Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Daerah

Bupati Al-Farlaky Minta Keuchik yang Baru Dilantik Bantu Tugas Penanggulangan Bencana 

REDAKSIBy REDAKSIDesember 18, 20253 Mins Read
Bupati Al-Farlaky Minta Keuchik yang Baru Dilantik Bantu Tugas Penanggulangan Bencana  Desember 18, 2025
Foto: Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi melantik 68 Keuchik secara serentak. Kamis (18/12/2025).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

RILIS.NET, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi meminta para Keuchik (kades) yang baru saja dilantik agar turut membantu tugas-tugas penanggulangan bencana. Hal itu ditegaskan Bupati Al-Farlaky dalam pidatonya usai melantik 68 Keuchik terpilih, di aula gedung SKB setempat, pada Kamis (18/12/2025).

Bupati Al-Farlaky lebih lanjut menuturkan, percepatan pelantikan Keuchik yang sebelumnya dijadwalkan serentak pasca bencana banjir, ini bertujuan agar pemerintah di tingkat bawah, sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah, ikut turut aktif membantu pemulihan bencana banjir yang melanda Aceh Timur.

Oleh karena itu, dia meminta agar para Keuchik turut berkolaborasi untuk penanganan  pasca banjir. “Apabila ada Keuchik, camat dan perangkat pemerintahan lainnya, tidak bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dan dengan menyelesaikan cita-cita saya untuk penanganan bencana ini, saya pastikan akan diambil tindakan tegas, dan keuchik akan saya copot,” tegas Bupati Aceh Timur Al-Farlaky, dihadapan para keuchik dan sejumlah undangan lainnya.

Baca Juga :  Satu Hari Jadi Kapolres Langsa, Agung Kanigoro Langsung Cek Lokasi Banjir

Al-Farlaky juga memastikan agar para Keuchik harus siap berkolaborasi dengan pemerintahannya. Menurut Bupati usai pilkada ataupun pemilihan Keuchik, tidak lagi kelompok, atau mengklaim ini buka orang Al-Farlaky, karena orang Bupati Al-Farlaky kalah, dan tidak mau ambil bagian untuk penanganan bencana.

“Usai pemilihan keuchik dan dilantik tidak ada lagi beranggapan bahwa saya orang si Polan dan orang sipolen. Sekarang sudah dilantik, tidak ada lagi orang sipolan dan orang sipolen, orang si A, orang si B dan Orang si C. Yang ada semua adalah anak buah Bupati Al-Farlaky, karena sudah masuk di jajaran pemerintah. Tidak perlu lagi membangun sentimentil politik itu berbahaya untuk membangun daerah, karena itu tidak bagus,” sebut Bupati Al-Farlaky.

Baca Juga :  Pergi Melaut Seorang Diri, Warga Aceh Timur Meninggal Dunia Diatas Boat

Bencana yang sedang menimpa Aceh ini, termasuk Aceh Timur menurut Bupati seperti tsunami di darat. Banyak warga yang telah kehilangan rumah dan harta benda, bahkan di sejumlah pedalaman ketinggian air mencapai setinggi tiang listrik.

Meski demikian sambung Bupati, sejumlah desa yang dulunya dimasukan dalam kawasan terisolir seperti di Sahraja, pedalaman Pante Bidari, Lokop, Serbajadi dan juga di Simpang Jernih. Namun karena sigap dalam bersikap dan mengambil komando untuk bergerak cepat, sehingga sejumlah kawasan yang dulunya terisolir sudah mulai teratas. Dan kawasan itu semua telah tembus dikunjungi walau dalam kondisi jalan yang terjal, berlumpur dan ekstrim.

Peran Keuchik sambung Al-Farlaky sangat dibutuhkan untuk membantu pemulihan pasca bencana yang terjadi, salah satunya di Aceh Timur yang terbilang parah.

Al-Farlaky juga meminta para Keuchik agar mendata semua kerusakan yang dialami oleh warga, serta sarana dan prasarana milik publik. Begitu juga dalam proses pembagian bantuan jangan disamakan semua.

Baca Juga :  Gandeng Yayasan Kompas, Kemensos Bangun 11 Rumah Sejatera Terpadu di Aceh Timur

“Pembagian bantuan juga harus dilihat tingkat kerusakan, ada yang rumahnya hilang, rusak berat, rusak ringan dan ada yang hanya digenangi banjir saja. Itu harus dibedakan, dan harus didata dengan akurat,” pinta Bupati kepada para Keuchik.

Untuk kedepan Bupati Al-Farlaky juga telah memprogramkan agar setiap desa harus ada kesediaan speedboat, seperti dikantor camat, agar memudahkan dalam pengevakuasian warga saat banjir, serta alat pemotongan kayu yang tumbang seperti sensor.

“Kedepan minimal ada tiga speedboat di setiap kecamatan, serta sensor. Dan setiap desa nantinya dapat dikirim untuk mengikuti pelatihan tentang cara menggunakan speedboat maupun sensor, agar dapat membantu masyarakat bila sewaktu-waktu musibah banjir kembali datang,” ujar Bupati Al-Farlaky. (rn/my)

Editor: Mahyud

Bupati Al-Farlaky Keuchik Penanggulangan Bencana Tugas
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Bupati Al-Farlaky Kirim Logistik untuk Korban Banjir Susulan di Aceh Timur 

Januari 10, 2026

Bupati Al-Farlaky Kembali Jelajah Jalur Sungai Temui Warga di Pedalaman Simpang Jernih 

Januari 5, 2026

Agar Lancar Layanan Publik, Bupati Al-Farlaky Bentuk Satgas Pemulihan Administrasi

Januari 4, 2026

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Menginap dan Makan di Lokasi Pengungsi

Januari 1, 2026

Bupati Al-Farlaky Sambut Relawan SKPA Aceh di Aceh Timur

Desember 29, 2025

Bupati Al-Farlaky Laporkan Kerusakan RSUD dan Puskesmas pada Menkes

Desember 27, 2025

Nelayan Aceh Timur Terima Bantuan Perahu Motor, Jaring, Fiber dan Cool Box 

Desember 26, 2025

Masyarakat Geumpang Pidie Antar Bantuan ke Aceh Timur, Al-Farlaky Ucapkan Terimakasih

Desember 26, 2025

Mantan GAM dan TNI Kompak Pasang Tenda untuk Pengungsi di Aceh Timur

Desember 25, 2025
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.