Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Berita

Biaya Pemindahan Ibu Kota Rp466 T, Jokowi Usul Jual Tanah Negara di Kaltim

REDAKSIBy REDAKSISeptember 5, 20192 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
Biaya Pemindahan Ibu Kota Rp466 T, Jokowi Usul Jual Tanah Negara di Kaltim September 5, 2019


rilisNET, Jakarta – Presiden Jokowi mewacanakan penjualan lahan negara untuk membiayai pemindahan ibu kota yang mencapai Rp466 triliun. Lahan 180 ribu hektare (ha) yang diperuntukkan untuk ibu kota dinilai terlalu luas.

Dia mengatakan, lahan yang digunakan untuk ibu kota pada tahap awal sebesar 40 ribu ha sementara 110 ribu ha akan digunakan untuk pengembangan ibu kota dalam jangka panjang. Sisanya 30 ribu rencananya akan dijual.
Namun, Presiden menyebut, penjualan lahan tersebut dikhususkan untuk pembeli individu, bukan perusahaan, termasuk pengembang properti. Dia yakin hasil penjualan tanah negara ini cukup untuk membiayai pemindahan ibu kota.
“Kita akan menjual kepada individu langsung, tidak ke pengembang, karena harganya (jadi) mahal. Misalnya saya jual Rp2 juta per meter, maka pemerintah akan mendapat Rp600 triliun. Apalagi kalau dijual Rp3 juta per meter. Kita sudah mendapat Rp900 triliun,” katanya di Istana Negara, Selasa (4/9/2019).
Mantan wali kota Solo itu mengatakan, pemerintah tengah mengkaji harga pasti lahan tersebut. Selain itu, badan otoritas khusus juga akan dibentuk yang bertugas mengatur mekanisme penjualan tanah. Nantinya, syarat akan diperketat untuk pembeli tanah untuk mencegah spekulan.
“Misal, dua tahun maksimal tanah yang dibeli sudah dibangun. Jika tidak nanti sertifikat tanah akan diambil,” ucapnya.
Presiden yakin penjualan lahan negara ini bakal laku keras. Dia mengaku telah menyampaikan ide ini kepada pengusaha, termasuk BUMN.
“Saya yakin tiga hari habis, siapa yang tidak mau? Aturan baru sedang disiapkan. Pasti ada pembatasan-pembatasan. Saya sudah menawarkan ide ini kepada BUMN, REI (Real Estate Indonesia) dan mereka berminat. Malah REI minta kloter pertama,” ujarnya.
Suber: iNews.id
Baca Juga :  Medco E&P Malaka Dukung Petani Aceh Timur Dengan Ribuan Bibit Buah Unggul
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

WALHI Aceh: Pengerukan Pasir di Jembatan Teupin Mane Langgar UU dan Ancam Keselamatan Warga

Desember 24, 2025

114 Siswa Diktukba Polri Dilantik di SPN Polda Aceh

Desember 24, 2025

Demonstrasi di Banda Aceh, Warga Kibarkan Bendera Putih

Desember 18, 2025

BNPB Minta Data Kerugian Warga yang Terkena Bencana Dipercepat 

Desember 18, 2025

Kapolda Aceh Dampingi Wapres Gibran Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Pidie Jaya

Desember 17, 2025

Bupati Al-Farlaky Bawa Relawan Medis , dan Logistik ke Gampong Cek Mbon Peureulak 

Desember 9, 2025

Polda Aceh Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Simpang Jernih Aceh Timur

Desember 6, 2025

Jubir: Pemerintah Aceh Potong Belanja SKPA Penuhi Tanggap Darurat

Desember 4, 2025

Istana Siapkan Perpres Soal Ojol, Atur Soal Perlindungan Mitra

Oktober 24, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.