RILIS.NET, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi mengajak para jamaah yang hadir Memperingati Maulid di Masjid Agung Darusshalihin, untuk membersihkan hati dan menghilangkan penyakit ku’eh (dengki).
Momen memperingati Maulid Nabi kata Bupati Al-Farlaky sekaligus untuk memperbaiki Budi pekerti sebagai mana keteladan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. Untuk itu ia meminta agar setiap orang dapat menjauhi penyakit ku’eh, serta tidak saling menebar kebencian antar satu dengan lainnya.
“Ada yang senang melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang (SOS), itu salah satu sifat ku’eh. Ada juga yang memberitakan tentang keburukan orang lain, dan saling menjatuhkan, antara yang satu dengan lainnya,” terang Iskandar Al-Farlaky dalam sambutannya, di hadapan ratusan undangan yang hadir.
Usai menyampaikan pesan moral kepada para ASN dari berbagai instansi yang hadir, kemudian Al-Farlaky turut menyantuni puluhan para anak yatim.
Acara peringatan Maulid Akbar yang dikoordinir oleh Dinas Syariat Islam Aceh Timur ini juga turut menghadirkan pendakwah kondang yakni, Tgk Abdul Aziz dari Banda Aceh.
Sebelumnya, lantunan Zikir yang ditampilkan di Masjid Agung Darusshalihin Idi Rayeuk ini, mulai pukul 09.00 WIB sudah mulai menggema, dan membuat suasana di lokasi semakin tampak meriah.
Rangkain kegiatan Maulid kali ini sepertinya telah dikondisikan dengan matang, tampak dari kehadiran para peserta undangan, terutama para ASN yang memadati lokasi Masjid Agung ini.
Begitupun dengan penampilan kelompok zikir dan kehadiran pendakwah ternama, Tgk Abdul Aziz yang turut mengulas panjang lebar tentang sejarah Aceh dan Islam.

Menurut Bupati Aceh Timur Iskandar Al-Farlaky, Tgk Abdul Aziz sengaja diundang untuk menyampaikan tentang sejarah Nabi dan juga sejarah Aceh. Momentum ini dianggap tepat karena Tgk Abdul Aziz sangat memahami sekali tentang sejarah Aceh.
Suasana sejuk di dalam Masjid Agung Darusshalihin Idi, membuat para undangan tampak tenang sekaligus terkesima dengan penyampaian dakwah dari Tgk Abdul Aziz.
Selain mengulas asal muasal nama-nama daerah di Aceh, dia juga menceritakan tentang penyebaran Islam pertama kali yang dilakukan oleh kerajaan Islam saat itu di kawasan Peureulak. (rn/my)
Editor: Mahyud

