Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Aceh Utara

YARA Sorot Kejanggalan Pembangunan Museum Samudera Pasai

REDAKSIBy REDAKSIJuni 22, 20202 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
YARA Sorot Kejanggalan Pembangunan Museum Samudera Pasai Juni 22, 2020
Tim YARA Saat Melakukan Pengecekan Monumen di Aceh Utara (Foto: Ist)
RILIS.NET, Aceh Utara – Tim Investigasi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Utara baru-baru ini menelusuri pembangunan Monumen dan Museum Islam Samudera Pasai di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Dari hasil penelusuran tim Investigasi menemukan beberapa kejanggalan pada dua bangunan yang akan dijadikan objek wisata budaya tersebut. Wajar saja disorot, sebab dua bangunan ini menghabiskan anggaran yang lumayan besar.

Bangunan Monumen Islam Samudera Pasai menghabiskan anggaran sekitar Rp 80 Miliar dan Museum Islam Samudera Pasai yang lokasinya bersebelahan juga menghabiskan anggaran sekitar Rp 7,5 Miliar.

“Kami menemukan beberapa fakta yang menjadi perhatian di bangunan Monumen Meseum Malikussaleh ini. Selain jalan, pagar bahkan inding Ornamen serta toilet sangat tidak layak dengan anggaran yang lumayan fantastis,” kata Kepala YARA Perwakilan Aceh Utara Iskandar PB melalui tim investigasi Haiqal Alfikri atau yang disapa Haiqal Pasee, Senin (22/6/2020).

Haiqal mengatakan, monumen ini terdapat sejumlah ornamen yang terbuat dari bahan fiber dan kondisinya kini sudah lapuk. Bahkan sebagian juga sudah bolong seperti tidak terawat dengan baik, padahal bangunan  baru diresmikan pada pertengahan 2019 yang lalu.

“Kemudian kondisi toilet dan pagar hampir copot dan terikat dengan kawat. Begitu juga jalan akses masuk rusak parah, berlubang dan sangat membahayakan pengguna jalan,” Jelasnya lagi.

Menerutnya, jika dua bangunan ini dijadikan sebagai objek wisata budaya, tentunya akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Utara, bahkan ekonomi masyarakat juga bakal ikut terbangun dengan sendirinya.

“Namun bagaimana bisa terwujud jika kondisinya seperti itu. Jangankan ada perawatan bangunan, jalan akses masuk saja sangat amburadul. Kami meminta Pemkab memperhatikan dua objek ini karena itu merupakan aset daerah yang harus jaga dan dilesetarikan dan dapat segera dipromosikan, sebab sejarah Pasee bukan hanya diakui tingkat Asia, namun diakui oleh dunia,” Tutup Haiqal. (rN/aiH)
Baca Juga :  Korban Banjir Aceh Timur Mulai Terserang Penyakit Gatal, Demam dan Flu
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Panglima Rusia: Dalang Dibalik Fitnah ke Bupati Aceh Timur Teridentifikasi

April 27, 2026

Doa Belasungkawa Awali Rakor DPD ASDEKSI Aceh

April 19, 2026

Kapolda Aceh Ajak Influencer Muda Sajikan Konten Berimbang

April 17, 2026

Hadiri Halal Bihalal IKAPA, Bupati Al-Farlaky: Warga Peureulak Tunjukan Bahwa Kita Kokoh 

April 16, 2026

Siswa Setukpa Lemdiklat Polri Angkatan 55 Gelar Baksos di Sukabumi

April 12, 2026

Zulfahmi Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Forum Keuchik Ranto Peureulak 

April 7, 2026

Mantan Kepala BPSDM Aceh Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa

April 2, 2026

Bupati Al-Farlaky Lantik Mantan Keuchik jadi Camat 

Maret 30, 2026

Kronologi Pembunuhan dr Shanti Astuti di Gayo Lues, Tersangka Curi Barang Berharga

Maret 26, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.