RILIS.NET, ACEH TIMUR – Desa Sahraja dan Sijudo di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur belum dapat diakses. Ribuan korban banjir masih terisolir di kawasan itu hingga Senin, (1/12/2025).
Informasi ini diperoleh RILIS.NET berdasarkan keterangan dua warga di sana yang mendatangi pendopo Bupati di Idi Rayeuk, pada Senin sekitar pukul 01.30 WIB, dini hari.
Kedatangan Rahmad (50), yang juga Tuha Peut Gampong Sijudo dan temannya Syarifuddin ke Kota Idi Rayeuk menempuh perjalan lebih kurang enam jam jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Ia berkisah, dari lokasi mereka berada diperkirakan berjarak sekitar 5 Km di pedalaman Desa Sijudo dan Sahraja terdapat banyak pengungsi dalam kondisi terisolir dan kekurangan makanan.
“Saat ini yang sangat mendesak diperlukan makanan, air mineral dan juga pakaian, terutama untuk anak-anak. Sedangkan kedua desa ini masih belum bisa diakses lewat jalur darat,” terang Rahmad kepada Bupati Al-Farlaky.
Tak hanya itu, Rahmad juga menuturkan, di Dusun Sarah Gala rumah warga yang tersisa hanya tiga unit, sedangkan lainnya ludes dihempas banjir dengan material lumpur dan kayu.
“Di Dusun Sarah Gala, Desa Sijudo hanya tiga unit rumah yang tersisa, yang lainnya tersapu banjir bandang,” tambah Rahmad.
Kedua desa ini terdapat sekitar 900 Kepala Keluarga (KK), dan seluruh warga di desa ini masih mengungsi dan terisolir di pedalaman kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.
“Jumlah warga yang hilang belum terdata dan masih dalam pencarian,” tambah Tuha Peut Desa Sijudo, Rahmad seperti yang dikutip RILIS.NET pada Senin, dini hari.
Sementara itu, usai mendengar keluhan warga Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky yang turut didampingi unsur Forkopimda langsung merespon dan mendata titik lokasi, yang di perkirakan mencapai lima lokasi pengungsian.
“Bantuan bapak bawa pulang nantinya untuk dibagikan kepada warga disana. Sedangkan ke lokasi yang sulit di akses nanti sampaikan titik koordinat agar bantuan dapat dikirim melalui udara,” ujar Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky.
Selian Desa Sarah Raja dan Sijudo di Kecamatan Pante Bidari yang belum dapat di akses, tiga kecamatan lainnya seperti Lokop, Serbajadi dan Simpang Jernih juga belum dapat akses, ini dikarenakan lokasi jalur darat yang luluh lantak akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor. (rn/my)
Editor: Mahyud

