Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Daerah

Terkait Siltap, GeMPAR Aceh Ingatkan Keuchik di Aceh Timur Tidak Ciptakan Kerugian Negara

REDAKSIBy REDAKSISeptember 18, 20224 Mins Read
Terkait Siltap, GeMPAR Aceh Ingatkan Keuchik di Aceh Timur Tidak Ciptakan Kerugian Negara September 18, 2022
Ketua GeMPAR Aceh Auzir Fahlevi SH (Foto: For RILIS.NET)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

RILIS.NET, ACEH TIMUR – Terkait Siltap Keuchik di Aceh Timur, Gerakan Masyarakat Partisipatif (GeMPAR) Aceh Ingatkan Keuchik di Aceh Timur Tidak Ciptakan Kerugian Negara. Persoalan belum terpenuhinya Gaji Perangkat Desa atau Penghasilan tetap (Siltap) di Aceh Timur menurut Ketua GeMPAR Auzir Fahlevi SH merupakan persoalan serius yang harus diatensi oleh Pemkab dan DPRK Aceh Timur.

Menurut Ketua GeMPAR Aceh Auzir Fahlevi, Siltap Perangkat Desa khusus di Aceh Timur ini sebenarnya adalah PR lama Pemerintahan sebelumnya Hasballah M Thaib dan Syahrul Syamaun yang belum diakomodir sampai dengan masa jabatan mereka berakhir. Alasannya sama yaitu terkait defisit anggaran Aceh Timur, sebut Auzir Fahlevi.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh GeMPAR, Pemkab Aceh Timur saat ini pun tidak mampu membayar upah Keuchik dan perangkat gampong lainnya secara penuh selama 12 bulan dan hanya mampu membayar pada estimasi sekira 8 atau 9 bulan saja karena faktor ketiadaan anggaran juga,” kata Auzir dalam rilisnya yang dikirim ke RILIS.NET pada Minggu (18/9), malam.

Baca Juga :  Rombongan Linto Baro Asal Langsa Kecelakaan di Lhokseumawe, Dua Orang Meninggal Sejumlah Lainnya Luka - luka

Ketua GeMPAR Aceh ini menambahkan, bila merujuk kepada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas PP Nomor 43 Tahun 2014 Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, dan Peraturan Bupati Aceh Timur Nomor 75 Tahun 2019 tentang Penghasilan Keuchik, Sekretaris Desa dan Perangkat Gampong lainnya, diketahui bahwa Komposisi penghasilan tetap Keuchik, Sekretaris Desa dan Perangkat Gampong lainnya telah ditetapkan gaji Keuchik sebesar Rp.2.426.640,00, Sekretaris Desa Non PNS sebesar Rp.2.224.420,00, Kepala Urusan serta Kepala Seksi sebesar Rp.2.022.200,00 dan Kepala Dusun sebesar Rp.2.022.200,00.

“Dalam pasal 100 ayat 1 Huruf B angka 1 dan 2 PP nomor 11 Tahun 2019 dinyatakan bahwa maksimal 30 persen dana desa dapat dialokasikan untuk mendanai penghasilan tetap dan tunjangan Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya, termasuk untuk tunjangan plus operasional Tuha Peut Gampong (TPG).

Tidak hanya itu saja, dalam pasal 3 ayat 1 dan 3 Peraturan Bupati Nomor 75 Tahun 2019 yang diteken oleh Bupati Hasballah M Thaib disebutkan bahwa Keuchik, Sekretaris Desa dan Perangkat Gampong diberikan penghasilan tetap.

Baca Juga :  Aceh Timur Menjadi Kabupaten Prioritas Penanganan Stunting

Selain itu tambah Auzir, Penghasilan tetap Keuchik, Sekretaris Desa dan Perangkat Gampong dianggarkan dalam APBG dan Penghasilan tetap Keuchik, Sekretaris Desa dan Perangkat Gampong dibayarkan setiap bulan oleh Pemerintah Gampong.

“Nah menurut kami, sebenarnya ada celah sumber pendapatan lain yang sah yang dapat digunakan oleh Keuchik selaku pengelola anggaran untuk menutupi kekurangan Gaji siltap perangkat desa yang tidak terbayarkan. Misalnya melalui perolehan hasil BUMG (jika ada), hasil perolehan pengurusan akte jual beli tanah masyarakat, serta perolehan sumber pendapatan lain termasuk menghapus alokasi dana lain yang tidak penting, misalnya dana kegiatan Bimtek. Anulir saja dana kegiatan Bimtek melalui perubahan APBG Perubahan bersama Tuha Peut,” saran Auzir Fahlevi.

Menurutnya, jika melihat dari penjabaran PP Nomor 11 Tahun 2011 dan Perbup Atim nomor 75 Tahun 2019 dapat disimpulkan bahwa, kepala desa atau Keuchik sebenarnya memiliki kewenangan yang cukup besar untuk mensiasati persoalan anggaran di desanya.

“Yang harus diketahui juga bahwa Keuchik dan perangkat desa lainnya secara aturan tidak hanya berhak mendapatkan gaji/siltap semata tapi mendapatkan tunjangan, insentif dan penerimaan lainnya yang sah,” tandasnya.

Baca Juga :  Tuntut Penyelesaian Bekas HGU, Ratusan Warga Aceh Tamiang Unjukrasa

Karena itu Pemkab, DPRK dan Perwakilan Kepala Desa di Aceh Timur saran Auzir bisa mencari solusi terbaik, tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat seperti mengancam tidak akan melaksanakan kegiatan yang bersumber dari dana desa, seperti pengeluaran BLT, kegiatan posyandu dan kegiatan lainnya termasuk juga tidak akan mengajukan pengajuan dana desa tahap ketiga.

Kami kira sangat tidak fair jika Teman-teman Apdesi sampai mengancam dan berani untuk melakukan penyanderaan realisasi dana desa akibat persoalan Siltap. Jika itu dilakukan, maka sama Kepala Desa menggiring dirinya untuk berurusan dengan hukum terkait cipta kondisi kerugian negara dan siap-siap berhadapan dengan masyarakat desa.

“Ingat, Keuchik itu sudah disumpah dan di SK-kan sesuai aturan Perundang-Undangan untuk taat dan patuh pada aturan. Jadi jika melakukan hal-hal yang bersifat inprosedural maka siap-siap berhadapan dengan hukum,” pungkasnya. (rn/rl)

 

 

Editor: Mahyuddin 

Aceh Timur GeMPAR Kerugian Negara Siltap Keuchik
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Bupati Al-Farlaky Sambut Kunker Mendagri dan Mensos, 100 Miliar Bantuan Disalurkan

Maret 16, 2026

Pemkab Aceh Timur Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni 200 Anak Yatim

Maret 15, 2026

Bank Aceh Kembali Dipercaya Sebagai Penyalur BSPS Tahun 2026

Maret 13, 2026

Tinjau Huntara, Bupati Al-Farlaky juga Santuni Anak Yatim di Blang Nie

Maret 4, 2026

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

Maret 2, 2026

Bank Aceh Hadirkan ‘Gampong Ramadhan in Action 2026’ di Masjid Raya Baiturrahman ​

Maret 1, 2026

25 Pejabat Eselon ll di Pemerintah Aceh Dilantik

Februari 27, 2026

Usai Dilantik, 106 Keuchik Dapat HT dari Al-Farlaky untuk Perkuat Koordinasi

Februari 23, 2026

Warga Aceh Timur Ditemukan Tergantung di Atas Pohon

Februari 21, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.