Close Menu
RILIS.NETRILIS.NET
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
RILIS.NETRILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram
KONTAK
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Opini
  • Olahraga
  • Politik
RILIS.NETRILIS.NET
Aceh Timur

Kendala Memutuskan Mata Rantai Covid-19 di Aceh Timur

REDAKSIBy REDAKSIOktober 25, 20203 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kendala Memutuskan Mata Rantai Covid-19 di Aceh Timur Oktober 25, 2020
Ilustrasi (Foto: idtvietnam.vn)

RILIS.NET, Aceh Timur – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Timur dr. Edi Gunawan, MARS mengatakan, banyak kendala yang dihadapi dalam upaya penanganan virus Corona di Propinsi Aceh, dan Aceh Timur khususnya yaitu, masih banyaknya masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19. Hal ini menjadi salah satu kendala untuk memutuskan mata rantai Covid-19 di Aceh Timur.

“Ini terlihat, masih banyaknya warga yang tidak percaya dengan adanya Covid-19, banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan dengan gerakan 3 M-nya, banyak masyarakat yang menuduh Rumah Sakit merekayasa hasil pemeriksaan Covid, dan masih ada warga yang tidak bersedia dirawat di rumah sakit, setelah mengetahui hasil pemeriksaan rapidnya reaktif, atau bahkan hasil swabnya sudah positif,” ungkap dr Edi Gunawan, MARS Juru Bicara Tim Gugus Tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Aceh Timur pada RILIS.NET, Minggu sore.

Baca Juga :  Korban Jiwa Diperkirakan Lebih 30 Orang Akibat Banjir di Aceh Timur 

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud Idi ini juga menambahkan, seluruh Kabupaten/Kota di Aceh sudah masuk Zona Orange dan bahkan Merah. Artinya seluruh wilayah provinsi Aceh itu sudah masuk zona resiko sedang dan zona resiko tinggi penularan Covid.

“Artinya, begitu kita beraktifitas diluar rumah, resiko terpapar covid sudah mengincar kita semua. Makanya diperlukan upaya pencegahan, dengan gerakan 3 M bagi seluruh masyarakat, tanpa pandang bulu, ketika beraktifitas di luar rumah,” tambah dr Edi Gunawan.

Sedangkan di Pemerintah dengan gerakan 3 T yaitu; Tracing atau penelusuran masyarakat/warga yang terindikasi terkena Covid, Testing atau melaksanakan pemeriksaan laboratorium dengan Rapid Test ataupun dengan Swab test RT PCR, dan Treatment atau merawat dan mengobati penderita probabel atau konfirmasi positif covid yang bergejala sakit sedang maupun berat di fasilitas Kesehatan yang sudah disiapkan.

Baca Juga :  KPK Diminta Sadap Telepon Semua Kepala ULP dan Pokja di Aceh

Menurut dr Edi, Aceh masuk dalam 10 provinsi prioritas penanganan Covid-19 di Indonesia. Itu bukan karena kasus Covid-19 di Aceh dilihat secara kasus 10 besar secara nasional, akan tetapi karena Propinsi Aceh mengalami lonjakan tambahan kasus yang paling tinggi dari sebelumnya.

“Provinsi Aceh saat ini mengalami lonjakan tambahan kasus yang paling tinggi dari sebelumnyan, makanya masuk dalam sepuluh provinsi prioritas penanganan Covid-19,” sebut dr Edi kepada media ini, Minggu (25/10/2020).

Untuk bisa memaksimalkan upaya penanganan dan memutuskan rantai penularan kasus Covid-19, semua pihak harus kompak, dan bekerjasama serta mengambil peran  untuk bersama-sama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Peringati HUT Aceh Timur ke-69, Bupati Al-Farlaky Apresiasi Seluruh Kinerja ASN

“Untuk memutuskan mata rantai penyebarannya tentu harus terlibat semua pihak, dan tidak malah saling menyalahkan, menyebarkan berita hoax. Apalagi sampai menuduh Rumah Sakit mengcovidkan pasien yang berobat dan lain-lain,” ujarnya.

Untuk itu, tambah dr. Edi, tanpa kekompakan, tanpa kerjasama semua pihak, tanpa peran serta seluruh lapisan masyarakat, penanganan Covid di Propinsi Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Timur tidak akan berhasil secara maksimal. “Dan kita tidak akan mampu memutuskan rantai penularan Covid-19, oleh karena itu butuh kekompakan kita semua untuk memutuskan mata rantai virus corona,” pungkas dr Edi Gunawan. (rn/redaksi)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Artikel Terkait

Bunda PAUD Aceh Timur Turut Menghadiri Upacara Hardiknas  

Mei 4, 2026

Pemkab Aceh Timur Jemput Nelayan Idi Cut yang Dibebaskan Otoritas Thailand

Mei 2, 2026

Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh Timur Hadiri Kegiatan Posyandu Nasional di Aceh Utara

April 29, 2026

Panglima Rusia: Dalang Dibalik Fitnah ke Bupati Aceh Timur Teridentifikasi

April 27, 2026

Doa Belasungkawa Awali Rakor DPD ASDEKSI Aceh

April 19, 2026

Hadiri Halal Bihalal IKAPA, Bupati Al-Farlaky: Warga Peureulak Tunjukan Bahwa Kita Kokoh 

April 16, 2026

Zulfahmi Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Forum Keuchik Ranto Peureulak 

April 7, 2026

Sambut Pendemo, Bupati Al-Farlaky Jawab Lugas dan Tegas Tuntutan Massa

April 2, 2026

Bupati Al-Farlaky Lantik Mantan Keuchik jadi Camat 

Maret 30, 2026
RILIS.NET
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
© 2026 RILIS.NET All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.