RILIS.NET, ACEH TIMUR – Banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan Aceh Timur sedikitnya dilaporkan telah menelan 6 orang korban jiwa. Selain korban yang meninggal dunia sebanyak 62.271 jiwa juga telah mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Minggu (30/11/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun RILIS.NET pada Minggu, 30 November 2025, dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Aceh Timur menyebutkan jumlah korban yang meninggal dunia terdapat di lima desa dalam empat kecamatan yang mengalami banjir.
Data warga yang meninggal dunia diantaranya di Kecamatan Peudawa dari Gampong Paya Bili Sa terdata 1 orang korban meninggal dunia, di Kecamatan Peureulak Barat, Gampong Paya Gajah 1 orang, Kecamatan Idi Tunong di Gampong Seuneubok Buya 2 orang korban jiwa, serta di Abeuk Rayeuk 1 orang korban jiwa, dan di Kecamatan Idi Rayeuk Gampong Keude Blang 1 orang korban jiwa.
“Ini data yang terupdate pada hari ini, Minggu 30 November,” sebut petugas operator dari BPBD Aceh Timur Hendro kepada RILIS.NET, Minggu (30/11/2025).
Banjir yang melanda kabupaten Aceh Timur selama sepekan, menerjang 24 kecamatan. Selain terdapat korban jiwa juga akses jalan di sejumlah kecamatan terputus, serta beberapa jembatan mengalami rusak parah akibat diterjang banjir.
Dari dampak bencana banjir kali ini di kabupaten Aceh Timur menyebabkan 7.176 KK dengan jumlah mencapai 62.271 jiwa dari 237 desa telah mengungsi, sedangkan 90.472 jiwa lebih mengalami dampak korban dari banjir ini.
Sedangkan di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur banjir juga sangat parah, sedangkan di Kecamatan Lokop hampir sepekan korban terancam Kelaparan, akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor.
Di Kecamatan Lokop sejumlah desa dilaporkan hilang tersapu banjir bandang yang mengangkut tumpukan kayu dan lumpur, kerusakan ada yang mencapai seratus persen tingkat kerusakan. Warga di pedalaman Aceh Timur ini terpaksa mengungsi ditempat yang lebih tinggi, bahkan ada yang mengalami kelaparan akibat pasokan bantuan yang tidak sampai ke lokasi.
Selain akses jalan yang terputus di beberapa titik juga masih digenangi banjir serta material longsor, yang menyebabkan ribuan jiwa masih terisolir di pedalaman Simpang Jernih dan juga Lokop, Aceh Timur.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky yang dikonfirmasi RILIS.NET mengaku telah berupaya menyuplai bantuan ke sejumlah lokasi pengusaha di Aceh Timur, akibat akses jalan darat yang terputus serta lumpuhnya jaringan komunikasi menyebabkan sulitnya mengupdate informasi dari pedalaman.
“Akses jalan darat dan internet yang lumpuh menyebabkan kesulitan ke lokasi pedalaman, dan kita juga telah meminta kepada kementerian agar bantuan bisa disalurkan lewat udara ke pedalaman Aceh Timur,’ harap Bupati Al-Farlaky.
Kelangkaan persediaan barang kebutuhan pokok seperti beras, mie instan dan telor juga menjadi kendala di lapangan, sambungnya, ini disebabkan karena semua kebupaten yang berdekatan dengan Aceh Timur juga turut mengalami banjir.
Begitupun upaya lainnya telah dilakukan oleh Bupati Al-Farlaky seperti meminta bantuan dari Kementerian, Gubernur bahkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar dapat mengirimkan bantuan, baik melalui jalur laut maupun udara, agar ribuan warga tidak terancam dengan kelaparan di lokasi pengungsian. (rn/my)
Editor: Mahyud

