RILIS.NET, ACEH TIMUR – Pemandangan haru dan penuh kehangatan terjadi di Kantor Camat Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (16/10/2026). Di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan, Camat Ranto Peureulak, Mahyuddin menunjukkan kepeduliannya terhadap salah seorang pegawai dengan menghadiahkan sepasang sepatu baru.
Sebelumnya salah seorang PNS yang masih berpangkat golongan dua, Eko Hartono (56) tampak memakai sepatu rusak, dengan kondisi bagian samping dan telapak sepatu yang sudah koyak.
Saat itu Pak Eko sapaan akrab staf kantor camat ini berjalan menuju ruangan yang tidak jauh dari meja Camat Mahyuddin. Saat diperhatikannya dari dekat sepatu Pak Eko terlihat koyak dan sudah tidak layak, apalagi bila dipakai untuk bekerja. Mahyuddin mengaku iba, hingga menghadiahkannya sepatu baru.
“Saat saya perhatian sepatunya telah koyak dan memang tidak layak, spontan saja saya video sambil menanyakan ukuran sepatunya. Pak Eko awalnya menunjukan nomor sepatu dengan cara menutupi bagian belakang yang koyak, tapi sudah duluan ketahuan, makanya saya hadiahkan sepatu baru agar Pak Eko nyaman dalam bekerja,” kata Camat Ranto Peureulak, Mahyuddin. Jumat (16/10/2026).
Melihat kondisi tersebut sambung Mahyuddin, secara spontan menyampaikan niatnya untuk mengganti sepatu milik Pak Eko. “Insya Allah, ada rezeki saya ganti sepatunya untuk Pak Eko,” ujar Mahyuddin dengan tulus.
Niat baik tersebut kemudian diwujudkan dengan memberikan sepasang sepatu baru kepada Pak Eko. Hadiah sederhana itu menjadi bentuk perhatian dan kepedulian seorang pimpinan terhadap bawahannya, sekaligus menunjukkan bahwa hal-hal kecil dapat memberikan kebahagiaan dan makna yang besar bagi orang lain.
Kepedulian Camat Mahyuddin pun menjadi gambaran hubungan yang hangat antara pimpinan dan pegawai di lingkungan Kantor Camat Ranto Peureulak. Perhatian terhadap kondisi bawahannya mencerminkan pentingnya sikap saling menghargai dan membantu dalam lingkungan kerja.
Momentum Jumat Berkah tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang menjalankan tugas dan memberikan arahan, tetapi juga tentang kepekaan melihat kondisi orang-orang di sekitar termasuk para pegawai di lingkungan kerja.
Melalui tindakan sederhana itu, Mahyuddin telah menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Sepasang sepatu baru mungkin terlihat sederhana, tetapi perhatian yang menyertainya dapat menjadi penyemangat tersendiri bagi yang membutuhkan.
Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi, khususnya di lingkungan kerja dan dalam kehidupan bermasyarakat. (rn/ad)
Editor: Redha

