berlokasi di radius 3,2 kilometer dari detonasi/ledakan darat. Ini setara dengan bom Hiroshima-Nagasaki.
2. Radiasi
Senjata termonuklir modern mampu memuntahkan bahan radioaktif hingga ke stratosfer yang mana merupakan bagian tengah atmosfer, sehingga memungkinkan dampak secara global. Tingkat radioaktif bergantung pada apakah bom nuklir diledakkan dalam sebuah ledakan di udara ataukah di atas tanah. Jika diledakkan di udara, maka dampak secara global akan lebih buruk tetapi efek langsung di titik nol lebih bisa diredam. Namun, jika diledakkan di atas tanah maka akan sebaliknya.
Selain itu, risiko radioaktif justru paling parah adalah 48 jam pasca ledakan. Buku bertajuk ‘Nuclear War Survival Skills’ di Oak Ridge National Laboratory juga menyebutkan ketiadaan hujan atau salju bisa menyebabkan materi radioaktif turun ke permukaan tanah lebih cepat.
Menurut buku yang sama, pada waktu 48 jam setelah ledakan, area yang terkena 1.000 roentgen (satuan radiasi ionisasi), hanya akan terpapar radiasi 10 roentgen per jam.
Namun, separuh jumlah penduduk yang terpapar total radiasi sekitar 350 roentgen selama beberapa hari, kemungkinan besar akan meninggal akibat keracunan radiasi akut. Orang yang selamat pun tidak bebas dari bahaya, mereka mendapat risiko kanker selama sisa hidupnya.

3. Bencana Lingkungan
Ledakan bom nuklir bisa saja berdampak terhadap iklim. Sebuah analisis yang diterbitkan dalam ‘The Bulletin of the Atomic Scientist’ menerangkan, satu atau dua ledakan nuklir memang tidak memiliki efek global. Namun, ledakan 100 bom dengan ukuran yang sama seperti yang dijatuhkan di Hiroshima akan menurunkan suhu Bumi di bawah zaman es circa 1300-1800.
Sebagai gambaran, jika bom nuklir terjadi pada era modern ini, maka bisa terjadi perubahan iklim yang drastis dan tiba-tiba. Sewaktu zaman es kecil, suhu Bumi turun 2 derajat celsius. Pendinginan semacam itu bisa berdampak ke sektor tani dan suplai makanan di era kiwari.
Sumber: detikcom
Baca Juga :  Harga Emas Murni di Kota Idi Rayeuk Dijual Rp3,8 Juta Permayam
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

WALHI Aceh: Pengerukan Pasir di Jembatan Teupin Mane Langgar UU dan Ancam Keselamatan Warga

Desember 24, 2025

114 Siswa Diktukba Polri Dilantik di SPN Polda Aceh

Desember 24, 2025

Demonstrasi di Banda Aceh, Warga Kibarkan Bendera Putih

Desember 18, 2025

BNPB Minta Data Kerugian Warga yang Terkena Bencana Dipercepat 

Desember 18, 2025

Kapolda Aceh Dampingi Wapres Gibran Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Pidie Jaya

Desember 17, 2025

Bupati Al-Farlaky Bawa Relawan Medis , dan Logistik ke Gampong Cek Mbon Peureulak 

Desember 9, 2025

Polda Aceh Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Simpang Jernih Aceh Timur

Desember 6, 2025

Jubir: Pemerintah Aceh Potong Belanja SKPA Penuhi Tanggap Darurat

Desember 4, 2025

Hadiri Musda JMSI Aceh, Sekda Aceh Minta Media Beri Kritikan Konstruktif

November 19, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.