RILIS.NET, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky dan timnya, menerobos kubangan lumpur untuk mengantarkan bantuan kepada para pengungsi korban banjir, Kamis (11/12/2025).
Perjalanan menembus desa Sijudo dan Sahraja tidaklah mudah, area yang berlumpur dan bekas banjir belasan meter membuat perjalanan semakin sulit dan harus berhati-hati.
“Hari ini kami tembus ke Sijudo dan Sahraja, untuk memastikan warga saya baik-baik saja. Saya tidak mau dengar ada warga saya yang mati karena kelaparan,” kata Al-Farlaky di lokasi.
Kunjungan Bupati Al-Farlaky datang bersama timnya kerap dilakukan ke sejumlah wilayah yang dianggap paling terpencil di pedalaman Aceh Timur. Hal itu dia lakukan untuk memastikan setiap warga tidak ada yang kelaparan.
Saat berkunjung, rombongan Bupati mengantarkan bantuan logistik dan obat-obatan, serta susu untuk bayi, tenda serta sejumlah bahan makanan cepat saji lainnya untuk para pengungsi.
Tak hanya itu, Al-Farlaky juga turut membawa dokter dan tenaga medis lainnya untuk menangani warga yang sakit di lokasi pengungsian.

Al-Farlaky juga sekaligus ingin memastikan bahwa bantuan yang disalurkan sebelumnya juga telah masuk ke desa ini, sehingga masyarakat tidak mengalami kelaparan akibat bencana
“Maka saya berkali-kali bertanya, masuk tidak bantuan, jika masuk lewat apa masuk. Saya tidak mau jika ada warga yang lapar. Sebagai penanggungjawab daerah saya harus memastikan itu, dan sebagai pemimpin agar tidak berdosa juga demikian,” pungkas Al-Farlaky.
Di desa Sahraja ketinggian airnya setinggi tiang listrik, di sana air banjir itu menyapu segalanya, rumah penduduk, sekolah, tempat ibadah dan juga harta benda warga yang ada di kawasan pedalaman Aceh Timur ini.
“Ketinggian air mencapai 8 meter lebih. Semuanya tenggelam, termasuk rumah ibadah masjid ikut tersapu,” tandas Bupati.
“Warga kami disini mengungsi di SMP 4 Pante Bidari dan sebagian di perbukitan. Mereka disini membutuhkan tenda, kelambu dan bahan logistik. Nanti menyusul kebutuhan-kebutuhan lain akan kita antarkan,” sebutnya.
Bupati Al-Farlaky juga menjelaskan bahwa desa yang hilang di Kabupaten Aceh Timur adalah Sahraja dan Sijudo di Kecamatan Pante Bidari, lalu di desa Lokop Serbajadi dan Simpang Jernih.
Kehadiran Bupati Al-Farlaky disambut hangat oleh warga setempat. Ia bersama tim turut menyantap nasi putih, Indomie, dan telor dengan suasana yang begitu lelah.
“Terimakasih juga kepada tim medis yang sudah bekerja dalam memberi pelayanan kepada warga terdampak banjir sampai ke pendalaman,” ujar Bupati Al-Farlaky.
Kegiatan ini juga turut dibantu oleh Personil TNI-Polri dan dihadiri oleh Wakapolres Aceh Timur serta para relawan. Bupati Al-Farlaky berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Aceh Timur yang terdampak banjir. (*)

