RILIS.NET, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi melakukan kunjungan kerja ke lokasi hunian sementara (huntara) Gampong Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulim, Selasa sore (3/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan fasilitas yang layak dan dapat menempati hunian dengan aman serta nyaman.
Kedatangan Bupati disambut Camat Simpang Ulim, Plt. Kepala Dinas Sosial, perangkat gampong, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kunjungan itu, Bupati turut membawa bantuan berupa paket sembako lengkap dan sandang pangan bagi para penghuni huntara. Selain itu, ia juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim yang berada di lokasi tersebut.
Huntara di Blang Nie merupakan hunian komunal yang dibangun sebanyak 28 unit. Pada kesempatan itu, Bupati meninjau langsung kondisi bangunan serta menyapa satu per satu warga yang menempati hunian.
“Kegiatan ini dalam rangka kunjungan kerja untuk melihat langsung kondisi huntara. Kita ingin memastikan seluruh penghuni dapat tinggal dengan aman dan mendapatkan seluruh fasilitas yang telah disediakan,” ujar Al-Farlaky.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan pembangunan huntara, baik yang masih dalam tahap pengerjaan maupun yang telah ditempati warga. Pemerintah, kata dia, juga akan terus mendorong berbagai bantuan tambahan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Hari ini kita menyerahkan bantuan sembako lengkap dan sandang pangan untuk setiap pemilik huntara. Bantuan lain juga akan kita dorong sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
Bupati juga mengingatkan para penghuni agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah diberikan. Ia menegaskan seluruh fasilitas tersebut disediakan secara gratis oleh pemerintah.
“Perlu diketahui, semua fasilitas ini gratis. Listrik, WiFi hingga air bersih. Silakan dijaga dan dirawat dengan baik agar bisa terus dinikmati bersama,” ujarnya.
Selain itu, Al-Farlaky menyampaikan dirinya telah menandatangani surat permohonan jatah hidup (jadup) yang diusulkan ke Satgas Pemulihan. Ia berharap bantuan tersebut segera disalurkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah.
“Kita ingin memastikan bantuan jatah hidup segera dapat disalurkan sehingga pemilik huntara benar-benar terbantu dan merasakan kehadiran pemerintah,” pungkasnya.
Warga Merasa Tenang Beribadah
Secara terpisah, salah seorang warga penghuni huntara, Tsaniah (55), mengaku bersyukur dapat menempati hunian sementara tersebut setelah rumahnya ambruk akibat banjir.
Ia kini tinggal bersama anaknya di hunian bernomor A3. Menurutnya, keberadaan huntara komunal membuat dirinya lebih tenang menjalani ibadah puasa.
“Kita bersyukur atas apa yang sudah diberikan saat ini. Apalagi ini bulan puasa, kami merasa lebih tenang karena sudah punya tempat tinggal,” ujarnya.
Tsaniah berharap perhatian pemerintah terus berlanjut bagi dirinya dan warga lain yang masih membutuhkan bantuan.
“Kita doakan pemerintah tidak lupa dengan kami. Pemerintah harus benar-benar memperhatikan kami dan jangan tinggalkan kami sendiri,” harapnya. (*)

