Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Aceh Timur

Seekor Gajah Betina Mati di Kebun PT Atakana Aceh Timur

REDAKSIBy REDAKSINovember 21, 20192 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email
Seekor Gajah Betina Mati di Kebun PT Atakana Aceh Timur November 21, 2019
Gajah mati di PT Atakana Aceh Timur (Doc. rilisNET).
rilisNET, Aceh Timur – Seekor gajah betina kembali ditemukan ditemukan mati kebun sawit PT Atakana di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Kamis (21/11/2019).

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widianto melalui rilis yang dikirim bagian humasnya mengatakan, Kematian gajah itu pertama kali dilaporkan oleh kepala produksi PT Atakana kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Mahout (pawang gajah) Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

Kemudian Kasat Reskrim beserta anggotanya melakukan penyisiran radius 100 meter dari lokasi, hal itu dilakukan untuk memgetahui apakah ada benda yang mencurigakan terkait kematian gajah itu.

Kemudian tambahnya, tindakan selanjutnya Kanit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur Mirza Alvaro bersama Tim Dokter dari BKSDA Aceh yang diketuai drh. Rosa melakukan nekropsi (pemeriksaan kematian) terhadap gajah yang diperkirakan berumur 25 tahun. Dan telah mati sekitar lima hari yang lalu.

Baca Juga :  Dari Zona Merah, 80 Lebih Pekerja PT Adhi Karya Belum Vaksin Tuntas di Aceh Timur

“Nekropsi ini bertujuan untuk mengetahui apa penyebab kematian gajah yang mati dengan melakukan pembedahan untuk mengambil hati, jantung, usus, limpa, lidah dan cairan usus dan kotoran gajah yang mati tersebut. Sempel yang diambil akan dibawah ke Laboratorium di Medan guna diteliti apa penyebab kematian gajah tersebut,” kata Eko widiantoro.


Sejauh ini belum diketahui penyebab kematian gajah itu. Sedangkan untuk hasil laboratorium itu sendiri tambahnya, baru bisa diketahui sekitar satu bulan tentang penyebab kematian gajah tersebut.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membunuh atau meracuni satwa dilindungi tersebut, selain melanggar hukum juga akan merusak habitat alam.” imbau Kapolres Aceh Timur Eko Widiantoro. Kamis (21/11/2019).
Baca Juga :  Dapat WTP 9 Kali, Perwakilan BPK RI Apresiasi Pemkab Aceh Tamiang
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Sempat Tertunda, Musrenbang Desa di Kecamatan Ranto Peureulak Tuntas

Januari 29, 2026

Bupati Al-Farlaky Tunai Janji, Resmikan Jembatan Peureulak dan Aspal Jalan Dua Jalur

Januari 29, 2026

Bupati Al-Farlaky Minta Provinsi Percepat Pembangunan Ruas Jalan Peureulak – Pinding Blang Kejren

Januari 27, 2026

Bupati Al-Farlaky Lantik 4.816 PPPK Paruh Waktu 

Januari 23, 2026

Bupati Al-Farlaky Dampingi Mendagri Kunjungi Desa Sahraja di Pedalaman Aceh Timur 

Januari 22, 2026

Petani yang Perbaiki Sawah Sendiri Diberi Insentif Rp 100.000 Per Hari di Aceh Utara

Januari 15, 2026

Bupati Al-Farlaky Pantau Perekaman Adminduk Warga Terdampak Bencana di Ranto Peureulak

Januari 14, 2026

Bupati Al-Farlaky Kirim Logistik untuk Korban Banjir Susulan di Aceh Timur 

Januari 10, 2026

Bupati Al-Farlaky Kembali Jelajah Jalur Sungai Temui Warga di Pedalaman Simpang Jernih 

Januari 5, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.